Minggu, 28 Mei 2017

Kerinduan Kerinduan Yang Menyedihkan

sumber : Pexels.com
Jika kamu pernah kehilangan, pasti tahu seperti apa rasanya rindu. Misalkan ternyata harus berhubungan jarak jauh dengan pacar, atau bekennya LDR. Pasti setiap hari rasanya rindu, ingin skype call, menelfon, mengirim pesan teks, atau aktifitas apapun yang bisa mendekatkan kita dengan sang kekasih hati. Bagaimana bila ternyata kita harus berpisah dengan sang kekasih hati alias putus cinta, bagi pihak yang masih memendam cinta, kasih tersebut tidak akan hilang dan akan menimbun kerinduan. Karena kita sadar, kita bisa melakukan apapun untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengannya, namun apa daya, sudah tidak ada cinta disana yang membuat segalanya begitu hampa. Dan obat bagi mereka yang putus cinta adalah kenangan - kenangan. Karena dengan mengingat kenangan tersebut, rasanya akan jauh lebih baik. 

Dalam kasus LDR dan putus cinta, semua mempercayakan kekuatan cinta. Apapun yang terjadi, bagaimanapun jarak dan waktu memisahkan, semua akan tetap terasa begitu hangat karena cinta itu ada. Saya pernah mengalami semuanya, tentu kalian juga. Beberapa kali menjalin kasih dengan pria, LDR, putus nyambung, putus beneran. Semua rasanya lucu.. rasa rindu yang menggelitik perut dan membuat otak seperti berhenti untuk berfikir dan memiliki nalar. Semua yang dilakukan berdasarkan insting dan rasa, kadang bisa terlihat begitu gila.

Jumat, 26 Mei 2017

Apakah Harus Hidup Dalam Batasan?

Disclaimer : Tulisan ini merupakan curahan hati penulis dan tidak mewakili orang banyak, tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun dan pihak manapun. Jangan baca jika anda sedang butuh motivasi hidup, karena tulisan ini.. mungkin malah membuat anda semakin terpuruk.

Ini adalah hari ke 29 pasca kepergian putera kami Sir Miguel Arkananta. 40 Jam saja umurnya di dunia ini. Dan sampai hari ini, saya masih belum dapat melakukan banyak aktifitas yang akan melibatkan saya dengan banyak orang. Saya hanya baru mampu mengerjakan aktifitas sehari - hari yang ruang lingkupnya dalam keluarga saja. Berkumpul dengan Malika serta ayahnya adalah obat bagi saya, meskipun tidak banyak yang dapat saya lakukan.. hanya mengamati mereka berdua yang sibuk sendiri saat main bola atau melakukan hal lain, bagi saya itu sudah cukup. Dan ini adalah tulisan ketiga yang saya sangat upayakan, Bayangkan betapa sulitnya mencoba merangkai kata - kata yang biasanya lancar mengalir di kepala. Padahal begitu banyak cerita yang bisa dituliskan.

Dalam 2 minggu terakhir, saya berusaha keras untuk tidak menghabiskan waktu di kamar dengan pintu tertutup dan tidur-tiduran saja. Sebisa mungkin saya mengikuti saat suami beraktifitas, atau mengunjungi kerabat dan mencari hiburan dengan makan di tempat tempat baru. Dan kemarin untuk pertama kalinya saya kemudian menjadi benci pada diri saya sendiri. Mengapa? 

Rabu, 10 Mei 2017

Hari ke 14 (Proses) Menyembuhkan Hati

Sumber : Pexels.com
Dalam kehidupan, saya telah bertemu dengan begitu banyak kematian. Rasanya mereka begitu dekat, begitu hangat, dan siap hadir kapan saja, Karena seiring dengan bertambahnya usia, saya semakin menyadari bahwa salah satu hal yang nyata dari sebuah kehidupan selain cinta adalah kematian. Kemanapun kita melangkah, sebahagia apapun hidup kita, kematian nyata adanya. Pada saat saya duduk di bangku kelas 5 SD, Eyang Uti (ibu dari mama) meninggal dunia; menginjak usia SMA, Bapak (ayah dari papa) meninggal dunia; Saat saya tengah hamil Malika tiga kematian dalam jarang yang berdekatan hadir.. Ibu (ibu dari Papa), Akung (Ayah dari Mama) dan Mas Adi kakak saya. Semuanya  pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada saya. Semua orang menangis histeris melepas kepergian mereka. Saya pun menangis, namun saat itu saya masih bertanya - tanya mengenai makna kematian.

Sampai di tahun 2009, Abet (ayah Malika, suami pertama saya) meninggal. Dunia saya serasa runtuh, saat orang yang menyangga hati dan kehidupan saya saat itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Membutuhkan waktu 2 tahun untuk memulihkan hati serta pikiran. Setiap sudut, benda, moment, apapun yang saya lihat dan rasakan membuat saya menangis dan merasa bahwa kehidupan tidaklah adil. Lantas bagaimana dengan Malika putri kami. Saat ayahnya meninggal, dia baru saja berulangtahun yang ke 2. Dia tidak mengerti apapun mengenai kematian. Bahkan dalam 2 tahun masa grief recovery saya, dia tidak pernah bertanya apapun mengenai kematian. Yang diingatnya hanyalah semua kenangan - kenangan manis yang membahagiakan bersama sang ayah.

Rabu, 03 Mei 2017

40 Jam Bersama Sir Miguel Arkananta

Dia yang lahir saat matahari sedang hangatnya
"Lost love is still love. It takes a different form, that's all. You can't see their smile or bring them food or tousle their hair or move them around a dance floor. But when those senses weaken another heightens. Memory. Memory becomes your partner. You nurture it. You hold it. You dance with it.” ― Mitch Albom

Pada hari selasa, 25 April 2017 tepat pukul 6.30 pagi, seorang bocah gembul dengan berat 3,07 Kg dan panjang 46 Cm telah lahir dari rahim saya yang mungil melalui operasi cesar yang direncanakan dengan baik dan matang. Sir Miguel Arkananta nama yang kami sematkan padanya, memiliki makna Pengikut Tuhan yang selalu diterangi. Nama yang kami dapat dari serangkaian perdebatan panjang khas orangtua yang akan memiliki bayi, penuh semangat dan penuh cinta.

Miguel lahir tanpa tangisan keras yang biasanya bisa membangunkan tetangga sebelah rumah saat seorang bayi lahir, dia hanya menangis pelan sembari merintih dengan nafas yang terengah - engah. Saya terbaring lemah pasca operasi, tidak ada upaya inisiasi menyusi dini ataupun skin to skin contact dengannya. Semua disesuaikan dengan kondisi sang ibu dan bayi, begitu kata dokter. Nyatanya kami tidak bisa bertemu di awal kelahirannya. Tangisnya yang pelan menjadi tanda tanya bagi tim dokter, yang kemudian memutuskan untuk melakukan observasi lebih dalam untuk mencari tahu apa yang terjadi pada anak ini.

Jumat, 07 April 2017

Anak, Mewarnai Kertas Polos atau Membiarkannya Berwarna

sumber : pexels.com
Alhamdulilah, usia kandungan saya hari ini memasuki 36 Minggu. God its so fast, beberapa kali saya dan suami mengucap kalimat tersebut. Yes, time will never wait, mereka akan terus berjalan sesuai dengan mandat di muka bumi, takan menunggu. Selain usia kandungan yang memasuki 36 minggu, tidak terasa juga sudah masuk bulan April.. dimana bulan ini akan menjadi bulan dimana anak laki - laki ku akan dilahirkan, bersamaan dengan bulan kelahiran Mama dan kakak laki - lakiku. Sampai hari ini, alhamdulilah kondisi kesehatan sangat baik. Tidak ada persoalan yang berarti dan membahayakan. Kondisi bayi dalam kandungan (2 minggu lalu) sangat baik, besok rencananya kami akan kontrol kembali ke rumah sakit untuk melihat perkembangan terakhir. Kondisi saya, si Ibu juga alhamdulilah baik. Meskipun sudah mulai engap, sesak napas, gak bisa jalan jauh, repot kalau mau buang air besar, dan hal - hal umum yang juga pasti dilalui oleh ibu hamil lainnya. So dont need to worry Ayu, everythings gonna be alllrighhttt. *optimis mode on.

Nah, hari ini saya ingin berbagi mengenai salah satu persiapan akhir menjelang persalinan nanti. Sebetulnya ada banyak sekali hal penting menjelang persalinan yang harus dipersiapkan, seperti biaya (jika memutuskan untuk membayar secara pribadi) atau berkas - berkas asuransi kesehatan jika menggunakan jasa asuransi kesehatan baik milik swasta ataupun pemerintah. Hal lain yang juga penting tentunya menyiapkan nama si bayi, karena nama adalah doa kita sang orangtua.. alangkah baiknya nama nya jangan ribet - ribet, atau memiliki makna yang berat. Sederhana, mudah diingat dan memiliki arti yang bermakna saya rasa itu yang paling penting. eits.. tapi sayangnya bukan 2 hal itu yang hendak saya bahas. Ada lagi lho, Hal yang cukup penting dan krusial bagi saya dan tentunya si bayi setelah lahir nanti yang tentunya membutuhkan support penuh dari pasangan dan keluarga kita.

Jumat, 24 Maret 2017

Beragam Kejutan di Trimester Ketiga Kehamilan

Saat usia kandungan 30 Minggu
Kalau teman - teman sudah membaca beberapa tulisan saya sebelumnya, pasti sudah banyak yang tahu progress kehamilan saya. Meskipun gak secara gamblang dituliskan (baru mau nihhh), tapi ada bocoran - bocoran usia kandungan, dimana akan melahirkan dan lain sebagainya di tengah - tengah tulisan lain yang gak ada hubungannya dengan pregnancy issue. Sebenarnya mood saya lagi kurang begitu baik hari ini, ada aja yang bikin bete, cemberut dan uring - uringan. Padahal selama kehamilan ini berusaha keras sekali untuk membahagiakan diri supaya produksi hormon oksitosinnya melimpah, dan itu bagus.. But I always failed. Nah karena mood yang gak bagus itulah saya memutuskan untuk menulis dan menceritakan apa yang saya rasakan dan pikirkan, dan itu selalu berhasil untuk saya. it heals me a lot!  

Kita kembali ke judul tulisan ini yuk! Beragam Kejutan di trimester Ketiga Kehamilan. Wah, emangnya udah trimester ketiga?? Waaaahhh sebentar lagi dong.. terus kejutan apa aja sih yang amat sangat membuat saya (dan kelihatannya suami pun) terkejut. Saya ceritakan satu - satu ya. Enjoy My blog today!