Selasa, 14 November 2017

3 Hal Yang Boleh Dilakukan oleh Mereka yang Terinfeksi HIV

Beberapa saat yang lalu saya sering mendapatkan pertanyaan tentang, memangnya boleh dan bisa ya, ODHA (orang yang hidup dengan HIV) kerja keras? Olahraga? Naik pesawat? Pergi ke negara lain? Perawatan wajah? Melakukan diet? Sekolah? dan pertanyaan lain.

Nah, saya yakin semua orang pasti sering bertanya - tanya soal hal-hal itu, apakah boleh dan apakah bisa, setiap kali saya posting apapun di blog, atau instagram dan facebook. Semua pertanyaan - pertanyaan itu bikin saya terinspirasi bikin artikel hari ini yang mudah - mudahan bermanfaat yaa buat ODHA, keluarga dan kerabatnya, dan juga buat siapapun yang baca tulisan saya. Pasti bermanfaat deh! #maksa

Karena saya bukan dokter atau tenaga medis, maka saya akan sharing beberapa hal tentang pertanyaan - pertanyaan di atas berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang perempuan yang terinfeksi HIV ya. Dan semua yang sudah saya lakukan itu, bukan cuma saya yang ngelakuin tapi begitu banyak orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia. Maka sebetulnya, bukan hal yang aneh atau perlu dipertanyakan sih. Tapi tentu buat kebanyakan orang yang tidak terinfeksi HIV ataupun yang gak ngerti sama sekali soal isu HIV pasti suka bingung dan end up with questioning how or why. Yuk Kita bahas 3 hal tentang Bekerja, Akses pendidikan dan Travelling!

Selasa, 07 November 2017

Happy Birthday Soulmate!

Akan selalu ada seseorang di dalam hidupmu yang tak bisa kau lupakan. Apakah paras wajahnya, tatapan matanya yang tajam, aroma tubuhnya, kecupan mesranya, bahkan tekstur kulitnya yang memelukmu setiap malam - malam menjelang. Seseorang itu mungkin tidak ada lagi dalam hidupmu. Rasa - rasa cinta tentang kalian bahkan telah sirna, namun dia selalu ada di dalam setiap tarikan nafasmu, dalam setiap langkahmu, dan dalam setiap lelap tidurmu.

Pada tahun 2001, saya bertemu dengan seorang pria yang tak pernah saya sangka akan merubah seluruh hidup. 16 tahun lalu, ada takdir yang Tuhan gariskan untuk bertemu dengannya. Apakah saya tahu, kemana maksud Tuhan mempertemukan kami? Atau apakah saya memahami kenapa kami ditakdirkan untuk bersama? Jawabnya tidak. Saya tidak pernah mengetahui hal - hal tersebut.

Saya bahkan tidak diberi peringatan, bahwa delapan tahun setelah pertama kali bertemu, pria itu akan meninggalkan selama-lamanya. Saya tidak menyiapkan apapun untuk melepas kepergiannya. Saya tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Saya tidak mendapat pesan - pesan terakhir darinya. Dia pergi begitu cepat, seperti asap yang tertiup angin. Hilang.

Saat Ibu Mu Nangis di Tengah - Tengah Konser

Sumber Foto : Instagram Naura
Lanjutan dari tulisan sebelumnya.. Akhirnya, Konser Dongeng Naura 2 di Bandung!

Saya melirik ke anak perempuan di samping saya, senyum sumringah yang melekat di wajah Malika itu pun luntur. Dumelan dan omelan saya sepanjang masuk sampai kami duduk di area konser mempengaruhi moodnya. aduduhhh.. saya harus atur strategi supaya kita gak memulai konser dengan perasaan seperti ini. Memang sih meninggalkan tumbler dan gak minum selama 2 jam konser bakalan bikin dia kehausan (maklum Malika anaknya gampang haus). Ditambah lagi, posisi duduk yang sangat mengecewakan.. disamping panggung. 

Saya harus melakukan sesuatu. I have to fix this! Lalu saya merangkul Malika dan mengajaknya bicara. "Yeay, akhirnyaaa kita bisa nonton ya nak, gak apa ya meskipun kurang beruntung harus duduk di bangku ini. Tapi kita beruntung lho, bisa beli tiket Naura.. datang.. nonton langsung.. beli merchandise nya. Lets enjoy this oke!"

Minggu, 05 November 2017

Akhirnya, Konser Dongeng Naura 2 di Bandung!

Sumber foto : Instagram Naura
Saya berusaha mengingat momen pertama saat mengetahui bahwa saya dinyatakan hamil 10 tahun silam, saat saya tahu itu adalah anak perempuan, saat saya tahu bahwa saya akan menjadi seorang ibu dan saya akan memiliki bayi mungil yang akan menghiasi hari hari saya. God, its been a super blessfull thing ever in my life. And that girl, now already 10 Years old! Yes, I'm talking about my daughter Malika again today. Inget gak saya pernah menulis tentang Idola Malika bernama Naura. Yup, kemarin ini akhirnya hari yang dinanti - nantikannya tiba, Konser Dongeng Naura yang kedua dan itu diadakan di Bandung. Eh tapi akhirnya saya juga menanti - nantikan hari itu datang lho, sama kayak kalian udah beli tiket coldplay dan ga sabar pisan nontonnya.

Awalnya saya berfikir, ini akan seperti konser - konser pada umumnya. Tapi ekspektasi saya salah besar! Hari itu menjadi hari yang gak akan saya lupakan seumur hidup saya, dan tentunya Malika ya. Karena sampai sekarang setelah 12 jam konser berakhir, dia masih menceritakan semua 'aww' dan 'waww' moment yang terjadi sepanjang konser berlangsung. Including, when her mother crying in the middle of concert! Jadi gimana sih ceritanya?

Selasa, 31 Oktober 2017

Seriously... 64,5Kg, I Need A Diet Plan Immediately!

Kemarin siang saya menunaikan kewajiban saya untuk melakukan perawatan wajah di DF Klinik. Yup, saya sempat bolong - bolong nih treatment nya, bahkan kelewatan di bulan kemarin. Sibuk sama apa coba? aduh banyak deh. Setelah mendapatkan jadwal fix dengan dokter Tessa melalui pesan di aplikasi whatsapp, saya meluncur menggunakan ojek online ke arah Jl Lemah Neundeut di dekat daerah Pasteur dan kampus Maranatha. Setelah sampai, saya melapor kepada bagian receptionist dan mereka meminta saya untuk menunggu di lantai 2. Biasanya saya naik lift, tapi hari ini saya naik tangga. Apalah artinya beberapa anak tangga sampai ke lantai 2, begitu batin saya.

Hari itu saya mengenakan celana pendek, kaos, dan jaket jeans. Kok nyantei banget? Trust me, saya udah gak nyaman pakai baju - baju saya yang lain. Lho memangnya kenapa? Hikssss.. Udah sempit tauuu. Dan rasa kegemukan itu bukan hanya dirasakan oleh saya seorang, tapi suami dan anak saya, plus dokter Tessa yang saya temui hari ini. "Lo kok tambah gemuk ya yu?" Tanya dokter Tessa yang memang tipikal orangnya ceplas ceplos. "Iya dok" saya menjawab dengan nada sedikit minder. Damn, dia ngeh lagi gue tambah gembrot, saya membantin dalam hati.

Senin, 16 Oktober 2017

Hidup dengan HIV dan Yang Terjadi Saat Desember Menjelang

Warning, this article its such a long story and contain with things that u may not agree with, so please feel free to disagree if u still want to continue. But I don't wanna argue about some issue.

Hola October, Happy Birthday to my self! (apalah narsis sekali kalimat pembuka-nya). It's been almost a month (I leave again) this blog, alasan apa lagi yu? Hahahaha. Seriously, sebulan ini cukup hectic dengan renovasi warung siomay Mang 4L4y, kemudian kakak adik serta mama papa yang datang liburan ke Bandung, Liga Futsal yang diikuti oleh Akademi Futsal kami, kemudian Malika Jambore Pramuka tingkat kecamatan yang berujung dengan jatuh sakit. Those things makes me cannot even touch my laptop or thinking about writing story, meskipun bahan buat nulisnya buanyaaak sekali. Maka setelah sekiranya sudah agak santai, inilah tulisan pertama saya di bulan Oktober. 

Hidup dengan HIV dan Yang Terjadi Saat Desember Menjelang, judul apa itu? Hahahaha. Mungkin ada beberapa yang bingung ya.. gpp jangan bingung. Baca aja sampe habis dijamin jadi tercerahkan. Semenjak saya hidup terinfeksi HIV di tahun 2009, meninggalnya suami pertama saya, dan perjalanan panjang menuju tulisan hari ini dibuat. Ada banyak sekali hikmah kehidupan yang dapat saya ambil setiap saat. Kalau tau cerpen Oh Mama oh papa yang ada di koran dan diadaptasi di televisi, nah kehidupan saya sebagai orang yang hidup dengan HIV (ODHA) kurang lebih se-drama itu. Mulai dari rutinitas pemeriksaan kesehatan di rumah sakit/puskesmas yang secara rutin setiap bulan harus dilakukan, konsumsi terapi ARV seumur hidup yang berfungsi untuk menekan jumlah pertumbuhan virus, belum lagi stigma dan diskriminasi dalam hidup yang membayang- bayangi setiap saat.