Jumat, 13 Desember 2013

Refleksi untuk AIDS di Desember 2013

Picture from Rumah Cemara
Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap persoalan AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.[1] [2] Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

For Honestly, sejujurnya.. saya gak suka 1 Desember. Bukan saya mau acuh terhadap isu HIV AIDS yang merajalela di bum Indonesia. Tapi saya gak suka dengan cara komunitas, ataupun orang orang yang menyebut diri mereka aktifis dan yang peduli terhadap isu ini, cara mereka untuk mengingat Fenomena HIV AIDS setiap 1 Desember. Setiap tahunnya, kami orang orang yang hidup dengan HIV hanya disuguhkan dengan berbagai macam panggung nyanyian, tari tarian, seperti merayakan sesuatu. Selebihnya adalah banyak orang, banyak Media berbondong bondong untuk mencari ODHA, untuk diwawancara dan di angkat cerita hidupnya dalam headline surat kabar atau media mereka. Atau ada juga beberapa perusahaan atau lembaga pemerintah, yang menjadikan 1 Desember untuk ajang membuat event yang kucuran dana-nya tidak sedikit. 

Trip to Sangatta



Perjalanan kembali dimulai, Memenuhi undangan dari teman teman di Sangatta, Kutai Timur – kalimantan, untuk mengikuti serangkaian kegiatan peringatan Hari AIDS sedunia tahun ini disana. Pagi ini pukul 3 aku sudah terbangun, rasanya waktu tidurnya belum cukup tapi si alarm sudah berbunyi nyaring. Tanpa basa basi, aku langsung menuju kamar papa yang ternyata beliau sudah bangun lebih dulu. Kami memang sudah janjian, dia akan mengantarku ke bandara pagi ini. Jam 3.30 kami berangkat ke bandara soekarno hatta. Sepanjang perjalanan, aku kembali tertidur karena masih mengantuk sementara papa fokus menyetir kendaraan.

Pukul 5 pagi aku sudah berada di dalam bandara. Sudah check in dan menerima boarding pass. Mataku memandang semua tempat makan, yup aku belum sarapan pagi dari rumah. Mataku berhenti pada starbucks, bukan karena pilihan menu sarapannya, namun karena fasilitas internet dan tempat yang nyaman. Sepiring smoked beef quiche (aku sering menyebutnya, kue telur dengan daging asap; gara gara temanku oldri suka makan ini, aku kemudian juga jadi suka) dan segelas cokelat hangat menemani pagi ku di bandara soekarno hatta. Dan tak lupa internet yang menemani hingga pukul 5.30, aku kemudian berpindah tempat menuju gate F6.

Pesawat Garuda Indonesia yang kutumpangi, berangkat tepat waktu. 6.45 WIB, dari Jakarta menuju Balikpapan. Dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Aku menikmati perjalanan pesawatku pagi ini. Kembali menikmati sarapan di dalam pesawat sambil menonton Percy jackson, film action fiction yang sudah pernah kutonton sebelumnya. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Balikpapan adalah satu jam, disana lebih cepat daripada Jakarta. Sehingga setibanya ku di bandara sepinggan, Balikpapan waktu menunjukan pukul 9, padahal di Jakarta sudah pukul 10 pagi. 

#Selftalk Saya Gak Pernah Bilang Ini Mudah

Pic from google.com
Saya memiliki seorang sahabat dekat, pria. Kami memiliki banyak kesamaan dan kesukaan, seperti film dan buku. Dia memanggil saya kitten, saya memanggilnya werewolf. Saya sebenarnya sedikit bingung, karena saya merasa tidak seperti kucing, tapi saya sepakat dengan diri saya bahwa dia adalah jelmaan manusia serigala. well, anyway.. Kami berteman belum lama, kurang dari dua tahun lamanya. kami suka ngobrol dan berdiskusi tentang banyak hal.

Saya mengetahui bahwa dia hidup dengan HIV sejak tahun 2001. Dulu dia mantan pengguna jarum suntik, anak seorang brigadir jendral yang terjebak dalam lingkaran kelam narkotika. Dia pernah bilang pada saya, "Saya tidak akan menggunakan ARV, kalaupun saya mati, itu karena sudah takdir Tuhan. I will fight with my own." sebetulnya saya sedih dan tidak suka dengan prinsip yang dia miliki. itu sama saja seperti membunuh dirimu perlahan. 

Kemarin saya kerumahnya. Dia sakit. 
"Saya harus mengakui, bahwa selama ini cuma main main dengan hidup, dan Saya kalah."

Setelah bertarung sendirian melawan HIV di dalam tubuhnya, 12 tahun kemudian yakni hari ini. dia akhirnya jatuh sakit. berat badannya menurun drastis. dia bilang dada-nya sesak, dia terkena infeksi Tubercolosis. dan sedang memulai terapi. beberapa obat sudah tidak bisa masuk kedalam tubuhnya, dia bilang tidak sanggup. Saat ini dia sedang melakukan theraphy pemulihan untuk TBC-nya dengan streptomycin Injection. disuntik di bagian bokong setiap hari selama 60 hari.

Saya memahami bahwa menggunakan terapi ARV adalah pilihan untuk seseorang. saat anda berkomitmen untuk memulai terapi, maka laksanakanlah seumur hidup, berkomitmen tinggi akan kepatuhan obat dan menjaga kesehatan. Sahabat saya memilih jalan hidup nya sendiri. 

Dan dihari saya duduk kembali bersamanya. Dia memutuskan akan memulai terapi ARV setelah masa pengobatan TBC sudah membaik. Dia bilang dia akan ikut dan patuh pada perencanaan pemulihan kesehatannya bersama sang dokter. 

Dia tidak berhenti batuk dan seperti kelahan menahan sesak di dada-nya saat kami ngobrol kemarin. Saya membawakan beberapa buah, dan roti untuk dia makan. Dia tidak terlihat seperti orang yang patah semangat, tapi HIV mematahkan kesehatannya. Dan dia harus berjuang untuk itu.

Di hari dimana saya menulis tulisan ini, dia sudah tidak membalas pesan pesan saya. Mungkin dia sedang tidur, mungkin dia sedang tidak ingin diganggu. Saya hanya berharap, dia tidak menyerah dengan kondisi-nya saat ini, saya yakin dia akan berjuang.

Jumat, 06 Desember 2013

Rest In Peace Mandela

"I have walked that long road to freedom. I have tried not to falter; I have made missteps along the way. But I have discovered the secret that after climbing a great hill, one only finds that there are many more hills to climb. I have taken a moment here to rest, to steal a view of the glorious vista that surrounds me, to look back on the distance I have come. But I can only rest for a moment, for with freedom come responsibilities, and I dare not linger, for my long walk is not ended"

Rest In Peace, Nelson Mandela - Father of Freedom, Equity and Diversity
Johannesburg, South Africe 1918 - 2013

Kamis, 28 November 2013

Salah Satu hari Terbaik Dalam Hidup



Camillian Social center Rayong adalah salah satu pusat kegiatan yang dibuka pertama kali di asia untuk menampung dan membantu anak yatim piatu yang hidup dengan HIV dan AIDS. Saat ini tim csc rayong, adalah contoh yang mengagumkan dari integrasi aktivis untuk melawan masalah HIV AIDS, dengan 7 proyek yang tersebar di seluruh wilayah Timur Thailand Selatan yang memiliki populasi 7.000.000 orang dan 150.000 dari mereka yang hidup dengan HIV AIDS.

Para missionaries Camillian datang ke Thailand awal tahun 1950’s untuk memberikan  orang orang miskin perawatan medis.  Dengan Semangat yang sama “Caring for the sick as a mother cares for her sick child” Para missionaries Camillian masih tinggal di Thailand dan mendedikasikan hidup mereka untuk melayani orang sakit.

Sekitar tahun 1995, Camillian Social Centre dibangun di provinsi Rayong oleh bapa Giovanni Contarin, seorang pendeta Italia. Pusat ini dibangun sebagai tempat penampungan Tunawisma, dan mereka yang ditolak karena hidup dengan HIV dan AIDS. Tempat ini dikhususkan untuk perempuan dan anak anak, karena mereka adalah kelompok paling rentan di Masyarakat. To know more, come to this link http://www.camillian-rayong.org/

Story From International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) 11 - Bangkok, Thailand



Latar belakang – APA YANG PERLU ANDA KETAHUI?

Lebih dari 60 persen dari dunia orang muda hidup di Asia Pasific. Pada tahun 2012 ada sekitar 690.000 orang-orang muda berusia 15-24 hidup dengan HIV di Asia Pasific. 370.000 diantaranya Laki laki, dan 320.000 adalah perempuan. 15-24 tahun mewakili hampir sepertiga dari infeksi HIV baru di wilayah Asia Pasifik. 40% infeksi HIV baru di antara kelompok 15-24 tahun terjadi di kalangan orang muda. Epidemi di kelompok usia muda ini didorong oleh seks yang tidak aman dan penggunan jarum suntik narkoba.

Source : Google.com
International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) adalah forum HIV AIDS yang diadakan di wilayah Asia Pasifik. Setelah lebih dari 20 tahun diadakan, ICAAP memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, membangun komitmen politik, memperkuat jaringan advokasi dan menyebarluaskan pengetahuan tentang isu-isu HIV/AIDS antara populasi kunci dan stakeholder lainnya di wilayah Asia Pasifik. Setiap kali ICAAP, diselenggarakan oleh penyelenggara lokal untuk meningkatkan kepemilikan dan memperkuat dampak positif bagi negara penyelenggara. ICAAP11 telah terselenggara sejak 18 to 22 of November 2013 di Queen Sirikit Convention Center Bangkok, Thailand. – source: http://icaap11.org/index.php/congress-overview/about-icaap#sthash.3VZCnbs0.dpuf

Source : Youth-Lead.org

 
YouthLEAD Bekerja dengan orang-orang muda, berusia 14 hingga 25, yang baik secara langsung dipengaruhi oleh HIV atau dengan resiko tinggi HIV. Orang muda memimpin melawan diskriminasi dan memastikan orang-orang muda paham hak asasi manusia yang dihormati oleh masyarakat dan  memberdayakan mereka melalui pendidikan, jaringan kerja dan advokasi. Source : http://youth-lead.org/about/




Rabu, 27 November 2013

Community Statement on ICAAP11 Bangkok, Thailand


We represent communities directly affected by the global HIV pandemic - communities of people living with HIV, documented and undocumented migrants and mobile populations, men who have sex with men, people incarcerated, people using drugs, sex workers, transgender people, women, and young  key populations from Asia and the Pacific.

We have participated and engaged in the 11th ICAAP Community Forum to discuss the HIV epidemic, the HIV response, and how the issues around it impact on our lives and our communities. These include the continuing inadequacy of funding; the continued presence of legal barriers and the lack of comprehensive legal reforms such as the decriminalization of key populations; lack of sincere commitment to serve communities; and an uneven political will to bring about an end to the HIV epidemic.

There is a global commitment to “Get to Zero”, yet in the Community Forum, we found ourselves tackling the same issues that communities have raised again and again, in various platforms at the national level, regionally, and globally.

We are deeply frustrated that the same issues surface and remain unaddressed especially at the time when we have the evidence and the knowledge we need to stop the HIV epidemic. Communities have the unique expertise to effectively craft the shape of the response, and their leadership is crucial, and yet they remain marginalized. This demonstrates that we are not getting to Zero Discrimination, Zero New Infections, Zero AIDS-related deaths. We are instead getting to Zero Change!

We have made gains in changing risky behaviors to decrease vulnerabilities to HIV infection, but we have not made adequate gains in changing the behavior of policy makers, political leaders, and state actors. Evidence should be the foundation of the response, and yet 30 years later, HIV is still viewed from the lens of dogmatic morality.

For communities, we see the “Three Zeroes” very differently.

Zero access to funding. There is funding for the response, but it is often not based on evidence and insufficient for effective scale up. The emphasis is on quantity and not quality. Donors largely still define the funding agenda, without community involvement and leadership. The way funding models are structured harms the community and hampers community building efforts – they encourage competition rather than solidarity and collaboration. Furthermore, current funding priorities manifest the medicalization of the HIV response: prevention is deprioritized to focus on profit-driven treatment. Funding decisions on treatment should improve the lives of PLHIVs and people living with other life-threatening conditions like Hepatitis C. Corporate profits must not stand in the way of sustainable and effective responses.

Funding for the HIV response must put key population and communities at the center of decision-making. Resources must be scaled up and targeted directly to communities, and that should include support for core operations and sustainability of community organizations, not just specific program outcomes.

Funding for human rights, gender equality, community mobilization, and advocacy must not be excluded in the HIV response. While we urge governments to fund all of its aspects, until this is achieved, we call on international donors to fund these areas adequately.

Zero legal reforms. Repressive laws and practices that undermine the HIV response must be reformed to meet human rights standards and public health goals.  Sex workers, sex industry workplaces, sex work clients and others involved in the industry are highly criminalized. People who use drugs are subjected to mandatory detention, involuntary rehabilitation and capital punishment. Same-sex sexual behavior and relationships are still considered as legal offenses in many countries. Age-of-consent laws impede access to health, including HIV testing, and community mobilization.

Migrants face exclusion, stigma, and discrimination in accessing health services and are subjected to mandatory HIV testing and deportation. People in custody, detention, and prisons lack access to basic healthcare, treatment, legal aid, and harm reduction prophylactics. HIV services and testing for young key populations remain unavailable due to laws that require parental consent. Safe abortion remains illegal in many countries, and gender-based violence hampers the full participation of women. Common laws, civil laws, and religious laws perpetuate human rights abuse and violence against communities affected by the HIV epidemic.

If we are to get to Zero Discrimination, human rights should be the overarching guiding principle of the HIV response. A concrete plan must be established for legal reforms, especially the complete decriminalization of key populations. Transparent mechanisms should be established to improve accountability of governments based on human rights standards.

Zero political will. There is zero change because of the absence of the political will to get to the Three Zeros. Sex work must be recognized as work. Drug use must be recognized as a human rights and public health concern, not as a law enforcement issue. Human rights related to sexual orientation and gender identity must be protected, and same-sex behavior between consenting individuals must not be treated as a crime. Transgender people should be given full gender recognition and citizenship rights. Gender disparity needs to be addressed comprehensively, as does paternalistic tokenism of young key populations.

Political inertia keeps the response from fulfilling what the evidence shows. Communities remain invisible, ignored, and are often not recognized by duty-bearers; where they are visible, they are treated as criminals and second-class citizens.

To stop this inertia, human rights must be embedded in the HIV response, and communities must be embraced as equal partners.  Enabling advocacy and ensuring accountability should be prioritized to give the response the political momentum that it needs.

STAND WITH US! SHOW US THE SUPPORT! IT’S TIME TO END AIDS, THIS IS OUR LIVES, AND THE TIME TO ACT IS NOW!

Jumat, 08 November 2013

Dian Sastrowardoyo Test HIV? Siapa Takut!

Dian, Menjadi Brand Ambasador kampanye test HIV di temanteman.org
Siapa yang tidak kenal artis berbakat dan berparas cantik yang satu ini. Diandra Paramitha Sastrowardoyo yang yang biasa dikenal dengan nama Dian Sastro, lahir di Jakarta, 16 Maret 1982; Ibu satu orang putri ini memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara pertama di ajang GADIS Sampul majalah GADIS. 

Ia disebut-sebut sebagai ikon kebangkitan film nasional bersama rekannya di film Ada Apa Dengan Cinta, Nicholas Saputra. Film pertamanya Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sujarwo, diedarkan indie di kampus-kampus dan tidak ditayangkan di bioskop. Di film tersebut, Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo. Film selanjutnya di tahun 2001, Pasir Berbisik menyandingkannya untuk beradu akting dengan Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini, Dian dianugerahi pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002) dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002). 

Perempuan berusia 31 tahun ini ditunjuk menjadi Brand Ambassador dari website informasi HIV temanteman.org. Yang beberapa saat lalu baru saja di launching di Auditorium Prof. M. Soekarjo RS Cipto Mangunkusumo, Jl Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2013 lalu. TemanTeman.org adalah sumber berita dan informasi terlengkap mengenai HIV/AIDS dan IMS untuk semua orang dan setiap orang di Indonesia. TemanTeman.org adalah sebuah pelayanan dari The Thai Red Cross AIDS Research Centre TRCARC dan didukung oleh Klinik Pokdiksus, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM Jakarta dan Klinik Nusa Indah Rumah Sakit Sanglah RSUP, Denpasar Bali. 

Dian Sastrowardoyo, Test HIV, Siapa takut?

 “Kalau kita berani melakukan deteksi dini HIV, kita juga bisa ajak orang lain supaya berani melakukan tes HIV. Tes HIV kayak tes kesehatan yang lain kok, kayak pap smear atau general check up,” kata Dian pada detik.com 

 “Untuk masa depan kita, kita enggak bisa nyuruh orang yang kita curiga dia terinfeksi nih. Harusnya ya diri kita sendiri dulu, kalau kita udah lakukan deteksi, baru ajak orang di sekitar kita untuk melakukan tes ini,” papar ibu dua anak ini. 

Diakui Dian, HIV-AIDS memang menjadi hal yang sensitif bagi pekerja seni seperti dirinya. Namun, ia menegaskan bahwa dengan dirinya menjadi Brand Ambassador kampanye tes HIV secara dini, bukan berarti ia pro terhadap gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko HIV-AIDS. 

“Mari kita periksa, terlepas dari hasilnya nanti gimana dan gaya hidup kita seperti apa. Setelah kita tau hasilnya, kita bisa jadi lebih bertanggung jawab pada diri kita dan melakukan hal yang lebih baik lagi untuk gaya hidup kita,” jelas Dian. 

Nah, #sahabatOBS Dian Sastrowardyo sudah memulai hal baik untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Bagaimana kemudian kita menjadikan Pemeriksaan HIV layaknya pemeriksaan kesehatan lainnya yang jika dilakukan lebih dini, kita dapat melindungi diri, pasangan serta keluarga. Jadi, Kapan kamu mau Test HIV? 

Link Source : 

Kamis, 07 November 2013

Selamat Ulang Tahun Betsi



Beberapa tahun silam, setiap tanggal 7 November
kami selalu berdoa bersama
Semoga setiap tahunnya pria ini diberi kekuatan untuk selalu menjaga kami

Namun kali ini, aku berdoa sendiri..
di hari kelahiranmu, di saat kau sudah tiada

Namun Konon katanya, 
orang yang mati hanyalah Jasadnya. 
Jiwa mereka tetap hidup dalam hati siapapun yang mencintai mereka..

Selamat Ulang Tahun
Abet Perhida Eriz
Al - Fatihah 


Kamis, 31 Oktober 2013

AIDS Digital, Persembahan Kami Untuk Indonesia

sumber : pexels.com
Jika ada perasaan yang benar benar bisa mewakili perasaan saya pagi ini, adalah kemudian kata bangga yang keluar dari hati yang paling dalam. mengapa? maka saya akan menceritakannya pada paragraf berikut dalam tulisan ini...

Tahun lalu, berawal dari sebuah obrolan ringan mengenai banyaknya kesulitan yang dialami masyarakat untuk mengakses informasi HIV AIDS, baik informasi kesehatan itu sendiri.. juga informasi mengenai layanan kesehatan HIV yang dapat diakses oleh mereka. kemudian pelan pelan dengan upaya yang kami lakukan sendiri saat itu kami memulainya. Membuat catatan kasar, membuat konsep, berdiskusi dan menuangkannya. Aditya Wardhana, atau yang akrab dipangil Edo; dan Budi Rissetya atau biasa saya panggil bani. Dua orang hebat yang menjadi pengagas ide, dan mewujudkan semuanya. mereka mencoba mendeliver informasi serta ide yang ada, kemudian kami susun, bangun dan lengkapi.. bersama dengan seluruh tim Indonesia AIDS Coalition.

Hari ini adalah hari yang paling kami nanti. Dimana akhirnya, AIDS Digital akan diluncurkan secara resmi oleh Menteri Kesehatan Ibu Nafsiah Mboi. Sunggguh bangga dan lega secara bersamaan, karena akhirnya kami dapat mewujudkan mimpi kami selama ini. Jika bisa mengutip pidato yang akan disampaikan oleh Aditya pagi nanti saat acara peluncuran, dia menyampaikan beberapa poin penting..

Jumat, 25 Oktober 2013

Kebiasaan Pagi Untuk Tubuh Sehat

Picture taken from Google.com


1. Bersyukur (Insyallah selalu :))
Kebiasaan sehat yang selalu saya lakukan sejak punya bayi 6 tahun lalu. saat melek mata.. kemudian mengucap alhamdulilah.. dan rasanya luar biasa.

2. Minum air (Alhamdulilah selalu :))
Kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan setelah bangun pagi adalah minum air. Orang dewasa rata-rata tidur selama 6 sampai 8 jam. Jadi, Anda tidak minum air dalam jangka waktu selama itu. Minum air harus menjadi hal pertama yang Anda lakukan di pagi hari untuk membuang racun dari tubuh.

3. Yoga (hmm, susah..)
Melakukan yoga di pagi hari dapat membantu Anda tetap fit dan juga menurunkan berat badan. Latihan pernapasan dan meditasi di pagi hari juga akan membantu Anda memfokuskan energi Anda  pada aktivitas Anda yang sibuk selama seharian.

4. Minum air hangat yang dicampur lemon dan madu (hmm, oke I will try..)
Perut terasa tidak enak setiap kali bangun di pagi hari. Nah, untuk mengatasinya, Anda bisa minum air hangat yang dicampur lemon dan madu. Minuman ini bermanfaat sebagai obat sembelit dan juga menjaga pergerakan usus halus.

5. Jogging (sudah 3 bulan tidak dilakukan :| )
Anda perlu melakukan beberapa latihan aerobik di pagi hari untuk memompa udara ke paru-paru Anda. Anda dapat berjalan-jalan pagi, jogging atau lari treadmill.

6. Mandi pagi (Kudunyaaaaaa...)
Pastikan Anda selalu mandi di pagi hari untuk membersihkan rasa kantuk Anda dan tetap merasa segar. Tidak ada sesi mandi yang paling segar selain mandi di pagi hari.

7. Minum jus (Tiap siang.. bukan pas bangun pagi ini mah..)
Jangan mulai hari Anda dengan minuman berkafein seperti teh atau kopi. Minuman berkafein memang dapat merangsang otak Anda, tetapi merugikan tubuh Anda. Minum jus jeruk yang segar baik untuk otak maupun tubuh Anda.

artikel ini di copy paste dari http://infojkt.com/kebiasaan-pagi-untuk-tubuh-sehat/ dan ditambahkan 1 poin pada bagian pertama, serta komentar di setiap poin oleh saya.. Selamat Pagiii!!!

Kamis, 24 Oktober 2013

The Engagement Day

The Engagement Ring :)
"in your lifetime you will find and meet one person who will love you more than anybody you have ever known and will know, they will love you with every bit of energy and soul. they will sacrifice, surrender and give so much that it scares you. someday you'll know who that is. and sometimes people realize who it was.."

and I found him..  even i know.. This is not my first, yes it is my second time. but I'm sure.. this time is the right time that God gave to me.. the man, the love, the acceptance..

we both not perfect, so far from perfection but we would build all the love. to love and to make all the imperfect into perfect together..

He purpose me at my home at October 5th 2013
in front of my mom, my dad and my daughter.. also his mom and all of family. and now.. we build the foundation for our future. the step is getting closer, not too hurry but not so slow..  but we sure have that step together..

@ayuma_morie and @febbylorentz #RoadToWedding2014

Another You ~ Bryan McKnight


If I traveled all around the world, 
I know what I would find
Someone half as smart Someone half as sweet
Half as lovely and half as kind if I was the ruler of
A kingdom with a house of wives to choose
It wouldn't even quite compare
To what I've got right here with you

So if I stumble just a bit trying to say what's on my mind?
Please excuse me cause I never felt the way that I feel inside
It's possible I may have finally found my dream come true 
There could never be another you
The stars are bright tonight They know you are mine ooh mine
I knew that it would be alright when my other dreams fell through
And for this very night I've waited all my life Standing straight and tall
I give my all to you So please excuse me if I Stumbled just a bit
Trying to say what's on my mind  

Please excuse me cause I never felt the way that I feel inside
It's possible I may have finally found my dream come true
There could never be another you

Happy (Terlambat Posting) Birthday To Me!

Picture from google.com
Hi dear my self..
Happy birthday yaa.. tidak terasa 27 tahun sudah kau diberikan kesempatan Tuhan untuk hidup. bukankah Oktober menjadi bulan yang sungguh spesial? ohh well.. kau hampir lupa akan dirimu sendiri ya. hmm.. gak apa. kadang kadang, kau perlu lupa sesekali.. untuk kemudian ingat apa yang harusnya menjadi prioritasmu. Selamat ulang tahun yu.. selamat ulang tahun..

lalu.. Apa Makna hari lahir ini untukmu yu..? (tanya diriku sendiri) kemudian teringat bahwa Tuhan kasih 27 tahun yang sungguh spesial, dia kasih orangtua yang tanpa ragu menyayangi, merawat dan membesarkanmu. menjadikan mereka orang pertama dan terakhir yang akan selalu berdiri tegak membelamu dan menjagamu bila seluruh dunia membenci dan menentagmu. mereka yang dalam hujan dan panas, akan setia menunggumu pulang.. dan membukakan pintu serta memberikanmu pelukan hangat. dan di tahun ke 27, mereka masih ada untukmu yu.. bersyukurlah..

Kamis, 05 September 2013

#Selftalk A Happy September!

Picture from tumblr.com
belum terlambat kan, untuk mengawali tulisan pertama di bulan September di tengah kesibukan pekerjaan yang seuabregabreg. Menyempatkan duduk sejenak di pagi hari, ditemani dengan semangkuk Mie instan rasa soto (opsy, guilty pleasure) segelas susu cokelat dingin dan suara Chris Martin yang menyenandungkan tembang kesukaan saya the Scientist. so.. Hows life? I ask my self through my writin in this page of blog. 


Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya"
Pramoedya Ananta Toer (Rumah Kaca, h. 46)


Well, Life is pretty good. a lots of bless, love, energy comin in and out. ada beberapa doa doa yang dipanjatkan berulang ulang untuk pekerjaan dan cinta kemudian dikabulkan di bulan ini oleh Allah swt. walaupun penuh deru air mata dan letih yang teramat sangat, namun ada hasil yang tidak sia sia yang bisa didapat di akhir. Mengawali September senyum,  yang kemudian akan menjadi berkah berupa bahagia dan kesehatan dalam setiap energi positif yang lahir. Akan segera membagikan banyak cerita bahagia di bulan ini. Selalu bersyukur atas kehidupan sederhana yang penuh berkah. Love is Old, love is new, love is all, love is you!




Kamis, 29 Agustus 2013

Stranger by Bonfire


Show me your love no need to get rush and sing
Destiny calls to where we are now
Together we laughed and cry till we drown
Tears flowing hard when you feel alone inside
Open your eyes you've already got
the company that you need is within a smile
Bless me with all your heart
Hold me with all your might
Show me your love we're not in a rush and sing
Destiny calls to where we are now
Together we laughed and cry till we drown
I'm here to love you if you let me to
Listen to me, be patient with me
Come on, come here and sing with me
Lalalalalalalalalalalala.....
I'm here to love you if you let me to
Listen to me, be patient with me
Come on, come here and sing with me
Lalalalalalalalalalalala.....

Rabu, 28 Agustus 2013

Enaknya Bubur Manado

Sebagai seorang perempuan kelahiran Jawa dan.. Manado, gue sebenernya agak minder karena dianggap tidak bisa masak. Bisa sih, tapi lebih makanan sehari hari yang tingak kesulitannya terbilang tidak ada. Namun, ada satu masakan Favorit mama yang sering dia buat, tapi.. gue gak bisa bikinnya. namun kemudian saya menemukan resepnya di link ini, dan insyaallah dalam waktu dekat (yang gue juga ga tahu kapan) akan gue buat segera. amin.

Sumber: http://id.she.yahoo.com/resep-bubur-manado-115347387.html


Memasak bubur dengan nasi, bukan beras, akan lebih mempersingkat waktu masak. Untuk 5 orang.

Bahan dan bumbu:
3 gelas nasi
9 gelas air
1 jagung
¼ buah labu parang
1 batang serai
1 ikat daun kangkung
2 genggam daun bayam
1 rumpun daun kemangi
Garam

Caranya:
1. Jagung disisir. Labu dikupas, dipotong dadu. Serai dikeprek, diikat simpul. Semua disisihkan.
2. Nasi dimasak dalam air bersama serai sampai agak lunak. Diberi garam, lalu dicicipi.
3. Jagung dan labu parang dimasukkan, dimasak terus sampai sayuran lunak dan nasi menjadi bubur.
4. Kangkung dimasukkan dan dimasak sebentar. Terakhir bayam dimasukkan, dimasak sampai agak layu. Daun kemangi ditambah. Dimasak sebentar saja, lalu diangkat.
5. Bubur bisa disajikan dengan ikan cakalang asap atau ikan asin gabus, bersama sambal tomat.

Selasa, 27 Agustus 2013

Thank's For Sign My Petition!


Dear All,
I begin my petition from zero. No one know who am I? But with a great team work from my office and community, we start the petition at July 27th 2013 at the World Hepatitis Day. I dont even think that I should write in english or Indonesia, all I know that how we can push the health and treatment accessibility is easier. Today, there's a 600 people who already sign the petition. and I would like to thanks for your kindness. If we success to lower the Hepatitis treatment, this not just gonna help me, but all Indonesian people who need the treatment.


Short story from my petition, you can see also in this link for Bahasa Indonesia..


At this moment, I am actively campaigning for the dissemination of information about HIV to the public through a campaign called "Right to Health for People with HIV." Through this campaign, I communicate everyday about all things related to HIV and it is my help that the community can protect themselves from this illness and people already living with HIV can keep a bright spirit in their own lives. This type of spirit is one key to living a healthy life.

On July 28th, we celebrated World Hepatitis C Day. At this moment, the Ministry of Health estimates there are around 7 million Hepatitis C infections in Indonesia, and 10-12% will advance to liver cancer. I am one of these people living with Hepatitis C. For me and tens of thousands of others who live with HIV, this condition hurts us further because, based on research, we know that an HIV infection can cause Hepatitis C to advance to be more harmful and will cause death sooner for us.

At this moment, the WHO already added to their list of essential medicines the type called pegylated interferon. But this remains a challenge, that the price of this medication is still so expensive, reaching 2.5 million (~$250) per week, and so complete therapy for one patient requires 250 million rupiah (~$24,000).We learned from ARV medication for people with HIV that the price of medication can be influenced as long as there pharmaceutical companies recognize the importance of public health. The price of ARVs that were 10 years ago so expensive is now attainable even for citizens in developing countries and this has saved millions of lives, including lives in Indonesia.

***

Thats a short brief about this petition background. Then, at the August 20th. Mike Crinchton, Director of Roche the Big Pharma and asking for meeting with us. Yesterday, August 26th 2013 we finally met him.

Me, Aditya and Melly from Indonesia AIDS Coalition. And Mike with his Secretary Luci from roche. We’re not just talk about the Hepatitis treatment, but also about the testing/screening. They told us that Pegylated Interferon therapy covered already by ASKES and JAMKESMAS. So, they think it need a support from government to discuss about how to involve BPJS to provide social protection take the roles through this issue. And They asking us for connect them into ministry of health personally to have a deeply talk about lowering the price. For me its kinda weird.. why they dont want have a general meeting with the other pharmacy company, CSO, and also government.

At the future, we would like to set up join team for task force on Hepatitis C, there will be a CSO, Health Services, Government in a team. So we will talk and discuss about, what the step related to the issue that we want to push. The biggest problem is about screening and treatment on Hepatitis still very expensive, and also about the provision of health services.

Solusi Terapiku, Free tretment for me
 At the end of the meeting.. they give me a card. They said that Roche have a program for free treatment. I should talk to my doctor, and if my doctor say that I need Pegylated Interferon therapy, they would love to help me with that. But how about the others.... so I didn't give them answer before our work is done, and people can easily access the Hepatitis treatment with a lower price.

Dear friends and colleagues,
I will always updates all news about this thing. We will not gonna stop till end.
Thank you so much Mas Usman Hamid and Dhenok Pratiwi from Change.org Indonesia, My team on Indonesia AIDS Coalition (Edo, Melly, Bani, Iwang, and all). Thank you KateOtto for translating my petition, and Febby Lorentz for your kindness and hug. Thanks for 600 people, and all people around me. I Love You All!