Kamis, 10 Januari 2019

Menikmati Sensasi Art di De Braga by Artotel


Dulu waktu masih berKTP Tangerang Selatan, saya selalu picky setiap kali mau ke Bandung. Saya pengen nginep di tempat yang begini dan begitu. Dan mindset bahwa kalau ke Bandung harus menginap di daerah atas yang dingin dan sejuk ternyata salah besar. Karena ternyata saya baru sadar setelah tinggal di Bandung, bagian paling menyenangkan dari kota ini adalah sejarah kota yang sangat kaya. Bahwa Bandung adalah salah satu kota yang menjadi destinasi plesirannya bangsa Belanda saat mereka menjajah kita dahulu. Dan pusat kota Bandung merupakan bagian paling penting dimana di sana terdapat Kantor pemerintah (Balaikota), pusat pertemuan masyarakat (alun – alun), pusat ekonomi (Bank Indonesia) dan tempat ibadah (Mesjid di alun alun dan gereja katedral).

Semua pusat heritage kota nyatanya terletak di tengah – tengah dan Jl Braga menjadi salah satu jalan utama yang menjadi jantung yang senantiasa berdenyut menghidupkan kemeriahan kota. And I love the fact that I live near that place now. Braga selalu memiliki daya magis yang luar biasa setiap saya melaluinya.

Nah, diujung Jalan Braga sebelum bertemu dengan pertigaan jalan yang akan mempertemukan kita dengan dengan jalan Asia Afrika ada sebuah hotel yang dulunya juga merupakan tempat bersejarah. Hotel De Braga by Artotel namanya. Meskipun sempat ada sedikit keraguan setiap akan ada pembangunan hotel di bekas gedung bersejarah, tapi DeBraga membuktikan bahwa tidak ada sedikitpun nilai sejarah yang berkurang. Karena jika kita berjalan di trotoar, kita dapat melihat bahwa tidak ada yang berubah dari bagian depan gedung yang dulunya merupakan pusat perbelanjaan Sarinah.






Masuk ke dalam hotel, saya di sambut oleh ruangan yang berkesan artsy. Mulai dari interior sampai ke pilihan furniture. Kesan tertutup yang sering ditampilkan banyak hotel tidak ada di De Braga. Meja receptionist yang tinggi dan tertutup tidak akan kalian temukan di sini. Semuanya digantikan oleh meja panjang dengan empat bangku. Kesan terbuka dan bersahabat saya rasakan di area lobby. Tentunya dengan keramahan para staff hotel yang warna seragamnya kala itu kebetulan merupakan warna favorit saya Biru donker.

Hotel De Braga memiliki tiga jenis kamar yang dapat memenuhi kebutuhan tiap orang yang berbeda. Semua kamarnya dilengkapi fasilitas standart hotel seperti kasur, televise, tempat penyimpanan barang, kamar mandi shower, wastafel, wifi, dan yang paling penting adalah hotel ini sangat Artsy. Di setiap lantainya ada tema – tema mural yang berbeda beda mulai dari luar angkasa, nature, water dan banyak lagi. Kesemua karya mural di hotel ini digambar langsung oleh seniman local di Kota Bandung seperti Addy Debil, Riandy Kurniawan, Erwin Windu, Radhinal Indra, Agugn, Argya dan idola saya Elfan Diary.

Nahh, Sekarang saya akan cerita lebih lengkap supaya kamu tahu pilihan mana yang paling tepat kalau mau menginap di DeBraga by Artotel ini. Pertama, Jika kamu menginap dalam rangka bekerja atau solo travelling, Type studio 25 menjadi pilihan yang pas karena ruangnya sangat minimalis, dengan harga di kisaran 800rb kita sudah bisa beristirahat di tengah kota Bandung sambil mencuri waktu di tengah sibuknya bekerja bisa berjalan kaki dan memotret bangunan heritage di sepanjang jalan Braga dan jalan Asia Afrika.

Yang kedua, jika kamu hendak menginap dan berencana mengundang teman – teman untuk mampir ke kamar kamu untuk sekedar reuni Type studio 35 merupakan pilihan yang paling tepat. Karena mereka punya mini living room yang tentunya disekat antara kasur dan ruang tersebut. Sehingga, kita ga malu deh kalau mau ngajak temen kita nongkrong bareng. Saran saya, untuk studio 35 minta kamar yang dekat jendela karena pemandangannya adalah heritage di Jalan Braga iww kerenn banget! Oiya, kisaran harga untuk studio 35 adalah 1.5jt.

Pilihan terakhir adalah untuk yang mau liburan keluarga, bisa banget nih menginap di De Braga Suite yang punya kamar luassssss banget! Cocok buat yang bawa anak – anak kecil. Karena ada living room super besar, lemari yang besar, kasur yang besar dan yang paling penting buat saya adalah kamar mandi yang memisahkan toilet dengan bathtub uhlalaa surgaa. Soalnya suka berantem tuh pagi2 kalau ada yang mau mandi duluan sama ada Cuma mau BAB atau pipis. Juara deh De Braga Suites ini. Dengan harga di 1,8jt, aku mah yes deh kalau mau ajak keluargaku.

Selain 3 pilihan kamar yang sesuai dengan bermacam kebutuhan tiap orang, De Braga by Artotel ini juga memiliki 6 ruang meeting dengan kapasitas mulai dari 24 orang sampai dengan 120 orang. Hemmm.. kamu bisa request tuh bentuk bangku untuk meetingnya mau dibikin U shape, Classroom, roundtable, teater atau kosongan juga kayaknya bisa. Kayaknya habis ini aku bakalan rekomendasiin temen – temenku di Jakarta kalau mau bikin meeting di Bandung ya di De Braga aja. Soalnya tempat meetingnya punya fasilitas lengkap seperti wifi, screen, proyektor, Standing flipchart, microphone dan sound system, dan yang paling penting adalah ada ekstra colokannn hahaha. Ya kalau meeting kan harus colok colok leptop, handphone tablet dll.

Kalau kamu kamu dan kamu akhirnya setuju dengan rekomendasi saya ini. Tentu ga akan menyesal karena selain fasilitas kamar dan ruang meeting yang super nyaman. De Braga by Artotel punya Bistro De Braga, restoran yang juga aku sukaaa. Mulai dari design yg artsy, interior dan pilihan furniture yang nyaman buat kita kita yang yang bosen sama design lawas dan terkesan kuno. Oiya, ini adalah Tips penting kalau mau booking kamar di De Braga. Selain memang kamu bisa langsung book via website nya, kamu juga bisa book lewat semua website dan aplikasi pemesanan hotel dengan harga yang WOW lebih murahhh! Hahaha cek sendiri kalau ga percaya.







Sebagai penutup, salah satu spot paling kusuka di De Braga by Artotel ini adalah Bistro De Braga dan B10 Coffee. Bistro De Braga adalah restoran di lantai 3 yang juga langsung terhubung dengan swimming pool yang bisa disewa meskipun kamu gak nginep di hotelnya. Untuk renang, kamu cukup pesana makan di Bistro nya dengan harga 100rb, bisa puas puasin renang sambil lihat pemandangan Bandung. Kalau yang memang menginap, kamu bisa merasakan sensasi sarapan pagi dengan interior artsy dan pilihan sarapan pagi yang buanyak banget. Mulai dari main course, dessert dan appetizer yang super lezat. Nah untuk hari hari tertentu di setiap weekend, Bistro De Braga punya kebiasaan yang sungguh unik. Mereka biasa membuat tumpeng nasi kuning dengan lauk pauk super lengkap, atau tumpeng Awug yang udah jarang ditemuin dimana – mana. Sang Chef akan berkeliling kepada seluruh pengunjung untuk mengambil bagian-bagian dari tumpeng tersebut untuk dimakan bersayma. Ahhh so sweet bangeet ya! Guyub kalau kalau orang Sunda, eh bener kan? Hahaha.




Nah sebelum pulang kemarin, saya menyempatkan untuk nongkrong di B10 Caffe yang berada di bagian depan hotel. Dengan ditemani segelas Ice Latte, rasanya saya bisa produktif banget nih ngerjain artikel artikel blog saya kedepannya. Karena sambil ngopi, nongkrong, bonusnya adalah pemandangan jalan Braga yang selalu magis buat saya. Satuuu lagii nihh bisi lupa, kalian gak perlu khawatir ga dapat tempat parkir. Karena De Braga by Artotel punya fasilitas tempat parkir luas plus basement yang akan menanpung kendaraan kalian. Jadi, kalian kalian yang dari kemarin sudah nungguin ulasan soal De Braga by Artotel ini semoga terpuaskan yah. Soalnya saya aja puas dan happy banget habis dari sana. Terimakasih banyak ya, Pak Reza, The Uci, The Ulu dan teman – teman Emak Blogger Bandung! Ps. Kalau mau lihat foto - foto yang lebih lengkap, all foto story nya saya higlight di Instagram yah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar