Sabtu, 31 Desember 2016

A Letter for My Self, Thank You 2016!

Dear Ayu, 12 Bulan sudah berlalu lagi yah, Gila cepet banget! Well, itu dia yang selalu kita bicarakan bukan? That time will never ever wait for you my dear. Kita harus terus bergerak, karena waktu tidak akan pernah menunggumu. Kalau kita berjalan terlalu pelan, tidak melakukan apa - apa, menangisi keadaan dan terpuruk dalam situasi terkelam dalam hidup kita, waktu tidak akan mengulurkan tangannya untuk menolong. Waktu hanya bisa melihatmu dari kejauhan.. sambil berkata.. "Come on Yu, Lets move.. its been to crowded and hectic in here..". Maka disaat itulah, sebaiknya kita menarik diri kita sendiri untuk berdiri dan bergerak. You dont need to hurry, tapi paling gak kita tidak diam dan mau melakukan sesuatu yang lebih baik untuk kehidupan kita.

Banyak banget ya yang udah kita laluin di tahun 2016, mulai dari hal paling gak enakkk sampe berkah maha dahsyat dari Tuhan. Hebat ya, kita aja gak pernah nyadar kalau hidup ini pada dasarnya seimbang. There will always sweet, sour, and bitter things in life! Hanya saja yu, kita selalu melihat yang asem sama yang pahit, kita terus mengeluh dan mengutuki kehidupan ini jika yang kita dapat adalah hal - hal yang tidak menyenangkan. Padahal, sesuatu yang baik dan manis bisa jadi kalau kebanyakan bisa bikin kita diabetes. Its more painfull, sweet at the beginning.. and at the end, when we cannot control our life.. you only got pain.

Rabu, 28 Desember 2016

Kabar - Kabar Menggembirakan di Usia Kandungan 16 Minggu

Alhamdulilah, tepat hari jumat tanggal 23 Desember 2016 yang lalu, usia kandungan saya menginjak 16 minggu. Di usia 16 minggu, atau 4 bulan.. ada banyak sekali perubahan - perubahan yang terjadi baik pada diri saya maupun pada si bayi tentunya. ini tentunya membuat kami sekeluarga sangat bahagia. Khususnya karena hingga tulisan ini dibuat (dan udah rada telat.. 5 hari), kondisi kesehatan saya jauh semakin membaik. Dari beberapa literatur dan bacaan yang saya rutin nikmati setiap hari tentang kehamilan, si bayi berusia 16 minggu ini sekarang sudah sebesar buah alpukat. Dan yang sangat menyenangkan adalah, bayi di dalam perut sudah bergerak dengan aktif dan saya sudah bisa merasakan lho! seru banget ya. meskipun hanya gerakan - gerakan kecil dan belum bisa terlihat dari luar perut, tapi si bayi cukup aktif bergerak semenjak 2 minggu belakangan ini dan sangat terasa khususnya di malam hari saat saya bersantai menjelang waktu beristirahat tidur.

Tepat di hari yang sama, 5 hari yang lalu kami juga kontrol ke dokter. Kabar baiknya, saat ini kita sudah pindah dokter. Bukan lagi ke dokter yang lama, melainkan ke dokter Benny namanya. Kebetulan, sehari - hari dia praktek di Klinik Kimia Farma Jl. Braga (deket banget sama rumah, hanya 5 menit). Selain itu, dia juga praktik di RS Hasan Sadikin dan RS Advent. Jika tidak ada halangan, mungkin saya akan menjalani proses persalinan di RS Advent saja. Eh ngomong - ngomong, apa itu kabar baiknya? Kabar baiknya ada saat kami kontrol dan bertemu dengan dokter Benny.

Kamis, 22 Desember 2016

Saat Kau Memahami, Ibu-mu Terinfeksi HIV

Hai Malika,
Tujuh tahun sudah umi terinfeksi HIV, hidup tidak semudah seperti yang orang lihat kala bertemu dengan umi secara langsung, atau membaca tulisan - tulisan umi di blog atau postingan di social media. Its been up and down, walau pada dasarnya umi adalah seorang yang sungguh ceria. Kala itu umi sama sekali tidak berfikir apa yang terjadi dalam kehidupan ini 10 atau 20 tahun dari hari itu dimana dokter menyatakan bahwa umi terinfeksi HIV. Saat itu hanya kesedihan, kepedihan, kehilangan yang menyelimuti 12 bulan pertama hidup sebagai seorang yang terinfeksi HIV. Puji syukur hari ini, umi percaya pada kekuatan yang Tuhan berikan. Bahwa umi bisa tetap mempertahankan kualitas kesehatan, bahkan hingga hari ini kamu akan memiliki adik lagi

Hari - hari terus berlalu, sampai rasanya tiba di titik ini. Saat umi memandang wajahmu yang kini menginjak usia 9 tahun. Kamu yang semakin besar, dan aktif mengikuti begitu banyak kegiatan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Yup, Putri kecil umi yang sembilan tahun lalu dilahirkan dengan suka cita, kini sudah tumbuh secepat pohon menjulang tinggi. Kegemaranmu bermain Futsal, dan cita - cita menjadi atlit renang sungguh membanggakan kami. Kau tumbuh dengan rasa pengertian yang begitu besar, entah siapa yang mengajarkan.. entah melihat dari mana. Kamu tidak pernah merengek untuk meminta sesuatu, malah lebih memilih untuk mendiskusikan keinginan-keinginanmu, sehingga kami bisa melihat skala prioritas apakah benda yang dia mau tersebut adalah bagian dari kebutuhan yang sifatnya krusial atau hanya keinginan sesaat.

Rabu, 21 Desember 2016

Cara dan Peralatan Untuk Membuat Mandala

Kalau di tulisan sebelumnya saya menjelaskan sedikit mengenai esensi Mandala dalam tradisi kuno di agama Hindu serta misteri bagaimana kehamilan ini memicu saya sangat aktif mengoperasikan kedua tangan serta otak dan hati saya untuk menggambar Mandala.

Baca Tulisan sebelumnya Yuk :
Sejarah dan Misteri Kegemaran Membuat Mandala Selama Masa Kehamilan

Di tulisan kali ini saya akan membagi kepada teman - teman semua kira - kira alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Mandala ini, dan bagaimana step - step nya. Semoga bisa dipahami dengan mudah, bagus lagi jika teman - teman terinspirasi untuk membuat karya serupa. Nah, ini nih Peralatan yang teman - teman butuhkan. Sangat sederhana, relatif tidak terlalu mahal dan masih mudah dicari di toko buku.

Here is the equipment :
  • Pensil, Penghapus, Rautan, Jangka dan Busur
  • Penggaris Panjang (Minimal 20 Cm)
  • Kertas HVS Polos (Warna sesuai selera)
  • Snowman - Drawing Pen Ukuran 0.1, 0.2 dan 0.3 (Warna Hitam, merk sesuai selera dan kocek)
  • Snowman - Spidol (Warna Hitam, merk sesuai selera dan kocek)
  • Sakura - Gelly Roll Pen (Warna warni sesuai selera, Merk sesuai selera dan kocek), kalau ini fungsinya untuk mewarnai bagian dalam. Kalau mau membuat mandala langsung dengan gelly roll ini juga bisa, untuk merk Sakura ada yang tinta biasa, tinta metalik, dan tinta dengan glitter, katanya sih ada yang glow in the dark juga.. tapi belum nemu sih.

Selasa, 20 Desember 2016

Sejarah & Misteri Kegemaran Membuat Mandala Selama Kehamilan

Gambar 1. Sumber Ancient.eu
Pernahkah beberapa teman melihat postingan saya di facebook, Instagram atau path akhir - akhir ini, tepatnya sih selama kehamilan 4 bulan terakhir. Begitu banyak berseliweran hasil gambar saya, bentuknya lingkaran dengan begitu banyak pattern di dalamnya. Gambar - gambar ini tentunya terinspirasi dari hasil karya beberapa Mandala Artist yang pernah saya temukan. Yup, namanya gambar yang saya buat adalah Mandala. berdasarkan beberapa literasi yang pernah saya baca, kata Mandala berasal dari terminologi umat Hindu yang berarti lingkaran atau cakram. Mandala dapat didefinisikan dalam dua hal, secara eksternal sebagai representasi visual alam semesta dan secara internal sebagai panduan untuk beberapa praktik tradisi dan kebudayaan di Asia, salah satunya simbol meditasi.

Keterangan Gambar 1 : Mandala asal Tibet yang digambar di Sera Monastery, 2 Km dari Lhasa, Tibet. Gambar Asli dari Kosi Gramatikoff, di uploaded oleh Christian Violatti dan di publish secara terbuka pada 7 September 2013.

Mandala adalah simbol pengabdian dalam kekuatan suci agama Hindu dan Budha, Mandala juga digunakan dalam Filosofi India, Jainism. Mandala dapat dilukiskan di kertas, kayu, batu, pakaian maupun tembok. Dalam beberapa tradisi, Mandala bisa dibuat menggunakan bahan yang berasal dari material sungai seperti pasir. Dalam tradisi Budha Tibet, fungsi dari Mandala sangatlah kuat dan dipercaya sebagai struktur arsitektural dan hampir semua kuil dibangun dengan bentuk Mandala Raksasa. 

Selasa, 29 November 2016

Ngidam dan Drama Muntah Tak Berkesudahan

Ingat gak postingan saya sekitar 3 bulan lalu, yang soal pengumuman kehamilan saya. gak ingat? atau emang belom baca? hehehe.. ini nih tulisan yang ini "Setelah 9 Tahun, Akhirnya Hamil Lagi!". Nah dalam tulisan tersebut, saking excited dan bersemangatnya saya, tertuanglah janji untuk rutin menulis di blog ini. Saya bermimpi akan menceritakan daily activity saya selama kehamilan, khususnya karena kehamilan saya sangat special. Eh, ternyata janji tinggalah janji.. semua niat saya pupus bukan karena saya gak punya ide buat nulis. Bahan mah banyak banget.. tapiii persoalannya adalah.. saya ada di trimester pertama kehamilan dimana "Ngidam dan Drama Muntah tak berkesudahan" mendominasi hari - hari saya selama 3 bulan kebelakang ini.

3 bulan kebelakang? What? Usia kehamilannya sudah 3 bulan yu? Iyaaa, alhamdulilah sudah masuk usia 12 Minggu. Dan persoalan mual muntah ini tak kunjung jua berakhir. Makin heboh tiap harinya. Meskipun ada masanya satu hari sangat baik, tidak ada muntah dan mau makan banyak. Tapi keesokan harinya? seringkali gak berjalan semulus hari sebelumnya. Kalau menurut dokter sihh, semua baik - baik aja ya, mual itu salah satu indikasi yang baik.. bahwa hormon di tubuh si ibu berkerja dengan maksimal. Ada banyak sekalian kejadian yang lucu, menggemaskan, mengesalkan dan saya bisa bilang menyedihkan dalam konteks drama ngidam dan muntah ini. 

Jumat, 18 November 2016

Daftar Kecemasan Kehamilan (saya) si Ibu HIV+

Minggu ini, si Jabang bayik sudah memasuki usia kandungan 11 minggu, YEAY! Saya sangat bahagia, sekaligus deg-deg an setengah mati. Karena, makin hari, kondisi tubuh saya ini semakin ndak karuan. Lho? Gak Karuan gimana? Same problem with soooo many pregnant women in their first semester, rasa mual dan tidak nafsu makan kerap kali menghantui, bahkan kini bukan lagi menghantui.. udah jadi penghuni rumah kami. Selain itu, tiada hari tanpa muntah, dan itu membuat saya turun berat badan cukup drastis, dari awal kehamilan di BB 52 Kg, sekarang berat badan saya hanya 48 Kg. Menurut dokter, hal ini masih amaann. Yang penting, saya gak dehidrasi, masih mau makan walau cuma secuil secuil, dan ga ada tanda - tanda pelemahan di beberapa organ vital.

Hasil USG si jabang bayik pun looks sooo Normal, saya sangat Happy melihat dia di layar alat ultrasonografi. Alhamdulilah kedua kaki dan kedua tangannya lengkap sempurna, bergerak lincah saat alat usg menempel di perut saya. Rasanya sangat mengharukan, meskipun hanya bisa memandangi si jabang bayi dari monitor saja. Kebahagiaan dan kegelisahan menahan rasa mual setiap harinya kini bergabung menjadi satu, ditambah ada satu rasa cemas yang mendadak hadir di tengah - tengah semua perasaan itu. Meski ada orang yang bilang, santai aja jangan dipikirin.. pasti ada jalannya. Atau ada juga yang bilang, semua bakalan baik - baik aja yu.. relaks. But NO, saya ga bisa nyantai. Saya harus memikirkan jalan keluar dari kecemasan saya, salah satunya dengan membuat daftar kecemasan di blog saya ini. Jadi tulisan saya tidak bermaksud akan membuat orang = orang yang membaca jadi ikut cemas, tapiiii.. Mudah - mudahan setelah tahu apa saja yang saya cemaskan, saya tahu bagaimana cara mencari jalan keluarnya.

Jumat, 28 Oktober 2016

Bagaimana Cara Menikmati Terapi ARV Seumur Hidup?

Tadinya, saya ingin memberi judul tulisan ini menggunakan bahasa Inggris "How to Enjoy Your Lifetime Therapy?". Rasanya lebih enak gitu dibacanya.. lalu saya berfikiri, Ahh dasar kamu Ayu, Ke BARAT - BARAT an.  Hahaha, akhirnya, demi tulisan ini dapat dipahami oleh semua pembaca saya. Maka saya memutuskan untuk menggantinya dengan menggunakan bahasa indonesia. Nah, seperti judulnya yang bisa dibaca dengan jelas ya, hari ini saya akan menceritakan bagaimana cara saya menikmati terapi / pengobatan yang berlangsung seumru hidup saya ini. Tips ini mungkin gak bisa pas yaa sama semua orang, tapi paling gak.. semoga teman - teman bisa menggambil cara - cara yang menurut kalian pas dan asik buat dijalanin juga.

Kalau kalian bingung, terapi apa sih, si ayu nih? Emang dia sakit ya. Coba baca tulisan saya sebelumnya disini : Anti Retroviral Theraphy, My Life Pills. Kalian juga bisa baca - baca bio saya, atau tulisan saya sebelunmnya, tsebenarnya ada apa dengan si ayu. Hehehe.. Semoga bisa menjawab kebingungan pembaca yang baru hari ini banget mulai kenal blog saya. dan dalam rangka mensyukuri usia kandungan yang memasuki usia 8 minggu, saya ingin lebih banyak berbagi dengan kalian semua. So, Please enjoy cerita hari ini yah!

Rabu, 19 Oktober 2016

Anti Retroviral Therapy, My Life Pills!

Hai, hari ini saya akan bercerita tentang obat - obatan yang saya minum setiap harinya. Yup, seperti yang ada di judul tulisan hari ini. Kenapa saya mau bercerita soal ARV? Karena ada banyak hal tentang obat ini yang dipahami dengan salah oleh banyak orang. Bahkan ada banyak pihak yang bilang bahwa ARV adalah salah satu penyebab kematian mereka yang terinfeksi HIV. Kesalahpahaman ini kemudian dipelihara, disebarluaskan dan dimaknai oleh mereka yang kosong dan tidak mengerti apa - apa. Sehingga, semakin banyak sahabat - sahabat saya yang terinfeksi HIV, meninggal karena memutuskan untuk tidak mau lagi mengkonsumsi ARV. Rumors soal ketidakefektifan ARV ini, seharusnya bisa kita cegah dengan mulai membicarakan manfaat - manfaat serta peluang dan kebaikan yang ditimbulkan setelah mengkonsumi ARV.

Itu sebabnya, hari ini saya memutuskan untuk lebih banyak bercerita soal ARV itu sendiri, perjalanan saya minum obat, suka duka, dan manfaat besar yang saya rasakan selama hidup dengan HIV. Oh iya, tulisan hari ini adalah murni pemahaman sebagai pasien, saya bukan dokter, atau ahli atau pakar. Pengalaman mengkonsumsi obat tersebut, pengalaman mendampingi teman - teman yang hidup dengan HIV, serta ditambah dengan komunikasi yang intens dengan para pakar, ahli dan dokter di bidang HIV. Jadi, jika ada pertanyaan terkait medis dari kawan - kawan semua yang membaca tulisan ini, akan saya tanyakan terlebih dahulu pada dokter saya, tidak akan serta merta saya jawab jika saya tidak tahu dan tidak paham.

Senin, 17 Oktober 2016

30 Tahun kehidupan Penuh Syukur!


WARNING : Tulisan ini berisi Ceramah Gak Penting, Curhatan Soal Nambah Umur. Jika anda Gampang Bosan dan jenuh dengan ceramah ala ala pemuka agama, Jangan baca Tulisan saya yang ini ya! Hehehehe *Peace (^.^)v

Bagi saya pertambahan usia bukan sesuatu yang harus dirayakan, karena setiap harinya usia saya bertambah terus. Meskipun tahun ini usianya genap di angka 30, kami sekeluarga tidak merayakannya dengan berlebihan. Persis seperti tahun - tahun sebelumnya. Di tanggal 13 Oktober tidak akan ada lilin untuk ditiup, kue ulangtahun untuk dipotong atau dimakan bersama. Yang ada hanya rasa syukur yang semakin berlipat ganda karena berkah yang gak ada habisnya diberikan Tuhan pada saya, dan keluarga kecil saya ini. Ketimbang merayakan dengan berlebihan, saya memilih untuk berefleksi dan introspeksi diri kembali. Apakah di hari - hari sebelumnya, ada hal yang semestinya tidak saya lakukan sehingga saya bisa melakukan perbaikan - perbaikan.

Minggu, 09 Oktober 2016

Bagian Tersulit di Kehamilan Trimester Pertama

Hola, mimpi untuk terus meng-update cerita - cerita kehamilan, nampaknya harus terus dipelihara supaya gak kalah dengan pregnancy mood yang up and down. jadi mumpung sekarang kondisinya lagi lumayan enak, mari kita tumpahkan segala hal yang ada di kepala dan hati ini. Bagi yang belum kenal saya, bisa silahkan klik foto mbak - mbak yang megang di mic di halaman kanan website ini. Kalian bisa kenalan lagi sama saya, jadi ndak usah cerita panjang lebar lagii yaaa. Nah, kali ini saya mau cerita tentang hal - hal yang lumayan bikin mood saya swing swing seperti ayunan semenjak kehamilan ini berjalan masuk ke minggu ke 5. What, sudah minggu ke 5? Yeay, its getting bigger and bigger.

So, tanggal 7 Oktober 2016 lalu, saya dan suami kembali kontrol ke dokter Anita Rachmawati. Di cerita sebelumnya kami mencari dia hingga ke negeri china (Baca : Arcamanik) yang jauhnya minta ampun. kenapa harus ke dokter Anita, because she's familiar and friendly dengan persoalan Ibu HIV seperti saya ini. Nah, kali ini kami ke RSUP Hasan Sadikin, tempat saya kebetulan juga kontrol bulanan untuk persoalan HIV saya. Alhamdulilah lebih dekat dan lebih gampang dijangkau yah. Kedatangan kami kali ini membawa harap yang sama untuk kembali melihat si jabang bayi di dalam rahim saya. Bagaimana kabarnya doi?

Minggu, 02 Oktober 2016

Cinta Sang Larasati (6)

Mereka selalu memiliki hari itu, kebersamaan di senin malam. Saat matahari mulai beranjak pergi dari singgasananya, dan sang bulan menekan tombol nyala sehingga parasnya dapat menerangi dua orang yang sedang menikmati makan malam di warung tenda. Lara, akan segera berangkat untuk menempuh pendidikannya di negeri paman Sam. Entah dengan alasan apa dia memutuskan itu. Tapi Aria Sena, seorang pria supportif yang senantiasa mendukung Lara perempuan yang sangat dicintainya itu. Sehingga beberapa bulan sebelum kepergiannya, mereka menghabiskan waktu yang mereka miliki sebaik mungkin, Senin malam.

Baca Cerita Sebelumnya : Cinta Sang Larasati (5)

Warung tenda itu akan dipenuhi oleh pasangan muda - mudi, serta beberapa kumpulan anak muda yang memilih untuk nongkrong di warung tenda murah meriah, ketimbang bar dengan minuman dingin yang harganya bisa membayar 4 piring makanan mereka di warung tenda tersebut. Warung tenda itu, kemudian menjadi tempat paling manis yang kelak diingat Aria saat Lara sudah meninggalkan Indonesia. Dan Aria hanya punya 4 Hari Senin.

Selasa, 27 September 2016

Hamil dan Positive HIV, berbahayakah?

Beberapa teman cukup terkejut mendengar kabar kehamilan saya. Jika mereka yang berasal dari circle HIV tentunya gak akan begitu kaget, karena kebanyakan dari mereka pasti sudah sangat paham tentang issue ini. Tapi bagi beberapa orang (bahkan) termasuk beberapa orang dari keluarga dan teman dekat, banyak sekali yang menanyakan. "Yu, elu kan HIV ya.. emangnya gak bahaya gitu.. Hamil? Nanti bayinya ketularan gak?". Respon tercepat yang saya berikan senyum, kenapa? Karena saya seneng banget ada yang bertanya seperti itu. it means, ada orang lain yang concern dengan persoalan ini dan ingin tahu. Dan kita harus menghargai lho, jika ada mereka yang bertanya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu.. saya mau sambil nulis di blog aja. Biar teman - teman yang lain juga bisa pada baca dan memahami situasinya. Eits, tulisan ini bukan cuma buat pembaca setia blog saya aja ya (kayak ada ajaaaa gituuuu, ih pede banget hahaha), melainkan untuk teman - teman ODHA lainnya yang (mudah-mudahan) terinspirasi untuk juga punya keturunan yang sehat, dan bebas HIV.

Sabtu, 24 September 2016

Setelah 9 tahun, Akhirnya Hamil Lagi!

Teman semuaaa, Hari ini saya sungguh bersemangat untuk kembali (KONSISTEN) nge-blog. Iyaaa, benerannn.. Mau tau gak alasannya? Well, alasannya karena saya HAMIL gaess. iyaaa, Hamil... ada jabang bayi di dalam rahim saya. Ya Allah, Alhamdulilah.. saya gak henti - hentinya bersyukur. Saat sadar, blog kembali berdebu selama 3 bulan terakhir, saya merasa sungguh menyesal. Dan akan menebusnya dengan menceritakan detil kehamilan saya di blog, mulai hari ini, sampai (INSYAALLAH) hari kelahiran nanti, setelah si bayi lahir. Saya yakin semua teman akan pada banyak bertanya-tanya.. jadi mendingan saya tuliskan, hitung-hitung bisa saya bacakan kembali pada si jabang bayi setelah lahir nanti. 

Pertanyaan - pertanyaan yang muncul akan seputar, "Kok bisa ya, Perempuan yang terinfeksi HIV seperti ayu, Hamil?", atau mungkin ada pertanyaan lainnya.. "Nanti bayinya ketularan gak?".. atau pertanyaan lain soal kehamilan dan HIV.  Tenang aja.. teman sekalian bisa nulis semua pertanyaan di kolom comment, saya janji akan jawab. Kalau ga tau jawabannya, saya akan tanya dokter, atau suami, atau ibu saya. Hihihihi.. trust me I am so excited to face so many things today until next 30 weeks in front.. So here we go!

Jumat, 16 September 2016

Cinta Sang Larasati (5)

Lara ingat, percakapan terakhirnya saat dia masih berada di Washington Dc. Lara sedang menunggu jemputan yang akan mengantarnya ke bandara. Jadwal penerbangan yang masih sangat lama dari waktu check out, sekitar 5 atau 6 jam. Biasanya Lara berkeliling kota untuk membunuh waktu, tapi hari itu Lara memilih untuk menghubunginya. Dan itu merupakan percakapan terakhir mereka, dia bahkan lupa apa saja yang dibicarakannya. 

Andai Aria tahu, bahwa pandangan matanya tidak akan pernah Lara lupa. Mata cokelat yang menatapnya dalam setiap mereka bertemu dan bercerita. Andai Aria tahu, Lara tidak pernah lupa akan lengan hangat yang selalu menggengam tanganya saat menyebrang jalan. Andai Aria tahu, Lara akan selalu mengingatnya setiap menyesap aroma kopi. Lara akan selalu ingat malam-malam dimana Aria lah pria yang mendekapnya dan mencumbunya hingga dia tertidur. Namun Lara tidak ingin ingat, bahwa sepulangnya dari Washington, Lara hanya ingin menutup bukunya dan melupakan Aria. Lara tidak ingin menyakitinya.

Minggu, 21 Agustus 2016

Cinta Sang Larasati (4)

Lara menyesap dengan khidmat cokelat panas di cangkir putihnya. Minuman yang selalu ada menemani hari - harinya. Jika tidak menemukan cafe yang bisa menyediakan secangkir cokelat hangat, dia biasanya dengan mudahnya melangkahkan kaki ke tukang kopi pinggir jalan. Dengan selembar uang dua ribu rupiah, Lara akan membeli air panas untuk diseduhkan pada sebungkus cokelat panas yang selalu tersedia di tasnya. Gadis ini memang antik, katanya cokelat akan membuatnya tenang sekaligus mengembalikan kebahagiaannya. 

Pagi ini dia membutuhkan itu, setelah membaca sebaris pesan di telfon genggamnya yang masuk pukul 3 pagi dini hari tadi. Itu dari Aria. "Lara, sedang sibukkah kamu? Saya perlu bertemu untuk mengklarifikasi beberapa berita untuk rubrik harian saya. Apakah saya bisa membuat janji temu."

Dia sedikit bingung, sembari mengingat - ingat. Adakah wartawan lain yang menghubunginya di pukul 3 pagi, selain Aria. Tidak ada. Lalu Lara menyimpulkan, bahwa pesan singkat Aria bukan untuk membahas apapun yang berhubungan dengan aktifitasnya dengan sampah, atau mengklarifikasi apapun. Ini pasti tentang mereka, yang juga mengganggu Lara beberapa hari ini, setelah pertemuan pertama mereka beberapa hari lalu.

Rabu, 17 Agustus 2016

Cinta Sang Larasati (3)

Aria mematikan batang rokoknya yang entah sudah keberapa. Lalu dia mengambil sebatang lagi, menaruh di ujung mulutnya yang hampir tertutup jenggot dan kumis. Dia nyalakan pemantik dan membakar rokoknya kembali. Pikirannya melayang layang, wajah Larasati memenuhi langitnya malam ini dari sela asap asap rokok yang dihembuskan dari mulutnya.

Telfon genggamnya berdering nyaring, memecah lamunannya. Nama Sarah muncul di layar. Tidak mau menunggu deringannya semakin nyaring, Aria memencet tombol menerima panggilan itu.

"Ya.." suara Aria tidak bersemangat.

"Lho, kok lemas. Kamu Sakit?" Tanya perempuan itu dari ujung sambungan telfon.

"Enggak kok, baik-baik aja. Cuma lagi males malesan aja. Ini lagi ngerokok  sambil bengong diatas."

"Oh ok. Aku make sure aja, habisnya kamu gak bisa jemput hari ini. Terus gak hubungi aku sama sekali. Kan aku khawatir."

"Aku gak apa sar. Kamu udah tutup Toko? Jadinya langsung pulang atau mau kemana?"

"Ini udah di mobil, mau dinner sama anak-anak kampus. Mereka mau ngajak bikin collab buat desain produk ku bulan depan."

"Ok. Take care ya."

"Udah? Gitu aja. Udah ga love love me lagi nih?"

Dengan malas Aria mengakhiri telfonnya dengan kalimat itu "I love you Sarah"

Selasa, 09 Agustus 2016

Cinta Sang Larasati (2)

Sore itu Dewa asmara sedang dirundung pilu karena merasa gagal melakukan tugasnya, dia berfikir keras bagaimana caranya agar Lara bahagia. Dia mengutak atik panahnya, sepertinya ada yang salah dengan panah itu. Sepertinya sudah waktunya Dewa mengganti panahnya yang sudah berusia 2500 tahun, nampaknya panah tersebut sudah mulai uzur dan kurang lentur sehingga tidak bekerja secara maksimal. Di tengah - tengah pengamatannya terhadap perangkat pemersatu cinta-nya, Dewa mendengar suara Lara dari kejauhan. Suara itu terdengar risau, namun ada nada kebahagiaan di dalamnya.

Sang Dewa Asmara bergegas meletakan panahnya, dan mengintip dari balik awan lalu berusaha mencari tahu dari mana asal suara Lara. Tepat seperti dugaannya, Lara sedang menelfon seseorang. Siapakah gerangan yang Lara hubungi? Dewa sangat penasaran. Mengapa terlihat kening mengkerut, matanya melihat ke segala arah tidak menentu dan ada bulir keringat di pelipisnya. Siapa gerangan yang membuat Lara terlihat aneh.

Dengan kekuatan supernya, Dewa Asmara memasang alat pencuri dengar super. Alat tersebut mampu mendengarkan suara sekecil apapun dari jarak terjauh. Dengan tidak sopan karena tidak seizin Lara, Dewa menyimak dengan seksama percakapan Lara dengan seorang pria. SEORANG PRIA!! Dewa bergegas kembali mengambil Panahnya dan menuju tempat Lara.

Minggu, 07 Agustus 2016

Cinta Sang Larasati (1)

Lara tidak pernah menyangka hidupnya sepilu ini. Dia berkali kali kehilangan orang - orang yang dicintainya, sepertinya panah dewa asmara selalu melesat jauh melaluinya. Dia lebih sering menyebut dirinya apes. Bukan tidak ada orang yang mau mencintai Lara, tapi kisahnya selalu kandas di tengah jalan. Berbagai hal terjadi, seperti ada sesuatu yang selalu berupaya membuat Lara kehilangan cintanya. 14 tahun waktu yang tidak sebentar untuk Lara mengalami semua ini, hingga Lara merasa sangat lelah, dan memutuskan untuk tidak mau mencintai siapapun lagi.

Lara memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dan menyelesaikan pendidikannya. Pengalamannya dalam bidang pengelolaan sampah membuatnya sibuk. Sibuk mengadakan diskusi dan kegiatan dengan kelompok - kelompok pengelola sampah di banyak kota,  sibuk melatih ibu-ibu PKK di komplek-komplek tentang bagaimana mengolah sampah rumah tangga sampai di minta oleh sekolah-sekolah dan perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi narasumber. Sampah menjadi sahabat terbaiknya, sampai ia lupa akan cinta. Cintanya pada sampah, membuatnya lebih hidup.

Kamis, 28 Juli 2016

Hidup Saya Setelah Era-nya Sosial Media


Ada gak yang pernah iseng mengetikkan namanya sendiri di situs pencarian google, and click search. Lalu lihat apa yang keluar di halaman tersebut? Well, kalau saya. Cukup tercengang juga melakukan hal tersebut. Mostly, semua yang berhubungan dengan saya dan aktifitas di isu HIV AIDS akan muncul dan terpampang nyata di halaman dunia maya tersebut. Bagaimana kemudian dalam satu kali click orang bisa tahu siapa kita, ada apa dengan kita, dan kita gak pernah tahu apa yang terjadi setelah itu. Berdoa saja semua akan menjadi hal positif. AMIN!

Nah, setelah tulisan saya yang GAK JELAS dan super galau terakhir itu. Saya memutuskan untuk bangkit dan kembali menikmati hidup serta meninggalkan kegalauan. Lalu sambil menjalankan upaya menstabilkan hati dan jiwa, saya membaca notifikasi yang masuk di facebook KEB Bandung mengenai rencana "Program Inspirasi Ngeblog", tanpa berfikir dua kali saya langsung isi form-nya dan ikutan dengan harapan bisa dapat lebih banyak inspirasi untuk ngeblog, serta bisa tahu seperti apa saat kita jadi inspirasi bagi orang lain. Nahhh, ini program nya sudah dimulai lho. Dan tulisan pertama saya dalam PIN (sok sok disingkat, Program Inspirasi Ngeblog) adalah terinspirasi dari tulisan mak Injul yang cerita tentang Medsos sebagai Ajang Curhat. Alahhhh ini mah gue banget deh mak Injul (songong! hahahaha *sun tangan ke Mak Injul). Sosmed dan blog (khususnya) memang sengaja dibikin maksimal sebagai tempat curhat dan berbagi

Senin, 18 Juli 2016

On my deepest level of No Spirit left

Rasanya ini masa masa paling buruk dalam hidup saya. Bukan, bukan karena saya kehilangan anggota keluarga. Bukan juga karena saya tidak memiliki pekerjaan. Melainkan, saya tidak memiliki semangat dalam menjalani kehidupan yang sesungguhnya sudah super sempurna ini. Jujur rasa ini sangat mengerikan. Dan banyak orang (dengan gampangnya) bilang, bahwa saya gak banyak bersyukur atau gitu aja kok menyerah, atau lah masalahnya dimana. Saya tidak mampu mengutarakan perasaan ini, rasanya bisa - bisa saya tidak mampu melanjutkan hal - hal yang sudah tersaji baik, hanya karena kehilangan semangat.

Rasanya saya hidup seperti robot, saya menjalankan semua aktifitas kehidupan saya seperti biasa. Mengurus anak dan suami, bekerja sembari bolak balik Jakarta dan Bandung. Saya memasak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bermain dengan anak. Saya mendapatkan dukungan dari tim kerja di kantor meskipun ada kekurangan disana sini. Saya mendapatkan cinta kasih dari suami dan anak - anak, meskipun ada kalanya mereka juga lelah menunggu saya pulang. Tapi rasa ini, rasanya buruk sekali. Saya tidak lagi memandang semua dengan semangat, saya hanya menjalankannya karena saya merasa itu adalah kewajiban saya. ya, kewajiban sebagai saya, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai pekerja. Rasanya hampa, melakukan sesuatu tanpa semangat.

Ada yang pernah bilang, "Saat lo sudah hampir menyerah, ingat bagaimana usaha lo memulai semuanya" trust me.. that quotes didnt work well. Saya tahu betul, saya sudah bersusah payah melakukan banyak hal, and I achieve so many things. Tapi entah kenapa.. rasanya semua begitu jauh dari semangat. Oh I really need my spirit back. 

Sabtu, 09 Juli 2016

Hari Raya Idul Fitri, Cerita Lebaran 2016

Maaf Lahir Batin dari kami!
Selamat Hari Raya Idul Fitri Teman!!
Mohon Maaf Lahir dan Batin, jika selama ini ada tulisan - tulisan saya yang gak beres, nyeleneh atau menyakiti perasaan teman sekalian yang membacanya. Sesungguhnya semua yang tulis disini jujur semua, gak ada yang dibuat - buat ataupun dikarang, tapi gak ada satupun yang punya maksud khusus untuk menyakiti atau menjatuhkan seseorang. Dimaafkan kan? Alhamdulilah. terima kasih ya! 

Tulisan kali ini akan bercerita mengenai Hari Raya Idul Fitri ala keluarga saya. Tahun ini ada yang berbeda dan sebenernya bikin sedih sih, cuma gak apa. Bukan masalah sama sekali. Ada hal - hal yang bisa selalu kita dapatkan dengan mudah, tapi ada juga hal hal yang gak bisa kita dapatkan, gak bisa raih.. dan tentunya ada alasan khusus, kenapa sampai kita gak bisa mendapatkan itu. Konon Ali Bin Abi Thalib pernah berkata " Jangan risau dengan nikmat yang belum kita miliki, tapi risaukanlah nikmat yang belum kita syukuri". Terus apa yang beda dari lebaran tahun ini? Yang beda, saya gak pulang ke Pamulang, gak ketemu sama Mama dan Papa. Walaupun diluar hari Raya Idul Fitri, kami masih intens bertemu, tapi jauh dari kedua orangtua ada rasa berbeda. Jadi apa aja yang beda ya...Yuk, Selamat menikmati tulisan hari ini ya.

Selasa, 05 Juli 2016

Sanlat MQ 2016 - Ruang Untuk Malika Belajar Kemandirian

Malika sebelum berpisah dengan kami
Alhamdulilah, hari ini kita sudah memasuki hari ke 30 Ramadan. Setiap kali, 1 Syawal akan tiba esok saya sering bertanya-tanya, apakah kita sama-sama sudah siap mempraktikan segala pembelajaran yang kita terapkan selama Ramadan. Nah, tahun ini saya berikhitar untuk belajar bersama - sama Malika untuk mengikuti sekolah ahlak langsung dari seluruh komponen kehidupan di bulan Ramadan, fokusnya bukan hanya ada pada saya sang Ibu, tapi juga Malika puteri kecil saya yang sudah gak kecil lagi.

Nah salah satu tahapan pembelajarannya adalah mengisi aktifitas belajar selama libur Ramadan ini dengan mengikutsertakan Malika dalam kegiatan Pesantren Kilat. Hihiihi, kebayang gak sih melepas anak sendirian di dunia luar? Pada awalnya saya ragu, dan bertanya-tanya apakah Malika bisa, apakah Malika sudah siap, Nanti kalau ada apa-apa bagaimana? Lalu kami mencoba mengkomunikasin terlebih dahulu kepada sang anak. "Neng, mau gak ikut Pesantren kilat?" dan tanpa ba bi bu be bo.. dia langsung jawab dong "MAU!!". Well, okeeeeeeyyy... kesigapannya menjawab ternyata gak lantas membuat saya langsung yakin, masih lho ada rasa ragu dan khawatir. Jujur ini kalau memang jadi Malika berangkat ke pesantren, maka ini akan jadi kali pertama dia jauh dari saya.

Minggu, 03 Juli 2016

Bagaimana 'Dory' menemukan Keluarga dan dirinya sendiri?

(Suara ikan Paus) Sii aa paa yaang suu daah noontooon Fiin diing dooo riii??? Yeayy.. kami sudah dong! Yup Malika dan saya sudah nonton salah satu film anak-anak yang paling dinanti tahun ini. Kami nontonnya berempat, bersama kakak laki-laki dan adik perempuan saya yang kebetulan sedang berkunjung ke Bandung. Kami sepakat untuk mengisi waktu ngabuburit dengan menonton bioskop dan Finding Dory, menjadi pilihan film kami. Kenapa mau nonton film ini? Well, simple sih. karena kami sudah menyaksikan Finding Nemo, dan kita semua sama-sama tahu bahwa Dory, adalah salah satu tokoh yang berada di film tersebut. Dory, adalah ikan tersesat yang bertemu dengan Marlin, ayah Nemo, dan membantunya mengarungi luas samudera untuk mencari anaknya Nemo yang ditangkap oleh para penyelam. Lalu bagaimana kisah Dory di film ini ya? Baca tulisan saya, lalu nonton filmnya. (dijamin bukan spoiler).

Sebelum masuk ke cerita tentang film, ada beberapa hal yang harus teman-teman pahami. Yang pertama, Dory adalah nama tokoh ikan yaa, bukan nama jenis ikan. Jenis dari Dory adalah ikan Blue Tang, atau nama latinnya Paracanthurus hepatus. Yang kedua, Ikan ini bermata besar, berwarna dominan biru dengan sedikit bagian hitam di bagian belakang dan sirip serta buntut berwarna kuning. bentuk dari ikan ini datar, tidak menggembung seperti si Nemo. Yang ketiga, Ditemukan pertama kali oleh Carl Linnaeus pada tahun 1766. Jadiii bukan Ikan Dori ya, ikan Blue Tang. Kalau ikan dori yang biasa kita makan itu beda lagi, dijamin memang ikan dori adalah ikan untuk konsumsi, bukan jenis Ikan dalam tokoh Dori ini. Dan (sedihnya) yang terakhir, berdasarkan World Conservastion Union, Ikan Blue Tang ini masuk kedalam kategori Least Concern yang artinya tidak begitu mendapat atensi, meskipun kerentanan kepunahannya rendah, namun dengan masuknya kedalam kategori LC, maka siapa yang tahu kalo 10 atau 15 tahun lagi keberadaan Blue Tang bisa punah.

Operasi Pengangkatan Fibroadenoma Mamae (FAM)

The name tag
Alhamdulilah akhirnya operasi pengangkatan Fibroadenoma Mamae (FAM) di payudara kanan saya telah dilaksanakan kemarin, hari Jumat, 24 Juni 2016 pukul 12.25 waktu indonesia bagian Bandung, hehehe. Operasi dilaksanakan di Instalasi Bedah Sentral di RS Hasan Sadikin. Gimana perasaannya sekarang? huuuhuhuu, masih sakit pasca pemulihan operasi, tapi sungguh lega karena akhirnya operasinya sudah dilaksanakan dengan sangat lancar. So i will share how the process goin, and how the process after the surgery. Semoga cerita hari ini bisa menjadi informasi yang bermanfaat bat teman-teman semua.

Pukul 7 Pagi, kami sudah tiba di RS Hasan Sadikin, saat itu kami dibantu oleh salah satu kerabat suami saya untuk mengurus semua administrasi BPJS. Jadi kami tinggal duduk manis di ruang instalasi bedah sentral yang terletak di lantai 4, di area UGD. Disana, masih sangat sepi, kami sengaja datang pukul 7, karena berdasarkan hasil informasi terakhir yang kami update, saya mendapat giliran pertama operasi. Dan ternyata, jadwalnya molor. Sepertinya, mereka memprioritaskan pasien rawat inap terlebih dahulu. Sejak pukul 7.30, dokumen saya sudah siap. I already wear my patient bracelet, tahu kan yang berwarna biru muda (atau bisa jadi warna lain), dengan nama dan tanggal lahir serta nomer record pasien kita tertulis disana, and there is also a barcode which I dont know the function. Mungkin saat barcode itu di tapping ke sebuah alat, data pasien akan automatically muncul di layar komputer.

Kamis, 23 Juni 2016

Belajar Sejarah Gerakan Perempuan Lewat Film Suffragette

sumber : google.com
Kamu-kamu suka nonton film? Suka sesuatu yang berbau sejarah, atau pergerakan perempuan? Kalau jawabannya 'iya' semua, itu artinya kalian kudu wajib nonton film berjudul suffragette ini. Sejujurnya, pada saat saya menonton film ini, saya gak punya ekspektasi apapun. Saya gak tahu ini film soal apa, but the movie poster is just cool! Lawas banget, dan ada salah satu tokoh kesukaan saya yang pernah bermain dalam film Harry Potter, Helena Bonham Carter, sebagai si Jahat dan nyebelin Bellatrix Lestrange salah satu pengikut setia-nya Lord Voldemort. Saya nih suka banget Helena karena dia seperti punya 1000 cara untuk dengan mudah merubah karakter dan kepribadiannya. Keren banget gilak, kayak Bang Jhony Depp versi cewek gitu lah.

Ok, back to the movie. Jadi di poster filmnya, ada 3 orang perempuan yang sedang berdiri terpaku. Tatapan mereka dalam dan tegas, ketiganya menggunakan pakaian dari era 1900-an lengkap dengan gaya rambut yang agak awut-awutan namun tidak mengurangi sedikitpun nilai yang ada dalam karakter di film tersebut. Nah, kalau belum nonton, dan pengen tahu kira-kira film ini soal apa sih, bisa lah baca tulisan saya dulu. Kurang lebih ini saya tulis setelah menonton dan saya kasih sedikit pandangan dari perspektif saya. 

Rabu, 22 Juni 2016

Gone Too Soon, Kang Asep Kusmanto

Sumber : Facebook Kang Asep
Begitu banyak kematian yang saya temui sejak kecil, semuanya hampir menguras habis air mata saya. Kedua kakek nenek dari mama papa, kakak saya, dan suami.. kepergian yang gak pernah kita ketahui, seolah memang dibuat tanpa rencana, tidak ingin membuat kita sedih. Tapi nyatanya, kita dipaksa oleh kehidupan untuk terus bergerak, dan melupakan segala macam kesedihan tersebut. Hingga sampai satu masa dimana, kematian akan terus menghampiri kita. Seperti saat satu persatu sahabat pergi, karena sakit, karena kecelakaan, juga tanpa sebab.. tertidur dan tidak kembali membuka mata. kepergian mereka, seolah memberikan makna bagiku yang masih hidup. Bahwa hidup selayaknya kita pelihara dengan baik, agar saat kematian datang tidak menyusahkan siapapun.

Bayangan kematian seolah ada di pelupuk mata, jelas terlihat. Namun kita tidak akan pernah mengetahui kapan dan dimana, kematian akan datang menjemput kita. Yang nyata-nyata kita miliki saat ini dalam kehidupan adalah kehilangan. Namun tidak banyak yang mau mengakui, bahwa hanya kehilanganlah yang kita miliki. Semuanya.. kebendaan, kehadiran sosok, dan kebahagiaan kita.. hanya bersifat sementara. Dan Kehilangan, adalah yang paling nyata.

Senin, 20 Juni 2016

Proses Akhir Persiapan Operasi FAM ;)

Berada di sekitar mereka yang selalu memberikan dukungan dan semangat bisa membantu kita mengurangi beban yang sedang bergelayutan di pundak kita. Punya urusan kesehatan yang banyak macam ini memang harus benar-benar dijalanin dengan kepala tegak dan hati yang lapang. Meskipun capek, tapi kalau ngejalaninnya ikhlas, insyaallah lancar semua prosesnya. Dan itu yang saya rasakan satu bulan kebelakang ini, dalam proses mengurus persiapan operasi Fibroadenoma Mamae yang belakangan diketahui kembali tumbuh di payudara kanan saya. Mulai dari mengurus rujukan BPJS-nya yang super panjang, dan rumit, sampai ke urusan persetujuan dokter-dokter terkait dengan kondisi HIV saya.

Maka saya bertekad bulat untuk mendokumentasikan semua prosesnya, supaya bisa jadi bahan pembelajaran bagi siapapun yang membacanya. Khususnya karena saya punya case HIV, yang bagi sebagian orang (termasuk petugas kesehatan) adalah hal yang gak biasa. Hari ini saya akan bercerita tentang the end of the process, yup finally.. Proses akhir persiapan operasi FAM nya berjalan lancar dan insyaallah FAM tersebut bisa segera diangkat. Mau tau ceritanya? Simak yaaa!

Minggu, 19 Juni 2016

Good News, Saya Sembuh Dari Hepatitis C!

sumber : tumblr.com
Buat teman sekalian yang baru membaca blog ini, jangan kebingungan yah. Mangga bisa click foto saya dan lihat bio untuk tahu saya lebih banyak. But let me give you some short brief about my self kalau malas click. Saya adalah seorang yang hidup dengan virus HIV, tahun 2016 ini merupakan tahun ke tujuh saya. People often call us ODHA atau Orang yang hidup dengan HIV. Saya cukup nyaman dengan sebutan ODHA, ketimbang Penderita HIV.. sounds so pathetic, memang gak menyenangkan ya hidup dengan HIV, tapi bukan berarti juga memberi label penderita akan membuat kami menjadi lebih baik. So ODHA adalah terminlogi yang cukup baik.

12 bulan kebelakang, kondisi kesehatan saya sedikit naik turun karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena saya juga mengidap Hepatitis C. But the good thing is, Hepatitis C bisa disembuhkan, beda sama HIV yang virusnya belum bisa dimatikan dengan obat. Tahun 2009, bertepatan dengan diagnosa HIV yang saya terima dari dokter, saya juga dinyatakan mengidap Hepatitis C. Selama enam tahun lamanya, saya memutuskan gak melakukan pengobatan karena gak memiliki biaya sama sekali. Beda dengan HIV yang pengobatannya di subsidi oleh pemerintah. Tapi bulan Juli 2015 lalu, saya mendapat dukungan dari sebuah lembaga untuk menjalankan treatment Hepatitis C yang harganya gak murah itu. Then, why I should say no?

Sabtu, 18 Juni 2016

Lirik & Video 'Dongeng' - Naura

Naura atau yang bernama lengkap Adyla Rafa Naura Ayu adalah putri dari Nola personal AB3. Yup, cukup familiar kan dengan nama Nola. Nah, setelah saya puas terhibur di masa remaja dulu dengan lagu-lagu cinta dari AB3, kini telinga saya dan putri semata wayang saya Malika terhibur oleh senandung bahagia dari Naura, Neona dan Nola dalam album anak-anak yang diluncurkan oleh sang Putri, Naura. Meski sempet pesimis sama dunia musik anak-anak yang sempat menghilang beberapa tahun ke belakang.



Lewat albumnya, Naura menyuguhkan lagu anak anak yang menceritakan mengenai kesehariannya yang tidak berbeda dengan anak-anak lain termasuk Malika. Beberapa lagu berjudul Langit yang sama, Bully, Untuk Tuhan, Setinggi langit, Selimut dan banyak lagiii, tapi favorit kami adalah lagu berjudul DONGENG yang hari ini saya mau bagi lirik lagu-nya serta link videonya yang teman-teman bisa lihat di Youtube di Channel Naura TV.

Yuk, nyanyi bareng anak-anak kita, pastinya kita sebagai orangtua juga akan merasakan bahagianya loh! percaya deh, Enjoy lagu-lagunya Naura yaa! Videonya tinggal di klik yang diatas, liriknya ada di bagian bawah yaaa!

Selamat Ulang Tahun Sang Pendongeng Favorit @aiodongeng

sumber : google.com
Sejak kecil, ibu sering sekali membacakan cerita untukku sebelum tidur. Dia tidak pernah pelit membelikan kami buku-buku untuk dibacakannya sepulang kerja. Dan disaat senggang, saya dan kakak laki-laki saya mulai suka membaca buku, dongeng dan febel yang ibu belikan untuk kami. Salah satu buku pengarang dongeng terbaik sepanjang masa yang saya suka sekali buku-nya adalah Hans Christian Andersen. Ya, familiarkah kalian dengan nama itu? Atau ingatkah kalian dengan cerita-cerita ini, Itik Buruk Rupa; Ratu Salju; Gadis Penjual Korek Api; Thumbelina dan masih banyak lagi karya-karya Pak Andersen yang membekas di ingatan saya hingga kini.

Sampai suatu hari kami menonton televisi, yang kebetulan saat itu Indonesia hanya memiliki satu channel televisi. Disanalah kami bertemu dengan Unyil, Usro, Ucrit, Meilani, Pak Ogah, Bu Bariah, dan the legendary one.. Pak Raden. Saya pikir dongeng tidak pernah ada di Indonesia, tapi saya salah. Dari sana saya mencintai Pak Raden, dan dari pertemuan kami dengan Unyil dan Pak Raden di layar kaca untuk pertama kali, Ibu mulai membelikanku buku-buku cerita rakyat khas Indonesia. Timun Mas, Buto Ijo, Bawang Merah dan Bawang Putih, Keong Mas, Lutung Kasarung dan masih banyak sekali. Dongeng mengisi ruang penting di hati dan pikiran saya saat itu, dan hingga kini saat akhirnya saya memiliki seorang putri.

Sabtu, 11 Juni 2016

Siapin Tisu sebelum nonton "The Fault in Our Stars"

source : google
It was so late watch this movie, 2 years after it launch. But yeah, saya gak pernah nonton sebuah film atau baca sebuah buku karena ikut-ikutan. Tapi Karena film itu bagus dan berkualitas untuk dibaca. And this one is different, dan saya belum baca bukunya (so I should put in my shopping list after this, pasti beda baca buku dan nonton film-nya). Anyway, saya baru aja nyelesein nonton ini, barusan banget. Sambil buang-buang ingus yang mampet di hidung karena menangis terlalu kencang dan durasinya cukup lama, setengah perjalanan film ini kayaknya. Tulisan kali ini tentang film The Fault in Our Stars (TFiOS), yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama karangan John Green. Buku nya sudah saya lihat sejak lama, tapi entah kenapa gak saya beli. Mungkin karena saya pikir itu soal teenlit pada awalnya. But I am totally wrong!

Bagi beberapa orang memiliki sebuah penyakit itu semacam penyiksaan. Ada beberapa yang kemudian menjadi depresi dan mengutuk siapapun yang menyebabkan sakit yang ada pada dirinya, bahkan dirinya sendiri dan Tuhan. TFiOS will telling you how you supposed to do when you are in pain. Menonton film ini, membuat dada saya sesak nyaris gak bisa bernafas karena terlalu sering menangis. Air mata yang keluar ini rasanya penuh syukur, karena meskipun saya hidup dengan HIV yang mengalir dalam darah saya. Tujuh tahun ini merupakan hari -hari paling luar biasa yang pernah saya rasakan selama 29 tahun terakhir dalam kehidupan. Karena saya masih memiliki kesempatan untuk memberi lebih banyak cinta kepada lebih banyak orang, dan senyum dari orang-orang yang saya cintai itu merupakan energi terbaik, penyembuh terbesar dibandingkan ratusan pil pahit yang saya telan untuk mengungkung virus HIV ini.

[Review Buku] Kerumunan Terakhir, @OkkyMadasari

Sejak kecil saya tergila-gila dengan membaca. Setiap kali melihat buku bacaan, tangan saya tergerak tanpa diperintah untuk mengambil dan membacanya. Dulu saya memiliki banyak sekali ensiklopedia, saya gemar membaca tentang langit dan bumi, planet serta pegunungan dan hewan. Lalu kebiasaan membaca saya terus terpelihara hingga hari ini, saat usia saya hampir tiga puluh tahun. Namun sayangnya, porsi membaca saya perlahan-lahan mulai berkurang. Saya membaca jika ingat kalau saya memiliki buku yang baru saja saya beli, atau kebetulan saya ingat belum membacanya. Rasa antusiasnya berkurang, tidak seperti tahun-tahun dimana saya belum memiliki telfon pintar.

Ya, smartphone dan media sosial merubah kehidupan saya. Cara-cara berfikir saya, pergaulan saya, cara saya memandang orang lain, cara saya menempatkan diri sampai membuat figure diri saya yang baru. Smartphone dan media sosial menyita 90% kehidupan saya. Rasanya waktu seperti tersedot masuk kedalam layar telepon pintar dan laptop saya. Saya tidak hidup, jika tidak masuk ke dunia yang konon disebut maya., tapi nyatanya tidaklah maya. Hidup terasa lebih hidup, jika kita berada dalam kerumunan media sosial.

Minggu, 05 Juni 2016

Proses Mengurus BPJS Untuk Operasi FAM (Part 2)

Meme yang saya dapat di google tentang BPJS
Agak lama saya mengupdate kembali tulisan saya sebelumnya yang juga bercerita tentang Proses Mengurus BPJS Untuk Operasi FAM yang bisa dibaca disini. Saat ini kondisi kesehatan saya relatif stabil, baru saja pulih setelah hari rabu kemarin ambruk, jatuh sakit sepulang dari menyelesaikan pekerjaan di Jakarta. Badan saya panas dan badan rasanya sakit semua, khususnya di tubuh bagian kanan yang terasa pegal-pegal. Bahkan, pada senin malam tanggal 30 lalu, saya sempat merasa sesak nafas dan kembali nyeri di bagian payudara, saya merasakan FAM nya seperti berdenyut sembari menusuk-nusuk di setiap denyutannya. Malam itu, saya yang sedang berada di Jakarta gak melakukan apapun, saya hanya memaksa mata saya untuk terpejam. Tidur yuk.. tidur.. bisik saya pada diri sendiri.

Saya memilih menulis ini di waktu subuh karena udaranya enak sekali untuk menulis. Karena semalam saya gak bisa tidur, saya menulis di blog dan berselancar di dunia maya hingga pukul 1.30 pagi, lalu saya paksa tubuh ini untuk beristirahat. Proses pengangkatan Fibroadenoma Mamae di tubuh saya masih panjang, masih ada beberapa serangkaian pemeriksaan yang harus saya lakukan. Sambil berkejaran dengan waktu, saya coba untuk mengkonsumsi beberapa obat-obatan herbal yang dikirimkan oleh beberapa kawan. Saya juga sudah mengurangi konsumsi daging ayam dan sapi, lebih banyak makan ikan, tahu dan tempe serta sayur-mayur dan buah.

Okky Madasari dan Saya, sang Penggemar

sumber foto : buka lapak
Pada sebuah perhelatan yang khusus kami hadiri untuk menjawab rasa haus Malika akan informasi dan edukasi, saya mendapatkan sebuah hadiah tidak terduga dari seorang perempuan yang saya tidak kenal. Saya yang sedang berdiri menunggu Malika, sembari membaca buku Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari, ditegur oleh perempuan tersebut. 

"Mbak, baca Kerumunan Terakhir ya?"

"Iya." Jawab saya sedikit kebingungan. 

"Hari Sabtu Tanggal 4 Juni nanti ada Bedah buku di BCCF jam 4 sore mbak!"

"Ah, serius? ada Mbak Okky-nya?"

"Iya!"

Belakangan saya tahu, perempuan itu bernama Rena, dia berasal dari Komunitas Serat Pena. Komunitas yang memiliki banyak kegiatan yang erat dengan sastra. Dan ternyata, melalui serat pena, penantian saya bertemu dengan salah satu penulis favorit saya pun terjawab hari ini. Jauh setelah saya berkenalan dengan Marni dan Rahayu di buku Entrok, lalu berkenalan dengan Maryam, berkenalan dengan Arimbi di 86, dan Jaka Wani di Pasung Jiwa. Dan pada kelahiran Kerumunan Terakhir tahun ini, setelah berkenal dengan Matajaya dengan dunia barunya, saya akhirnya bisa berjumpa dengan sang ibu.. dari kelima buku tersebut.

Sabtu, 04 Juni 2016

Reuni (Anak-anak) Si Abet dan Anjar


Abet dkk, Kayanya mau naik gunung ya :p
Sepuluh tahun yang lalu saat saya pertama kali mengenal Abet, otomatis saya juga mengenal keluarga, teman, sahabat dan orang - orang terdekatnya. Itu yang sudah pasti terjadi saat kamu kamu dekat sama seseorang kan? Mau-nya tau semua yang ada di kehidupannya. Kalau gak tahu, nanti disangka gak sayang atau gak perhatian. Tapi lain dengan Abet, dia gak bikin saya penasaran sama siapa yang ada di dalam kehidupan dia. Dia ajak saya masuk ke semua aspek dalam hidupnya. Mulai dari tempat nongkrong di kompleknya, yang kemudian saya dikenalin sama teman-temannya. Lalu, lingkungan tempat dia berkontemplasi dengan alam, yang otomatis, saya dikenalin sama orang-orang yang hobi banget naik gunung dan outdoor activity. Sampai tentunya yaa keluarganya dikenalin sama saya.

Nah, salah satu orang yang sejak awal kami pacaran akhirnya saya kenal adalah Anjar. Cowok ini, sejak awal kenal, udah lengket banget sama si Abet. Berdasarkan cerita Abet, meski berbeda usia, Anjar gak pernah ada di posisi yang ngerasa lebih tua. Selama pacaran, sampai nikah.. Abet gak pernah berhenti ngomongin sahabat-sahabatnya. Anjar kemudian menjadi salah satu orang yang selalu ada di momen penting saya dan Abet, Mulai dari pacaran, nikah, anak lahir, sampai Abet mulai sakit. Dan hingga beberapa saat sebelum kematiannya, Anjar adalah salah satu nama yang disebut Abet, He need him most at that time.

Baca tulisan ini paling enak sambil dengerin lagunya Ipang, yang jadi soundtracknya Laskar Pelangi yang berjudul 'Sahabat Kecil'. Ini link-nya di youtube. Enjoy our little reunion yaaa!

Jumat, 03 Juni 2016

Perjalanan 60 Tahun Papa Di Hidupku

Kakek kesayangan Malika :)
Sejak kecil, aku selalu melihatnya sebagai pria yang sederhana. Ya, papa tidak pernah hidup dalam kemewahan. Pria tinggi kurus ini disebut-sebut oleh salah satu dokter tidak akan pernah bisa gemuk, entah kenapa saya tidak pernah tahu jawabannya. Aku sempat berfikir, itu pasti karena papa tidak pernah suka minum susu. 

Dia pribadi pekerja keras dan mau berjuang untuk keluarga. Meski memiliki anak-anak dengan latar belakang yang beragam merepotkannya, saya pikir dia selalu tidak pernah merasa kerepotan. Karena toh akhirnya, walau marah, walau letih, walau sedih.. dia akan selalu menjadi orang pertama dan terakhir yang membantu kami jika dihadapkan pada kesulitan.

Papa, sosok yang gak akan saya temui pada diri yang lain. Kesabarannya menghadapi saya anak yang selalu ngeyel ini, patut diacungi dua ribu jempol. Saya yang udah dikasih tahu berkali-kali, gak nurut, lantas ketimpa batunya.. at the end, pasti papa lagi yang bantu dan nolong saya keluar dari semua masalah dan persoalan itu. Sejak kecil saya tahu dia sebagai penggila otomotif, gak bisa lepas dari rokok dan kopi hitam, mau mengerjakan urusan-urusan domestik dan gak malu kerja apapun yang penting halal. Dear papa, tulisan ini merupakan ucapan terima kasihku.

Jumat, 27 Mei 2016

"Far Away" (Simon Adams) - Nic & Mar Soundtrack

Refresshhh yuk! semoga gak bosan yaaa baca blog ini karena isinya urusan sakit sakit muluuu, HIV muluuu.. sedih-sedih  muluu.. hehehe. Sebenernya gak juga sih.. sesekali saya suka sekali menulis yang lain. Tapi karena bulan-bulan belakangan ini banyak dipenuhi dengan urusan kesehatan yaaa, jadinya mau gak mau kan yah. Selamat menikmati aja. But hari ini, saya mau kasih dengar sama kalian salah satu lagu yang jadi favorit saya. Sebenernya agak basi karena ternyata LINE Video berjudul Nic and Mar ini udah dari tahun kemarin di launch oleh Line. Alasan saya gak tahu karena, .....saya gak punya LINE. hahahah, ajaib yak! iya abisnya hpnya butut, gak kuat kalau download Line. anyway, saya suka banget sama film pendek soal si Nic (yang diperankan oleh Nicholas Saputra) dan Mar (Yang diperangkan oleh Mariana Renata). Both of them is my favorit couples in movie for real. Film ini bikin lebih baper dari pada (sorry guys) ada apa dengan pacarnya rangga. But anyway, please enjoy the song, just press play in the video, and sing it.. I write for you the lyrics.. well di youtube nya juga ada di teks nya juga sih. hihihi. Selamat Baper yaaah kalian semua!! LOVE LOVE!!

Proses Mengurus BPJS Untuk Operasi FAM (Part 1)

sumber : www.begehbare-organe.de
Tulisan saya hari Ini adalah kelanjutan cerita dari diagnosa fibroadenoma Mamae (FAM) di Payudara kanan saya. Bagi teman sekalian yang belum mengetahui apa itu Fibroadenoma Mamae, berikut penjelasannya. FAM atau Fibroadenoma Mamae adalah salah satu tumor jinak pada payudara, dia mudah bergeser saat disentuh, bentuknya teratur padat dengan konsistensi kenyal/keras dan teraba permukaannya licin. 

Fibroadenoma ini bisa membesar dan mengecil dengan sendirinya serta memiliki ukuran yang cukup variatif. Pada masa kehamilan, biasanya FAM akan membesar. biasanya, FAM sering muncul pada perempuan usia produktif, between 20-30 tahunan. 15 tahun lalu saya pernah melakukan operasi tumor payudara sebelah kanan di RSUP Fatmawati Jakarta Selatan. Saat ini saya merasakan benjolan tersebut seperti tumbuh kembali dan terasa nyeri. Maka kami memutuskan untuk mencari tahu, sekaligus melakukan pengobatan jika memang ternyata ada sesuatu yang salah dengan badan saya.

Kamis, 26 Mei 2016

Haruskah Saya Bilang Kalau Saya HIV+?

Hidup dengan HIV bukanlah hal mudah, tentu saya berharap suatu hari akan menjadi mudah, maksudnya bukan lagi suatu masalah jika kita terinfeksi HIV dan hidup di tengah masyarakat. Lho memangnya saat ini sulit yu? Well, lets say.. for me now is not

Hidup saya lebih dari apa yang saya harapkan dahulu pada saat terinfeksi HIV. Tapi jika ditanya seberapa sulitkah menjadi seseorang yang hidup dengan HIV di Indonesia, menurut saya, yap. Kalau saya tanya kamu, bagaimana jika orang terdekatmu ternyata terinfeksi HIV. Orang terdekat bisa jadi pasangan, orangtua, anak, saudara sepupu, karyawan di kantor mu, boss mu, or even your best friend. mungkin gak kita bisa menerima mereka saat dengan terus terang they tell you they HIV+? Nahhh.. hayoooo jawabnya apa yaa.. 

Dan yang juga  gak kalah penting, perlu gak kita kasih tau ke kantor tempat kita kerja, kampus tempat kita kuliah atau rumah sakit tempat kita berobat untuk hal diluar HIV. Kira-kira bagaimana ya respon mereka kalau ternyata kita bilang ke mereka kalau kita HIV+. Apakah akan ada penolakan, atau jutru kita akan diterima dengan baik. nah, Hari ini saya akan membahas "Haruskah Saya bilang kalau saya HIV+?".

Rabu, 25 Mei 2016

Mencari Solusi buat si 'Fibroadenoma Mamae'

Pusing tujuh keliling mewarnai hari-hari saya setelah kunjungan terakhir ke dokter hari sabtu lalu. Kenapa pusing? Karena saya kepikiran, harus nyiapin uang sepuluh juta rupiah untuk melakukan operasi pengangkatan tumor jinak di payudara kanan saya. Itu uang banyak banget kan gak kayak kita nyenggol pohon terus daun-daunnya pada jatuh berguguran ya gak sih. Saya sedih luar biasa, dan sempat berfikir, yaudahlah, gak usah diangkat aja FAM nya. Biarin aja dia disana, anggap aja anggota keluarga baru. Jaga pola hidup sehat dan berserah diri pada Tuhan Semesta alam. Tapi kemudian putri kecil saya mencolek saya dan bertanya "kalau misalnya gak dioperasi, tambah besar gak? Bahaya gak?" lalu saya terdiam. Dan kemudian suami berkata "yuk, kita ke dokter lain.. barangkali ada option lain buat kamu." hati saya tergugah.

Kedua orang ini memang yang peling tepat untuk kemudian disebut sebagai sang penyelamat kehidupan, sang penyemangat diri saat kita sudah terpuruk. Selalu saja ada colekan atau sentilan sederhana yang kembali mendorong saya untuk bangun perlahan, dan maju kedepan untu melanjutkan hidup. Karena itu kemudian saya memutuskan untuk mendatangi dr. Maman Abdurahman SP.B(K)OnK, di tempat praktiknya hari senin lalu.

Senin, 23 Mei 2016

Tentang Pentingnya Pap Smear Test

Girls, seberapa sayang kamu sama dirimu sendiri? Dulu, saya cuek abis. I don't care with my life, makan seenaknya yang penting makan tanpa peduli makanan yang saya makan. Saya gak peduli kulit kering, i don't like the smell of lotion. Saya jarang sisiran, kalau si mama gak mulai ngajak saya untuk ke salon dan do the hair treatment, mungkin sampai sekarang saya bisa punya rambut gimbal. Dan semuanya berubah total saat saya terinfeksi HIV. Saya jadi sayang sama diri sendiri saya, khususnya terhadap organ reproduksi saya.

Karena saya menyadari betul, kondisi tubuh saya saat ini sangat rentan terhadap segala macam jenis kuman dan penyakit. Maka, jika saya cuek, siapa dong yang bakalan ngurusin badan ini. Masa iya kita sewa jasa orang lain untu membersihkan dan merawat badan kita. Are you crazy? Hahaha. Kali ini saya gak bakalan ngobrolin soal organ reproduksi secara keseluruhan, karena gak akan cukup satu artikel. And I'm not that expert too. Kali ini saya mau ngajak teman semua untuk Cek Pap Smear Yuk!