Rabu, 26 Maret 2014

Honeymoon Trip : West Java In Love #Part5

Day IV kamis, 6 Februari 2014

This One Gonna be a day we really hope for. khususnya saya sih, karena ada beberapa destinasi yanggg..saya impikan sejak lama untuk dikunjungi. Well.. setelah sarapan, kami segera berkemas meninggalkan Graha Ciumbeuleuit. dan dengan bermodalka aplikasi waze, kami menuju destinasi pertama pada hari ke empat perjalanan bulan madu ini. ihiw.. nah buat cleu alias petunjuk untuk kalian semua.. ingatkah kalian pada sebuah film anak anak di tahun 90'an. pada saat itu saya duduk di bangku SD dan.. di dalam film ini seorang anak yang kini sudah tumbuh menjadi penyanyi dewasa, berpetualang saat liburan sekolahnya di bilangan Lembang Bandung. Ada kisah menarik mengenai persahabatan dan juga drama penculikan yang terjadi dalam film tersebut.. jika kalian dengar soundtrack filmnya kalian gak akan ragu lagi menebak film apa itu.. "dia pikiiirrr... dia yang paling hebat.. merasa paling kuat.. dan paling dahsyat.." lalalala...

hahaha, yups.. itu film Petualangan Sherina yang sejak kecil sungguh saya sukai. karatker Sherina kecil dan lawan mainnya serta pemandangan Kota Bandung yang menyegarkan mata, mengajak hati kecil saya untuk berfikir.. hmm, saya harus berkunjung ke Boscha! yups.. saya bilang sama suami, "Can we Go to Observatorium boscha?" and he said yes, absoutely yes! ohohooow.. 

Dan pagi ini, kami menikmati perjalanan menuju Observatorium Boscha dengan perasaan semangat serta suka cita. By the way.. kalian tahu kan apa itu Observatorium Boscha? hmm ini sedikit informasi tentang tempat yang akan kami datangi di hari keempat ini.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. dahulu bernama Bosscha Sterrenwach) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49' Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

Now Back To the journey..

Bisa datang ke tempat tempat yang menjadi impian kalian sejak kecil adalah sesuatu yang sungguh luar biasa. Sesuatu yang seperti biasa kita bilang, mimpi jadi kenyataan. well.. jalan menuju observatorium Boscha cukup tricky, karena tidak terletak di pinggir jalan, saya benar benar merekomendasikan kalian untuk pake peta, atau ajak teman yang pernah kesana sebagai pemandu kalian, atau ya kayak kami berdua ini pakai aplikasi hp kece bernama waze. Sesampainya disana, terlihat tidak terlalu ramai. namun ada sebuah bis, yang kelihatannya sedang ada kunjungan siswa siswi dari sekolah menengah.

lalu febby suami saya turun dan bertanya pada pak penjaga yang kebetulan terlihat. dan seperti yang sudah saya duga, selama bulan bulan tertentu observatorium Boscha tidak aktif terbuka untuk umum dikarenakan biasanya pada saat musim hujan kita gak bisa benar benar melihat bintang dengan jelas. jadi ya, saya harus mengubur kembali impian saya untuk masuk kedalam bangunan yang menjulang diatas bukit dan menyentuh langsung teropong raksasa yang biasa digunakan untuk melakukan penelitian terhadap tata surya. hiks.. tapii.. as usual.. sama seperti pada saat kami gagal untuk masuk ke area wisata alam kawah outih di hari pertama, kami menghibur diri dengan berfoto.

 

Jadiiiiiiiiiiiii... (sedih sebenernya) walaupun tidak bisa masuk kedalam bangunan putih yang sejak kecil saya impi impikan. tapi sang suami berhak mendapat pelukan erat karena berhasil membawa saya kemari dan paling gak bisa menunjukan pada Malika, bahwa suatu hari kita bertiga akan kembali disini saat Observatorium Boscha sudah dibuka dan bisa bersama sama melihat langsit dengan keindahan bintangnya. amin.

selesai dari observatorium Boscha, kami bergegas melanjutkan perjalanan menuju destinasi kami selanjutnya. kira kira tempat apakah gerangan. ini adalah salah satu tempat favorit banyak orang yang datang ke Lembang. yup.. daerah ini adalah Ciater. Tidak sabar rasanya untuk segera sampai dan menikmati air panas di dataran tinggi dengan suhu udara yang dingin! wohooo.. The Journey still continue. Menarik sekali di sepanjang perjalanan kami menuju daerah Ciater, mata kami dimanjakan dengan hijaunya pemandangan hutan pinus, dan perkebunan teh (persis seperti di film petualangan sherina, saat scene sherina akan pindah ke daerah tempat ayahnya bekerja). hehehe.. seruuu! mengobati paru paru saya dari sesaknya napas akan asap di ibukota.

Malam ini kami akan menginap di Sari Ater Hotel and Resort, dimana ditempat itu sekaligus kami akan berendam di area air panas. Kalau flashback dari hari pertama, Sari Ater Hotel ini termasuk penginapan kami yang paling mahal. mungkin karena memang tempat ini sangat terkenal, sekaligus kami mendapatkan fasilitas free berendam air panas sesuka hati kami. hehehe.. so.. waktunya rrreelaaxx dan melemaskan otot dalam kolam air panas raksasa bersama suami tersayang.




1 komentar:

  1. Mak ayu ... Ahh membuka impian lamaku, lembang dan boscha ...kapan ya tercapai?#ketahuan deh angkatan berapa tontonannya petualangan sherina:D

    BalasHapus