Kamis, 27 Maret 2014

Berdiri diatas Jarak

Picture Source http://imgfave.com/collection/21457/hugs-hugs-hugs
Sebelum menutup malam,
sedikit ingin berbagi tentang mencintai pasanganmu dan mencintai jarak diantara kalian. saya tidak pernah bilang ini akan mudah, tapi saat kau bisa bertahan didalamnya akan ada banyak hal luar biasa yang insyaallah akan muncul didepan mata. setelah menikah 1 Februari lalu, sampai hari ini saya dan suami tinggal terpisah. saya di Pamulang dan suami di Bandung. mengapa? karena kebetulan saya memiliki 1 orang putri yang berusia 7 tahun, dan bulan Juni ini dia akan mengikuti ujian kenaikan kelas. sehingga sangat sayang, jika pindah ke bandung dilakukan dengan tergesa gesa. kami harus sabar menunggu sampai si kecil naik kelas.

namun ada banyak hal yang aku pelajari dalam jarak.
tentang kejujuran dan kasih sayang yang terpendam, tentang tidak memaksakan kehendak, tentang pengorbanaan dan arti kehadiran. setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali kami berusaha untuk saling mendatangi. entah saya yang akan ke bandung atau febby yang akan ke Pamulang. sekali lagi, ini tidak mudah. ada masa masa dimana saya merasa sendirian, saya merasa kesepian. saya yakin suami pun merasakan hal yang sama. namun dalam pikiran pikiran tadi, tersimpan jutaan rindu yang terakumulasi menjadi satu. kumpulan rindu tersebut menjadi sumber kekuatan kami untuk selalu bertahan dalam jarak.

berkirim pesan, saling menelfon dan berkirim gambar biasa kami bertiga lakukan. saya, suami dan putri kami. sehingga setiap aktifitas, kegiatan, perasaan dapat tertuang dan dibagi bersama. dalam jarak saya belajar arti kesabaran dan ketulusan, bahwa keputusasaan hanya akan menjadi malapetaka, dan bila rindu menerpa berpeganglah pada keyakinan bahwa kalian yang saling merindukan, akan saling menjaga dalam doa dalam sujud sujud kalian.

ahh..
kicauan malam dari seorang istri yang galau. Selamat malam suamiku yang ada di Bandung dan anakku yang ada di pamulang. AlFatihah untuk kalian berdua, saya yakin Allah swt selalu melindungi kalian berdua.

Love --- dari umi yang begadang di kantor di Rawamangun *hugs

Rabu, 26 Maret 2014

Award Ini Untuk Kalian Semua, Teman ODHA-ku Tersayang!

Seperti yang kita semua ketahui bahwa Estimasi orang yang hidup dengan HIV di Indonesia mencapai angka 500,000 orang, namun baru sekitar 130,000 kasus yang ditemukan. sehingga dengan jelas, masih ada banyak sekali orang yang beresiko terteular HIV atau memang sudah hidup dengan HIV namun tidak menyadarinya. ada 17 juta lebih pengguna Internet di Indonesia, sehingga ini yang menjadikan peluang besar bagi  kita selaku aktifis yang bekerja di isu HV AIDS untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Ada yang sudah pernah dengar ODHA Berhak Sehat?
kalau kenal sama saya, harusnya kenal sama kampanye #ODHABerhakSehat. Kampanye ini bertujuan besar untuk mengajak masyarakat umum merubah paradigma mereka berinformasi dan mendapatkan informasi khususnya tentang HIV AIDS dengan lebih cerdas. Sehingga, semakin banyak orang yang tahu mengenai informasi ini, semakin banyak pula orang yang akhirnya bisa melindungi diri mereka dari penularan Virus HIV AIDS. Follow twitternya @ODHABerhakSehat dan Facebook Fan Page-nya ODHA Berhak Sehat serta Add pin BBM nya untuk ngobrol santai di Pin 265B06D5, atau untuk update artikel serta tulisan dari komunitas bisa buka websitenya di www.odhaberhaksehat.org, oh iya kalian yang punya Instagram..boleh lho silahkan Follow IG-nya ODHA Berhak Sehat

Honeymoon Trip : West Java In Love #Part6

Day V - Jumat, 7 Februari 2014

Tersenyum mengeluarkan endorfin dalam otak yang mampu membuatmu bahagia.
Maka ini adalah bagian terakhir dari perjalanan bulan madu kami selama 5 hari lamanya. dan semoga rangkaian tulisan berjudul "Honeymoon Trip: West Java In Love" yang memiliki 6 seri bisa membuat anda semua tersenyum saat membacanya, membuat anda kemudian merindukan pasangan anda masing masing, dan meningkatkan kadar cinta kalian berdua.. #Tsaahhh eh tapi serius lhooo.. kami berbagi cerita ini, karena menurut kami berdua penting untuk membagi kebahagiaan, agar kemudian orang banyak juga bisa merasakan hal yang sama. love love love... Nah, yuk ah, kita ke cerita di hari terakhir ini, ada apaan sih di perjalanan hari kelima kami..


Honeymoon Trip : West Java In Love #Part5

Day IV kamis, 6 Februari 2014

This One Gonna be a day we really hope for. khususnya saya sih, karena ada beberapa destinasi yanggg..saya impikan sejak lama untuk dikunjungi. Well.. setelah sarapan, kami segera berkemas meninggalkan Graha Ciumbeuleuit. dan dengan bermodalka aplikasi waze, kami menuju destinasi pertama pada hari ke empat perjalanan bulan madu ini. ihiw.. nah buat cleu alias petunjuk untuk kalian semua.. ingatkah kalian pada sebuah film anak anak di tahun 90'an. pada saat itu saya duduk di bangku SD dan.. di dalam film ini seorang anak yang kini sudah tumbuh menjadi penyanyi dewasa, berpetualang saat liburan sekolahnya di bilangan Lembang Bandung. Ada kisah menarik mengenai persahabatan dan juga drama penculikan yang terjadi dalam film tersebut.. jika kalian dengar soundtrack filmnya kalian gak akan ragu lagi menebak film apa itu.. "dia pikiiirrr... dia yang paling hebat.. merasa paling kuat.. dan paling dahsyat.." lalalala...

hahaha, yups.. itu film Petualangan Sherina yang sejak kecil sungguh saya sukai. karatker Sherina kecil dan lawan mainnya serta pemandangan Kota Bandung yang menyegarkan mata, mengajak hati kecil saya untuk berfikir.. hmm, saya harus berkunjung ke Boscha! yups.. saya bilang sama suami, "Can we Go to Observatorium boscha?" and he said yes, absoutely yes! ohohooow.. 

Dan pagi ini, kami menikmati perjalanan menuju Observatorium Boscha dengan perasaan semangat serta suka cita. By the way.. kalian tahu kan apa itu Observatorium Boscha? hmm ini sedikit informasi tentang tempat yang akan kami datangi di hari keempat ini.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. dahulu bernama Bosscha Sterrenwach) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49' Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

Honeymoon Trip : West Java In Love #Part4

Day III Rabu, 5 Februari 2014

Sebelum saya lupa ingatan karena ceritanya sudah sedikit agak terlupa karena kesibukan. ijinkan saya membagi sisa cerita perjalanan bulan madu kami melalui beberapa tulisan di blog ini. hope you enjoyed it, even its a lil bit late yaaa.. so sorry than. okay.. di hari ketiga, umm.. (mencoba mengingat2 lagi hehehehe..)

tebak, Kami memutuskan untuk pergi ke tempat yang (mungkin) menurut kebanyakan orang tidak terlalu spesial. well.. we decide to go to kebun Binatang. Tadaaaaa! amazing huh.. kenapa sih kami pilih kebun binatang? Jawabannya sebenernya sangat simpel. This our journey, that we will begin soon. nah, kita mau belajar lebih banyak hal lagi mengenai kehidupan yang gak pernah kami temui sebelumnya, atau bukan gak pernah tapi hampir jarang karena bukan santapan sehari hari. hari pertama kami sudah dibuai dengan pesona alam, hari kedua kami menikmati budaya dan alunan musik yang luar biasa membahagiakan. so at the third day, we want to meet another creatures of God, That cute animal!! yeay!


Nih, sekilas tentang kebun Binatang bandung menurut Wikipedia
Kebun Binatang Bandung ini pada awalnya dikenal dengan nama Derenten (dalam bahasa sunda, dierentuin) yang artinya kebun binatang. Kebun Binatang Bandung didirikan pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini. Pada tahun 1956, atas inisiatif dari R. Ema Bratakoesoema, Bandung Zoological Park dibubarkan dan berganti menjadi Yayasan Marga Satwa Tamansari pada tahun 1957.

Honeymoon Trip : West Java In Love #Part3

Day II Selasa, 4 Februari 2014

Suamiikuuu... Hahaha.. inilah yaa, beda-nya kehidupan setelah menikah. Bangun tidur ada suami dengan segala bentuk rupa wajahnya saat bangun tidur. yang bisa langsung kita peluk, lalu kita bangunkan untuk menunaikan ibadah shalat subuh bersama. Indahnya dunia.. :) Okeh! pagi hari di Kampung Pa'Go sangat segar. hujan sudah tidak lagi turun sederas kemarin, namun hawa sejuknya tidak lantas hilang. Selesai sarapan pagi yang diberikan dari penginapan, kami bergegas packing, karena harus kembali ke Kota Bandung dan melanjutkan perjalanan. pagi itu kami check Out dari Kampung Pa'Go dan (seperti biasa) wajib hukumnya untuk berfoto :)

 

Destinasi kami di hari kedua adalah beberapa tempat saja. namun yang menjadi tempat tujuan kami adalah penginapan. walaupun letaknya berdekatan dengan rumah suami di Jl.Veteran, kami memutuskan untuk menginap di Hotel sepuluh, sebuah hotel sederhana di kawasan Buah Batu. Harga sewa kamarnya yang murah dan suasanya yang nyaman membuat kami menjatuhkan pilihan pada Hotel 10, yang biaya sewa per-malamnya hanya Rp 250.000 (menggunakan Agoda.com).

Meet The Coach of Nasional Team U-19; Indra Sjafri

Saat Punya kesempatan, jangan Pernah Melewatkannya. Ambil!

Saat Saya tahu Indra Sjafri Coach Timnas U-19 Menjadi salah satu Pembicara dalam IMA Youth Forum hari ini, Saya langsung masuk ballroom dan duduk paling depan. Saya punya Misi rahasia buat Rumah Cemara.

Picture From @MDGAwards
Saat Sesi Tanya Jawab, saya mendapat kesempatan terakhir untuk bicara. Saya bilang sama beliau..
"Coach Indra, Saya Penggemar berat Coach. Saya gak punya pertanyaan, tapi saya punya permintaan. Sebelum Saya ajukan permintaan saya, ijinkan saya untuk bercerita. di Jakarta saya punya women street soccer team for woman living with HIV, beranggotakan 12 orang. kami percaya bahwa batasan bisa diruntuhkan dengan kepercayaan diri. Kami terinsprasi oleh Rumah Cemara."

(lalu saya bercerita ttg Rumah Cemara) source http://www.rumahcemara.org/profile/

Rumah Cemara envisions an Indonesia without stigma and discrimination against HIV/AIDS and drug addiction. Their Mission - Rumah Cemara uses a peer intervention model in order to increase the quality of life for people with HIV/AIDS and people who use drugs in Indonesia.

Their Objectives - With both a spirit of peer support and professionalism, Rumah Cemara works to:

Selasa, 11 Maret 2014

From Zero To Seven; Happy Birthday Daughter!

Dear Malika,

Tujuh tahun yang lalu umi terbaring di sebuah kasur, di klinik bersalin bernama Vitalaya di daerah Pamulang. Saat itu umi tengah mengandungmu. Usia kandungannya belum genap 9 bulan, namun karena ada sesuatu hal yang mengharuskan umi masuk ruang perawatan. Pagi hari kala itu, dokter memeriksa semuanya, dan dokter bilang "Kita Secsio hari ini!" umi bingung nak. Karena jujur umi takut sekali. Umi berharap bisa melahirkanmu secara normal, namun ternyata kondisinya berbeda. Sore itu menggunakan ambulans, abi mengantarkan umi dari klinik menuju rumah sakit bersalin yang memiliki alat operasi bersama mama. rasanya perasaan umi saat itu tidak karuan dan cemas.

Setelah sampai di Rumah Sakit, umi langsung diminta dokter masuk kedalam ruang pemeriksaan. berbagai macam pemeriksaan dilakukan, dan umi mengganti pakaian dengan pakaian bedah. infus ditancapkan dan umi diminta menunggu jadwal operasi yang kabarnya berlangsung selepas Maghrib. Saat itu abi tidak pergi dari samping umi. dia tahu umi sungguh ketakutan, dia tidak hentinya membimbing umi untuk berdoa seraya mengelusmu yang ada di dalam perut. suhu udara dalam ruangan sangat dingin, umi yang hanya berbalut sebuah kain sangat kedinginan. Lalu tak lama masa menunggu, sekitar pukul 18.00 umi masuk kedalam ruang operasi. kali ini mama dan abi tidak bisa ikut menemani, kami saling memberikan pelukan sebelum operasi secsio dilaksanakan.