Sabtu, 23 Mei 2020

Surat Untuk Mbak Marsinah

Mbak Marsinah.. 
11 tahun sudah saya hidup dengan virus HIV dan harus mengkonsumsi obat ARV setiap harinya seumur hidup.

Mbak Marsinah.. Secara sistematis dan struktural, negara tidak pernah memberikan saya dan banyak perempuan.. edukasi tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi. Tidak ada proteksi secara pemahaman bahkan kemampuan utk bernegosiasi dgn pasangan... sehingga kerentanan terinfeksi HIV meningkat pada kelompok perempuan.

Mbak Marsinah... hingga 11 tahun ku hidup dengan HIV... atau 27 th kematianmu.. kesehatan seksual dan reproduksi masih menjadi hal yang tabu. Tidak ada informasi dan edukasi dari mulai di lingkungan sekolah, sosial maupun keluarga sebagai bentuk pencegahan. Sehingga mengakibatkan.. makin banyaknya perempuan dan anak anaknya yg terinfeksi HIV karena tdk memiliki posisi tawar pada pasangan. Tidak ada juga perlindungan hukum yang nyata bagi perempuan dan kelompok kelompok yg terdampak HIV AIDS

Jumat, 22 Mei 2020

Jaga Diri, Jangan Lelah

Begitu banyak konspirasi tentang isu c19 ini. To be honest saya sempat mengikuti perkembangannya di awal dan mengerikan jika memikirkan jika ini memang dibuat oleh manusia dan sengaja dilepaskan untuk tujuan tujuan tertentu. TAPI, sebetulnya jauh sebelum ini terjadi hampir semua isu virus dan penyakit di muka bumi ini akan selalu ada pihak pihak yang mencari cari akar serta asal muasalnya. Entah itu akan end up dengan sebuah teori ataupun fakta bahwa penyakit tersebut memang ada, I decide to believe that virus is here now with us on earth.

Sebagai contoh, pada saat saya terinfeksi HIV saya memiliki pergolakan batin yang luar biasa. Selain karena begitu minimnya pemahaman akan informasi yang saya miliki... saya juga sempat mendapatkan informasi dari kanal kanal yang salah. Jika dalam isu HIV, teori yang berkembang sungguh menyeramkan dan sangat merugikan orang orang yang memang nyatanya terdampak HIV seperti kelompok perempuan dan anak anak mereka.

Pergulatan batin itu tentunya juga dibarengi dengan ketakutan besar karena faktanya hasil pemeriksaan HIV di darah saya menunjukan hasil reaktif pada dua kali pemeriksaan di dua rumah sakit berbeda. Fakta lainnya adalah suami saya (alm) saat itu dalam kondisi yang sangat buruk yang di kemudian hari saya ketahui bahwa dia sudah masuk fase AIDS.

Kamis, 21 Mei 2020

Hampers Rempah Sesajen Untuk Kebebasan Ceu Kun | Bonus Podcast*

Disclaimer. Tulisan ini dibuat pada kelas CS Writers Club yang dilaksanakan setiap hari kami. More Info about the club check their IG @CSWritersClub | Tulisan ini adalah Fiksi dan karangan semata.

****

Aku begitu prihatin atas situasi yang harus selalu dilaluinya selama sebulan.. setiap tahun

Dia tidak bisa merasakan nikmatnya bertengger di dahan pohon mangga belakang rumah pak haji

Dia juga tidak bisa menggoda anak anak remaja mesjid sepulang solat isya berjamaah

Dia bahkan tidak bisa menggunakan lagi mata uang dedaunan untuk membeli sepanci soto mie bogor milik Bang Udin. Hanya untuk membuktikan betapa kaya dirinya dan betapa luas ususnya

Aku tau ini bulan yang sulit untuknya... dan sebagai pengagumnya film filmnya (meski aku tahu sang sutradara selalu menggunakan peran pengganti).. aku sungguh prihatin.

Lalu dua hari lagi masa kurungannya akan berakhir.

Rabu, 20 Mei 2020

Teman itu Bukan Jabatan

Saya tipikal yang sulit sekali berteman. Gak mudah buat saya percaya sama orang lain. Sejujurnya saya sangat takut untuk melakukan itu karena, once I trust someone and saya memutuskan untuk berteman dengannya I will be a good one! Ah perez lo yu! hahaha serius ini mah. Bisa dilihat pada chart jodiyak saya, saya nih orang yang setia. Sayangnya kesetiaan kita selalu berbatas dan memiliki ujungnya.. bukan seperti slogan Buzz lightyear ya "Tak terbatasss... dan melampauinya..!". Nah di artikel hari ini saya mau membahas perihal "Teman itu Bukan Jabatan". Bukan Jabatan yang diberikan seseorang ataupun yang kita dapat.

Menurutku, Friend is beyond the name itself. Teman itu bahkan kalau memang teman, ga perlu diucapkan... dilabeli.. dideklarasikan.. or whatever put mark on your forehead ya.. "TEMENNYA AYU". Nooo.. ga kayak gitu. Gimana ya.. temen ya dijalani aja. Berteman aja. Ga pake embel embel apapun, ga ada transaksi dan akad pada saat lo mau berteman dengan seseorang dan merasa perlu seseorang menjadi teman lo. I know you have to know each other, itu betul sekali. Ya kenalan dulu lah.. baru kemudian bertemen begitu kan yahh aturannya. But you can declare it. Buat gw pribadi sih jadi sangat basi ya. 

Selasa, 19 Mei 2020

A Morning Reflection

Saat seseorang merasa baru saja melakukan aktifitas yg resiko HIV...
Saat seseorang bahkan merasa memiliki gejala HIV...
Saat seseorang baru tahu kondisi HIV...
itu pukulan telak bagi mereka… semua pasti parno.. dan takut..

Sayangnya…
Gak semua orang bisa langsung kuat kayak saya atau kamu..
Gak Semua orang langsung pintar kayak kamu, kamu dan kamu..
Semua butuh proses…

Karena… saya juga pernah ada di posisi orang yang ga tahu apa apa, paranoid dan ketakutan.
Mungkin kamu juga pernah ngerasain.. tapi sudah lama dan lupa karena sekarang hidupmu sudah oke oke saja dan bahagia…

Senin, 18 Mei 2020

AIDS Candlelight Memorial 2020

Ada banyak nama yang terekam dalam ingatan. Mereka yang selama 11 th terakhir mengisi kehidupan saya dengan cara cara dan durasi yang berbeda. Sebagian besar dari mereka saya kenal dari Klinik Wijaya Kusuma di RSUP Fatmawati Jakarta Selatan. Kami sama sama tumbuh dan belajar di sana menjadi manusia manusia yang lebih kuat di klinik tersebut. HIV mempertemukan kami semua dan menjadikan kami saudara. Sayangnya persaudaraan itu kini melampui ruang dan waktu. Kematian memisahkan kami, raga tak lagi bertemu meski rasa rindu tetap dapat diantarkan melalui doa.

Nama nama itu bukan hanya sekedar nama, senyum tawa dan canda serta kebersamaan di waktu yang cukup lama membuat saya senantiasa mengingat mereka dan menjadikan mereka sumber sumber kekuatan untuk tetap melanjutkan hidup dan perjuangan.

Mungkin mereka telah kalah dalam perjuangannya melawan virus HIV. tapi saya mau tetap hidup dan bertahan, meski HIV tidak selalu membuat saya menjadi orang yang kuat. Lebih sering melemahkan mental dan menjatuhkan saya berkali kali. Tapi apa yang tidak mematikanmu harusnya membuatmu menjadi lebih kuat. Episode demi episode kehidupan saya jalani dan kematian karena AIDS tetap datang tak bisa terelakkan.Ada banyak diantara mereka yang tidak beruntung. Tapi mereka beruntung karena tanpa mungkin mereka sadari, mereka kini menjadi saripati kebaikan dalam relung hati kami.

Peringatan AIDS Candlelight Memorial mungkin hanya akan terjadi setiap bulan Mei. Namun setiap saat jiwa jiwa mereka yang telah pergi tetap Abadi. Keep the light on.. because the light is in you.. you may cannot see it.. but when u feel it you need to embrace it. Biarlah Menyala meski dalam gelap. 

Minggu, 17 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #14

Abet melanjutkan kuliahnya yang terbengkalai. Dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semuanya berantakan karena narkoba. Perbedaan usia kami hanya terpaut empat tahun tapi rasanya pengalaman hidupnya seperti yang sepuluh tahun lebih lama dariku hidup. Abet juga senang memotret, dia selalu membawa kameranya saat bepergian dan sesekali akan berhenti jika menemukan objek yang menarik untuk ditangkap oleh lensa kameranya.

Kumpulan anak anak pecinta alamnya pun masih setia membuka pintu untuknya kembali. Dari perjalanan panjang kami, aku akhirnya mengetahui bahwa gunung menjadi tempatnya pergi dan memohon maaf pada diri jika sedang kembali tersesat. Katanya, di gunung tidak ada narkoba jadi kalau kecanduannya mulai datang meski sakit dia akan naik gunung bersama kawan kawannya untuk kemudian menyembuhkan diri. Alam membantunya sembuh.

Sabtu, 16 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #13

Sialan!

Kenapa aku mesti terjebak dalam situasi sulit seperti ini. Bukankah harusnya aku saat ini sibuk belajar dan menikmati masa sekolahku. Bukankah menjadi ketua OSIS adalah hal yang sulit dan butuh konsentrasi untuk mengelola organisasi sekolah ini. Tidak tidak… nyatanya aku memang tidak pernah menyukai instansi pendidikan ini. Mulai sejak kecil hingga saat ini aku merasa ini hanya formalitas dan darma baktiku pada kedua orangtuaku. Aku tidak pernah menyukai sekolah meskipun aku menyukai teman teman dan cerita cerita yang terjadi di sini.

Sekarang aku sama sekali tidak pernah memikirkan sekolah. Aku hanya berangkat dan kembali lagi ke rumah seperti rutinitas yang tak bernyawa. Aku tetap bersenandung dan tersenyum sepanjang perjalananku namun aku tidak memikirkan sekolah. Aku memikirkan Abet.

Setelah obrolan panjang kami malam itu, Abet mengantarkanku pulang seperti tidak ada beban. Seperti kami kembali sedia kala dan baik baik saja. Lantas aku yang kemudian kebingungan. Dia tidak pernah merasa memutuskan hubungan kami, dia hanya merasa perlu untuk rehat sejenak dan menyembuhkan dirinya dari kecanduan. Tapi dia sama sekali tidak memikirkanku dan terkesan seperti meninggalkanku sehingga Opi kini terlibat. Aku tidak mampu meninggalkan orang sebaik Opi, tapi aku juga tidak mau kehilangan Abet lagi. Kini aku harus memutar otak dan mencari cara untuk menyampaikan hal ini padanya.

Jumat, 15 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #12

Berhari hari aku dilanda kebingungan. Opi kini mengisi kehidupanku. Meski tidak ada pernyataan cinta seperti kebanyakan orang pada umumnya, tapi ciuman di bioskop itu seperti sebuah petunjuk dan ungkapan cintanya. Perhatian yang kerap dilontarkannya setiap saat baik melalui pesan singkat ataupun telfon juga sudah cukup buatku. Bukankah dia memang orang yang selama ini aku nantikan sejak lama? Bukankah dia cinta semasa kecil yang menjadi nyata? Aku kini sering mempertanyakan perasaanku.

“Kenapa sih kok kayak gak bersemangat gitu?” Tanya Opi suatu hari.
“Gak apa – apa kok” balasku singkat saat dia menelfon.
“Kita baik baik aja kan?”
“Iya tenang aja.” Jawabku singkat yang kemudian langsung mengalihkan pembicaraan.

Kamis, 14 Mei 2020

Conversation with My Antiretroviral Teraphy | Bonus Podcast*

Ayu : “Duh gede banget ya botolnya, mana dua butir setiap minum.. ada dua jenis lainnya pula.. jadi tujuh butir sehari astagaaaaa….huff”

Aluvia : “Woy, enak aja lo baru ketemu udah ngatain gue gede! Body shamming namanya!”

Ayu : “Eh maap maap.. bukan itu maksudku.. eh lho kok kamu bisa ngomong.. kok serem sih…”

Lamivudine : “Iyaaa mulai hari ini kita akan selalu ngobrol kayak gini.. ga usah takut nyantei aja!”

Tenofovir : “Iyaa santai aja. Kamu nih kayak baru liat obat sekali ini. Kan empat tahun kemarin kamu juga dah ngerasain obat yang lainnya. Meski akhirnya ga bekerja dengan baik kan di badan kamu..”

Aluvia :  “Akhirnya ketemu deh sama kita. Makanya mulai hari ini kami bertiga akan jadi lebih bawel supaya kamu sehat terus”

Rabu, 13 Mei 2020

30 Masakan Andalan Selama di Rumah Aja

Sebetulnya saya hampir frustasi kalau harus mikirin masakan atau dapat pertanyaan "Masak apa hari ini?" baik dari Malika atau bapaknya. OMG... Meskipun saya fun dan dengan kesadaran sendiri saya memang memutuskan untuk melakukan kerja kerja domestik... Memikirkan nasib orang lain dalam hal ini masakan itu sangat melelahkan lho. Sehingga alangkah senangnya karena Malika dan Febby juga tidak pernah lupa membantu saya berbagi peran dalam mengurus rumah yang adalah milik bersama ini.

Saya bukan koki andalan yang masakannya seenak dan senikmat master chef atau ibu saya dan ibu mertua saya. Tentu saya mengambil beberapa referensi dari mereka. Tapi saya bisa bilang bahwa makanan saya 90% bumbunya hanya terdiri dari bawang merah, bawang putih dan garam. Hampir semua masakan saya bumbunya itu ajaaaa hahahaha. Saya selalu ingin mentertawakan diri sendiri karena ini. Dan ga usah repot karena saat ini, beragam perusahaan perbumbuan telah sangat membantu kita dengan membuatkan bumbu bumbu khusus sesuai dengan jenis jenis masakan yang sangat hits di rumah. Jadi kita tinggal menyiapkan bahan bahannya saja. Oiya saya ga akan menjelaskan soal masakannya ya. Saya cuma akan bikin list saja. Yes I know sebuah artikel yang kurang menarik. Tapi aniway, terima kasih sudah baca ya!

Selasa, 12 Mei 2020

8 Tempat yang Bikin Rindu Pamulang

Banyak orang yang kini rindu akan kampung halaman setelah di rumah aja hampir dua bulan terakhir ini. Begitupa dengan saya. Sayangnya I dont really have a hometown to mention, saya lahir dan besar di tengah kota dengan hiruk pikuk kendaraan dan polusi udara. Not really kampung yang penuh dengan keheningan, udara yang sejuk atau suara burung burung dan jangkrik saat kita berdiam di teras rumah. Yup, karena yang kurindukan adalah Pamulang. Tempat yang juga adalah rumah tempatku besar dan bertumbuh. Banyak cerita dan perjalanan yang berproses selama 23 tahun dalam hidup. So this post is dedicated for Pamulang. Tempat - tempat apa yang paling saya rindukan dan pengennya saat covid-19 ini berakhir saat saya pulang mengunjungi rumah orangtua, saya juga akan mengunjungi tempat tempat tersebut... atau sekedar lewat lagi di jalur sekitar situ karena beberapa tempat sudah tidak ada. So here's the list.. maybe you recognize some place?

Senin, 11 Mei 2020

Sendal Jepit di Stasiun Tanah Abang | Bonus Podcast*

Celana hijau tiga per empat dan kaos polo shirt putih.. aku melihat ke cermin dari atas sampai bawah.. nah sudah pas nih. Cakep… pas sama sandal baru. Iyaa.. aku baru beli Sendal..  sandal yang bisa membuat langkah makin mantap. Karena saking mantapnya, setiap hari aku harus menempuh perjalanan panjang dari Pamulang ke Rawamangun.

Begini kira kira rutenya. Dari Pamulang naik angkutan umum menuju stasiun Serpong, karena dari sana saya akan naik kereta api ke stasiun Tanah Abang lalu lanjut ke stasiun Sudirman. Sudah sejauh itu, saya masih harus keluar stasiun dan menyambung kendaraan menggunakan Transjakarta sampai Halte Sunan Jati di Rawamangun baru akhirnya tiba di kantor. Berapa lama coba waktu yg saya tempuh? Yah kurang lebih dua jam.

Sepanjang perjalanan dari stasiun Serpong menuju Tanah Abang, kereta sangat kosong dan saya bisa duduk dengan nyaman. tapi setibanya di stasiun Tanah Abang kami semua harus mengejar kereta selanjutnya dan berjejalan naik.

Minggu, 10 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #11

Aku kelelahan dan memutuskan untuk segera tidur dan tidak melakukan apa apa lagi setibanya di rumah. Rasanya hari ini terasa sangat panjang dan melelahkan. Aku merebahkan tubuhku yang rasanya masih berbau kaporit meskipun sudah kubilas berkali kali. Langit langit kamar menatapku dengan kasihan dan seperti bertanya ada apa denganku. Ingin rasanya kucurahkan semua pada sang langit langit atau dinding kamar bahwa aku.. aku kenapa ya. Aku bahkan tidak bisa menjelaskan pada diriku apa sebenarnya yang aku rasakan. Handphoneku kemudian berbunyi tanda pesan singkat masuk, Opie.

Opie : hei, gimana renangnya tadi?
Aku : Capek hon. Anak – anak tadi bikin kesel. :(
Opie : Bikin kesel kenapa? Kan harusnya have fun.
Aku : Gak apa. Biasa, iya have fun kok :) Kamu lagi apa?
Opie : baru pulang dari bengkel. Capek juga. Kita pasti sama sama lagi rebahan.
Aku : Iya. Aku lagi ngomong sama tembok dan langit langit nih.
Opie : Aku tahu, pasti lagi ngomongin aku ya.

Sabtu, 09 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #10

Aku menekan tombol di handphoneku dengan kesal karena tiga temanku tidak kunjung datang padahal rumah mereka juga tidak terlalu jauh. Tapi kemudian aku bertanya Tanya pada diriku sendiri apa sesungguhnya yang membuatku kesal. Apakah keterlambatan teman – temanku? Atau sesungguhnya kemunculan batang hidung Abet di hadapanku barusan? Aku kemudian berusaha meyakinkan diriku bahwa dia bukan gangguan. Masa lalu sudah berlalu tidak perlu diungkit lagi. Aku harus tetap tenang karena sekarang aku ada di dalam kondisi yang lebih baik dan tentunya bahagia. Tapi, ah sialan aku gak bisa berhenti memikirkannya.

Kolam renang ini kebetulan memang baru selesai dibangun tahun lalu. Letaknya sangat dekat dengan komplek perumahanku dan karena tidak banyak kolam renang dengan desain yang bagus, maka kini masyarakat sekitar menjadi tempat ini menjadi salah satu destinasi. Tapi dari semua kolam renang yang ada di kota tempat kami tinggal, kenapa dia harus memilih kolam yang sama. Memang sih kola mini sangat asri, ada banyak pohon kelapa dan pondokan tempat konsumen duduk dibuat seperti sedang berada di pinggir pantai. Tempatnya sangat asri dan membuat kita nyaman bahkan sekalipun kita tidak berenang hanya duduk duduk saja.

Jumat, 08 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #9

Opie biasa aku memanggilnya. Anak bontot di keluarganya, dia keturunan Jawa Batak. Orangnya sangat sederhana meski penuh misteri dan tidak banyak bicara jika baru berkenalan. Kami akhirnya menjadi lebih dekat saat bulan Ramadan datang. Saat akhirnya sama sama menjadi petugas piket penerimaan zakat di masjid atau sama sama tadarusan setelah taraweh selesai. Entah keputusanku menjadi remaja masjid murni karena keyakinanku atau keyakinanku yang lain. Keyakinan ingin dekat dengan laki laki ini.

“Besok nonton yuk?” suatu hari saat piket menjaga penerimaan zakat dia mengajukan pertanyaan ini kepadaku. Jantungku rasanya mau keluar dan berwudhu saking terkejutnya. Tapi beruntung itu tidak terjadi, aku berusaha mengatur nafasku dan tetap tenang untuk menjawab pertanyaan penting itu.

Kamis, 07 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #8

Kupikir setelah duduk di bangku SMA, kedewasaanku akan bertambah. Aku pikir aku bisa lebih tenang dalam menghadapi persoalan persoalan cinta. Ternyata cinta akan selalu membuatmu menjadi sangat irasional dan emosional. Kehadiran Abet beberapa saat lalu adalah kali terakhir aku melihatnya. Setelah itu aku sama sekali tidak pernah mendapat kabar apapun dari dia.

Pada satu kesempatan aku sangat penasaran dan merindukannya, sehingga aku ku putuskan untuk main ke rumah kawan yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya di komplek yang sama. Lalu kemudian, kami hanya duduk seharian di teras rumah sambil memandangi jalan. Konon setiap pukul empat atau lima sore Abet akan melewati depan rumahnya dengan menggunakan sedan putih milik perempuan itu mengajak anjingnya jalan jalan. Sebuah aktifitas yang aneh, mengajak jalan jalan tapi menggunakan mobil.

Rabu, 06 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #7

Hubungan ini tidak kemudian menjadi selalu sesuai dengan harapan.

Suatu hari setelah beberapa bulan kami memulai hubungan, dia menghilang. Saya tidak bisa menghubunginya di rumah karena orang orang yang menerima telfonnya selalu bilang bahwa Abet tidak di rumah. Aku entah kenapa sungkan untuk datang ke sana dan memeriksa langsung keberadaanya sampai suatu hari ada telfon bordering di rumahku.

“Aku di depan gang. Tolong bawa semua buku yang kamu pinjam. Jangan ada yang tertinggal”
Aku yang berhari hari menunggu penuh harap menjadi kesal karena nada suaranya begitu ketus dan memberi perintah. Apakah dia tahu aku begitu merindukannya. Tapi ternyata harapanku memang sudah pupus saat kuhampiri dia di ujung gang rumahku.

Dia bersama seorang perempuan, menggunakan mobil sedan putih. Perempuan itu ada di dalam mobil bersama seekor anjing yang kepalanya menjulur ke luar jendela. Hatiku langsung ciut, sedih kecewa dan bertanya Tanya. Siapa perempuan itu? Kenapa dia harus ke sini dengan perempuan lain? Mengapa tatapannya tidak bersahabat dan gesture tubuhnya tidak nyaman?

Selasa, 05 Mei 2020

Waria, Sang Srikandi Penuh Welas Asih

Saya masih mengenakan rok putih merah kala itu, seingatku sekitar tahun 1997. Kami sedang berjalan menuju rumah kawanku yang terletak di salah satu komplek di tengah kota Pamulang. Untuk menuju ke sana kami harus naik angkot lalu kemudian turun di perempatan jalan dan berjalan melewati deretan pertokoan lalu sampai di rumah kawanku. Siang itu terik dan panas, sayup sayup terdengar suara seseorang menyanyikan lagu dangdut diiringi musik dengan sound system seadanya. Tubuh penyanyi itu tinggi besar, betisnya kekar dan ada bulu bulu halus. Sosok itu menggunakan baju ketat dan seksi, yang saat itu sangat trend digunakan karena digunakan oleh Mariam di film Si Manis Jembatan Ancol. Ada selendang warna merah yang disampirkan di antara kedua bahunya. Sepertinya dia menggunakan rambut palsu panjang. Dandanannya menor dan suaranya sedikit sumbang. 

Bersama kelima orang temanku, kami diam termangu. Menatap sosok tinggi besar yang melenggak lenggok di depan salah satu ruko. Dari satu ruko ke ruko lainnya. Ada yang mengusirnya, ada yang memberikannya uang koin ada juga uang lima ratus rupiah bergambar monyet. Sosok yang sungguh menarik kataku dalam hati. Sejujurnya aku mengagumi cara orang ini mencari rejeki, dia sungguh berani dan menghibur. Namun kekagumanku padanya buyar saat salah seorang teman laki lakiku dengan usil dan lantang berteriak.

Senin, 04 Mei 2020

Menerima Kemarahan

Hari ini saya mencoba mengangkat tangan tinggi tinggi dan berusaha terus tersenyum. Namun sulit sekali, bukan hanya dalam kondisi begini.  49 hari sudah kita di rumah saja dan rasanya kejenuhannya telah hilang. Kini, di rumah saja menjadi bagian yang baik baik saja dan dapat dijalani dengan lebih tenang.

Tapi hari ini terlalu banyak hal yang membuat emosi tergerus karena ada ketakutan ketakutan yang tidak terlihat tapi terus datang, dan semua ketakutan tersebut meledak menghancurkan emosiku berkeping keping.

Saya hanya bisa menangis tersedu sedu di sudut kemar, Malika yang khawatir hanya bisa memberikan sekotak tisu untuk ibunya. Tidak banyak orang yang mengerti meski apa yang terjadi dengan saya. Meskipun sudah disampaikan dan diceritakan berkali kali rasanya. Orang hanya akan menilai saya terlalu cemas atau saya ini berlebihan

Minggu, 03 Mei 2020

Letter From 2020 | Bonus Podcast*

Pagi ini aku menemukan sepucuk surat di depan pintu rumah, setelah sebelumnya aku mendengar suara ketukan pintu. Suara ketukan yang sangat kencang dan cepat, Nampak ada sesuatu yang begitu penting. Terlihat perempuan berambut pendek dan bertubuh agak gemuk secara tergesa gesa menjauh. Siapa ya? Hmm. Sambil menutup pintu dan menguncinya aku membuka surat itu dan mulai membacanya.

Dear my self.. jangan panic…baca surat ini baik baik ya. Pelan pelan aja dan sampai tuntas. Cermati semua kata kata yang coba kutuliskan padamu. Aku tidak main – main.

Pertama, jangan ambil pekerjaan yang di Jakarta. Ada banyak hal buruk menantimu di sana. Ada banyak orang dengan segala kepentingan berjalanan dengan ritme langkahnya sendiri. Kau akan kecewa dan tersakiti. Komitmen dan tidak bisa menolak sangat tipis bedanya, kadang kau berada dalam situasi tersebut. Maka putuskan yang terbaik, Jakarta bukan tempatmu. Ada hal lain juga yang harus kau hindari di sana, ini akan menyangkut tentang kesetiaan. Aku tak bisa bicara banyak soal ini.

Sabtu, 02 Mei 2020

Roti Tawar yang Tidak Bisa Ditawar

Beberapa hari yang lalu saat menjelang berbuka puasa saya terfikir untuk berbuka dengan roti bakar. Saya membayangkan lumeran cokelat mesis dan roti yang garing masuk ke dalam mulutku. Karena alasan efisiensi, saya kemudian meminta bapak ketua RW 02 di kelurahan Sumur Bandung yang merangkap sebagai suami saya untuk pergi ke Purimas membeli roti tawar. Purimas adalah pusat produksi roti, kue  dan jajanan pasar di kota Bandung yang letaknya tidak jauh dari rumah kami.

Kenapa saya lebih memilih untuk membeli roti tawar saja? karena di rumah kami sudah punya mentega, setoples mesis dan saya baru saja mendapat pinjaman alat panggang roti. Sehingga terbesitlah ide membuat roti bakar untuk menu berbuka puasa. 

Biasanya, sebelum pandemi covid ini saya adalah orang yang paling rajin untuk urusan belanja. Mau belanja sayur mayur atau daging ke pasar, belanja ke minimarket, warung kelontong atau apapun yang bersifat jual beli. Saya biasanya akan sangat agresif mengatakan "AKU AJA YANG BELI". Tapi, empat puluh hari di rumah membuat saya mengurungkan niat untuk keluar. Hanya beli satu dua item saja, biarlah suami. Lagipula ini kan roti tawar mana mungkin ada kesalahan.

Jumat, 01 Mei 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #6

Kenyataan bahwa Abet benar pecandu membuat sedikit terpukul. Aku tidak marah dan lantas meninggalkannya, tapi aku sedikit takut bahwa dia akan seperti kakakku yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat. Aku juga khawatir dia memiliki kebiasaan kebiasaan yang biasanya dilakukan kakakku semasa dia menjadi pecandu. Mencuri barang – barang milik orangtua dan menjualnya demi mendapatkan narkoba.

Aku berusaha membicarakan perihal apa yang kulihat beberapa hari kemudian. Dia dengan santai malah menenangkanku dan mengatakan bahwa yang dilakukannya tidak berbahaya. “Aku tahu apa yang kulakukan, kamu tenang aja” begitu singkat dan memang menenangkan.

Kamis, 30 April 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku #5


Seiring dengan berjalannya waktu kami menjalin hubungan sebagai pacar, semakin banyak teman kami berdua yang mengetahui perihal hubungan ini. Maka dari sanalah riak riak mulai bermunculan, khususnya yang datang kepadaku.

Rumors mengatakan bahwa Abet adalah anak nakal dan anak gak bener. Banyak yang mempertanyakan, kenapa aku mau berpacaran dengannya. Ya tentunya aku tidak perlu menjelaskan itu kepada dunia, jelas itu adalah urusan pribadiku. Tapi berita tidak menyenangkan semakin ramai terdengar, khususnya yang mengatakan bahwa Abet adalah Junkie.

Meskipun kaget, aku tidak langsung seratus persen percaya. Selain itu, persoalan narkoba bukanlah hal yang baru dalam kehidupanku. Kakak pertamaku adalah seorang pecandu sekaligus pengedar. Saat aku mulai mengenal Abet… dia sudah pulih dari kecanduannya dan tengah bekerja di Probolinggo. Dan alam semesta memang berusaha untuk menunjukan kepadaku kenyataan yang sebenarnya. Pada satu kesempatan kakakku sempat satu kali berjumpa dengan Abet. Entah apa yang terjadi pada pertemuan mereka itu, malam harinya kakakku menegurku. “Pacaran jangan yang sama kayak gue dong dek. Cari yang bener lah?” begitu katanya dengan nada sedikit sewot. Aku yang bingung dengan maksud perkataannya bertanya balik. “Maksudnya apa mas?” dan dia menanggapi dengan singkat “Ada kuburannya gitu di tangannya”.

Rabu, 29 April 2020

Perkedel Kehidupan

Disclaimer, WAJIB BACA sampai akhir!

Tahukah kalian makanan enak yang cara membuatnya sangat melelahkan? Well, tentu ada banyak jawabannya. Mungkin bagi beberapa orang makanan yang saya anggap capek membuatnya itu mudah bagi mereka. tapi ada juga makanan makanan yang mudah bagi saya, melelahkan bagi orang lain. Oiya, aniway beberapa hari lalu saya membuat makanan itu. Karena makanan ini adalah salah satu favorit keluarga kecil saya yang isinya cuma tiga orang ini.

Makanan yang sedari tadi saya bicarakan adalah Perkedel Kentang.

Nah, banyak toh yang setuju sama saya kalau perkedel kentang ini enak tapi bikinnya ampunnn deh capek banget. Lalu apa hubungannya perkedel kentang dan kehidupan. Ooooo banyak sekali hubungannya. Oiya.. saking enaknya perkedel kentang buatan saya di mata keluarga saya, saya sampai hanya bisa membuat dua kali dalam empat puluh lima hari ini. Saking capeknya!

Ya gimana ga capek. begini kira kira proses membuatnya.

Selasa, 28 April 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku Part #4

Aku tidak ingat kapan orang tua ku pernah benar – benar mengajariku tentang menjaga diri. Yang ku dengar hanya amarah setiap kali mereka mendapatiku melakukan kesalahan. Alih alih menyampaikan hal yang bisa membuatku menjaga diri, aku malah makin brutal dengan rasa penasaranku.

Cinta pertamaku bukan Abet. Aku ingat beberapa nama yang kemudian mengisi pikiran dan hari hariku di masa remaja. Perasaan berbunga bunga yang nyaris membuatku keringat dingin dan sakit perut setiap kali bertegur sapa atau berada bersama orang tersebut di satu momen yang sama.

Ciuman pertamaku bukan Abet. Aku ingat laki laki yang usianya jauh lebih tua dariku, menciumku saat kami tengah menonton film Harry Potter and the philosopher stone. Aku tidak menolak dan memberontak sama sekali. I really enjoy my first kiss with that man.

Senin, 27 April 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku Part #3

Kala itu hari jadian merupakan moment yang sangat sakral. Setiap pasangan akan mengingat kapan mereka mengikrarkan janji untuk menjadi sepasang kekasih. Mulai dari hari, tanggal, bulan, tahun hingga waktu ikrar dan tempat menyatakan cinta. Huh, sudah macam akad nikah saja. Bedanya ini gak perlu saksi, hanya dua merpati itu saja yang tahu.

Ada satu masa dimana setelah mengenalku, Abet pamit untuk pergi ke suatu tempat untuk menjalani pendidikan pecinta alam. Tak pernah sebelumnya ada seseorang pamit padaku untuk pergi ke suatu tempat dalam waktu lama, sambil berjanji di hari kepulangannya dia akan menghubungiku. Sehingga jika ada telfon berdering di malam hari sebaiknya aku yang menjawabnya.

Tepat pukul 11 malam tanggal 20 Desember 2001 telepon di rumah berdering.

Minggu, 26 April 2020

Selamat berlarian di Surga Miguel!

Mungkin dunia ini memang terlalu menyakitkan untuk menjadi tempatmu berlari. Tak kubayangkan jika kamu masih ada di sini bersama sama kami dalam situasi seperti ini. Mungkin kamu akan kebosanan dan terus meminta untuk keluar rumah, karena kamu pasti menyukai sinar matahari. Tapi mungkin juga kamu adalah anak yang kooperatif dan bisa menikmati setiap permainan yang bisa kita mainkan bersama saat di rumah saja. Tapi aku tidak tahu mana diantara keduanya yang nyata karena kamu tidak ada di sini.

Fotomu tidak terpampang diantara foto foto keluarga yang kuletakan bersama foto lainnya. Tidak ada pula suara tangisan atau rengekanmu karena diganggu oleh kakakmu. Cucian bajuku juga tidak bertambah banyak, karena aku tidak pernah mencuci bajumu. Itu karena kamu hanya hidup selama empat puluh jam setelah kulahirkan tiga tahun lalu.

Sakit memang setiap kuingat kamu tidak bisa melanjutkan hidup bersamaku. Ibu mana yang selama sembilan bulan mengandung tidak ingin bermain bersama anaknya, menyusuinya atau membersihkan popoknya setiap saat. Kelelahan yang selalu terbayar dengan senyum atau bau asem ketek bayi. Tapi aku bukan ibu yang memiliki kessempatan berharga itu. Aku hanya diberi waktu sembilan bulan empat puluh jam. Itu waktu yang cukup menurutNya untukku menghabiskan waktu bersamamu. Waktu yang juga rasanya tidak mampu kumanfaatkan dengan baik.

Sabtu, 25 April 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku Part #2

Berhari hari sudah aku dibuat gila. Senyum senyum sendiri, menunggu telfon rumah bordering atau menyimak suara motor yang lewat di rumahku. Aku menunggu seseorang yang beberapa hari ini membuat perutku mulas tidak karuan dan pipiku terbakar hingga sering berwarna merah.

Hari itu dia mengajakku melakukan sesuatu yang tidak pernah kulakukan selama duduk di bangku SMA. Dia mengajakku membolos sekolah! Awalnya aku menolak, ajakan yang aneh mana mungkin aku melakukan itu.

Lalu dia bilang, “masa muda itu jangan terlalu serius. Sesekali kita harus menikmati dan melanggar aturan”. Lalu entah setan mana yang berhasil menghasutku, aku akhirnya mengiyakan permintaannya.

Keesokan harinya dia memberiku aturan aneh untuk melanggar aturan. Aturannya adalah aku harus tetap berseragam sekolah dan berangkat seperti biasa, lalu dia akan menungguku di wartel ujung dekat sekolah. Aku harus membawa sweater atau baju ganti agar tidak terlalu mencolok. Agar membolos sekolah menjadi nyata, maka aku harus tetap berangkat  tapi tujuannya bukan untuk sekolah.

Jumat, 24 April 2020

Cinta yang Mengubah Hidupku Part #1

Bioskop di Pamulang menjadi tempat kami pertama bertemu. Saat itu tahun 2001 dan aku masih duduk di bangku SMA kelas 1. Aku sedang menjalani pemulihan pasca operasi Fibroadenoma Mamae, tumor jinak di Payudara. Operasi yang super melelahkan, karena aku harus menjalani pemulihan total di rumah dan tidak bisa pergi kemanapun. Tapi hari itu adalah hari ketujuhku bedrest dan aku merasa jauh lebih baik. Lantas aku berinisiatif menghubungi Medina dan mengajaknya menonton di bioskop.

Aku sangat butuh udara segar. Pertemuanku dengan Medina selalu kurang lebih sama. Isinya biasanya berisi cerita keseharian anak sekolah. Medina adalah  adik kelasku sewaktu SMP, meski akhirnya aku lulus duluan kami masih rutin ngobrol melalui telfon rumah atau aku main ke rumahnya.

Bioskop hari itu tidak begitu ramai. Sepertinya karena filmnya juga gak ada yang terlalu bagus. Keheningan bioskop kemudian pecah saat seorang laki – laki masuk ke dalam. Celana jeans biru yang nyaris luntur, kaos berwarna merah, dan jaket besar berwarna hijau tentara. Mata sipitnya tertutup kaca mata hitam, rambutnya keriting dan kulitnya putih. Ada keringat dan rasa lelah menempel di wajahnya.

Kamis, 23 April 2020

Aplikasi Beberes Digital!

Selamat datang di Beberes Digital!

Ini adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh semua pengguna telepon pintar tanpa membutuhkan internet. Aplikasi ini hanya dapat digunakan dengan telepon pintar anda serta beberapa keping microchip sesuai dengan kebutuhan anda

Kami memberikan kemudahan yang dapat memberi solusi rumah bersih dalam genggaman tangan anda. Sebelum anda menggunakan fitur kami, pastikan semua microchip sudah terpasang pada perangkat rumah tangga anda. Seperti sapu, pel, mesin cuci, kemoceng, sikat kamar mandi dan benda benda yang biasa anda gunakan untuk beberes

Aktifkan fitur bergambar alat rumah tangga saat anda hendak memulai aktifitas beberes. Dengan otomotis seluruh alat rumah tangga anda akan bergerak sesuai dengan fungsinya dan membereskan sesuai jangkauan rumah anda. Pastikan area jangkauan telah anda masukan dalam fitur tersebut.

Rabu, 22 April 2020

Apakah Saya Tetap Puasa Selama Bulan Ramadhan?

Apakah Saya Tetap Puasa Selama Bulan Ramadhan? Banyak sekali teman teman yang baru mengenal saya menanyakan ini. Tentunya kebanyakan dari mereka juga adalah teman teman yang hidup dengan HIV. Well, puasa pada ODHA saya yakini sifatnya tidak wajib dan bisa digantikan dengan fidyah. Karena situasi kewajiban minum obat dan beberapa kondisi lain yang mungkin akan berpengaruh pada tubuh kita.

Rasanya saya sudah pernah membahas ini tapi gak apa apa daropada scroll dan cari cari lagi saya mau cerita lagi. Setelah 11th hidup dengan HIV, saya mulai berpuasa di tahun kedua setelah kondisi pulih dan menjadi lebih baik. Bukan hanya kondisi kesehatan fisik tapi mental, karena di tahun 2009 saya baru kehilangan suami... saya tidak cukup mampu untuk hidup secara produktif seperti biasa. Lalu apa saja sih yang harus diperhatikan selama ODHA memutuskan untuk berpuasa, dan bagaimana dengan ARV?

Selasa, 21 April 2020

Marhaban Yaa Ramadhan 2020

Beberapa hari lagi kita akan ketemu kembali dengan bulan Ramadhan. Sayangnya bulan ramadhan kali ini benar benar berbeda karena situasi COVID-19 yang menyebabkan kita semua harus menjaga jarak dan di rumah aja. Hikmah besarnya adalah kita bisa lebih khusyu beribadah dan fokus sama apa yang harus kita selesaikan. Untuk saya pribadi, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial karena ada banyak kenangan manis yang selalu saya ingat setiap bulan Ramadhan. Meskipun ga semua ceritanya adalah cerita cerita bagus, kebanyakan adalah kenakalan saya semasa remaja tapi itu membuat saya ingat bahwa perjalanan panjang tersebut akan mengingatkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Nah cerita cerita apa aja sih selama Ramadhan yang paling saya inget sejak saya kecil sampai saya sekarang sudah berkeluarga seperti sekarang ini. Tulisan kali ini akan mengisahkan soal pengalaman pengalaman seru tersebut. Kalau ada yang relate, bisa lho cerita juga di komen artikel ini pengalaman apa yang paling menarik selama bulan Ramadhan kamu kamu semua!

Senin, 20 April 2020

Rutinitas Selama di Rumah Aja!

Hal yang paling sulit dilakukan saat harus di rumah aja adalah mengulang ritual ritual yang seharusnya terasa biasa saja. Kenapa itu menjadi sulit, karena biasanya pada kondisi diluar pandemi covid-19 kita masih bisa melakukan aktifitas di luar rumah seperti bekerja, bertemu dengan kawan dan aktifitas lainnya. Sehingga rumah atau luar rumah bisa menjadi obat. Contohnya kala sedang di rumah seharian jenuh berminggu minggu kita bisa keluar untuk bertemu kawan. Begitupun sebaliknya saat kita sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan, rumah bisa menjadi hal yang paling dirindukan untuk tempat kita pulang. 

Nah kondisi sekarang ini tidak memungkinkan untuk kita beraktifitas luar rumah seperti bekerja dan bertemu atau berkumpul dengan kewan dan sebaliknya kita diharuskan untuk di rumah saja setiap hari melakukan aktifitas yang sama berulang - ulang. Lantas, kebiasaan apa sih yang berubah di rumah saat kondisi COVID-19 ini sedang terjadi.. padahal kebiasaan itu biasa kita lakukan.. namanya juga kebiasaan ya gak.

Minggu, 19 April 2020

Kematian - Kematian yang Terlalu Cepat

Sebuah judul yang tidak relevan dengan rencana Tuhan saya sengaja berikan karena arasa terkejut yang tak berkesudahan masih hinggap hingga pagi ini saya memutuskan untuk menuliskannya. Yuslidarwati dan Estu Fanani, dua perempuan luar biasa yang kabar kematiannya saya terima kemarin hanya dalam selisiih waktu sepuluh menit. Sukses bikin saya nyaris sesak nafas karena menangis di kamar dengan kencangnya. Keduanya meninggal di tengah pandemi COVID-19, dimana kami semua warga Indonesia masih harus berdiam di rumah tidak beraktifitas di luar sana.

Kemamrin sore, Baby Rivona mengabarkan saya melalui SMS karena sinyal hp saya bermasalah. Bahwa Kak Yus meninggal dunia, setelah sehari sebelumnya saya mendapat kabar bahwa dia sebenarnya sudah koma selama lima hari di RSU Zainal Abidi Banda Aceh. Kak Yus yang kami kenal rajin minum ARV ini tidak meninggal karena HIV. Melainkan karena dirinya terjatuh dan kepalanya terbentur lalu mengalami pendarahan hebat dan tidak sadarkan diri. Mas Gun, sang suami mulai kekurangan uang untuk membayar perawatan sehingga IPPI berinisiatif untuk mengajak teman - teman di komunitas untuk berdonasi untuk membantu perawatan Kak Yus. Rupanya kami sudah terlalu terlambat. Atau ini sebenernya bukan terlambat atau terlalu cepat? tapi memang kehendak Tuhan? 

Sabtu, 18 April 2020

Botol Bekas Sirup di Kulkas

Ada enam botol bekas sirup di dalam kulkas kami.
Botol botol ini menunjukan enam tahun sudah saya tinggal di Bandung,
enam tahun sudah saya memiliki kulkas ini
dan enam tahun sudah saya membina rumah tangga.

Botol botol bekas sirup ini tidak dibeli secara sengaja, melainkan sirup yang kami beli setiap bulan Ramadhan. Hanya ada dua jenis sirup dan satu merk. Marjan rasa cocopandan atau rasa lechy. Sebotol sirup akan habis dalam waktu sebulan oleh tiga orang selama bulan Ramadhan, beberapa botol tersisa sampai awal awal hari raya idul fitri.

Jumat, 17 April 2020

Tujuh Belas Tahun

Akhirnya aku akan benar benar menjadi manusia dewasa.
kartu tanda penduduk dan surat ijin mengemudi.

Nama dan fotoku akan tertera pada kedua kartu sakti tersebut.
Kesaktiannya bahkan dapat memberikanku kewenangan penuh untuk membeli rokok, alkohol, dan kondom. Aku juga bisa masuk ke klub klub penari tanpa busana.

Sayangnya, dua hari yang lalu motor ojek online yang kutumpangi ditabrak truk.
Bapak ojek yang memang harus selalu menggunakan helm hanya mengalami patah kaki.
Namun kepalaku terbentur jalanan dengan keras dan mengalami pendarahan, gara gara aku ngotot..

"dekat kok ga usah pake helm saja."

Dalam kondisi koma, aku hanya bisa melihat bapak ibu dan teman-teman meniup lilin di sekeliling kasur tempatku dirawat. Di leher tertancap selang yang membantuku bernafas dan pada layar di samping kasur terdengar bunyi yang ritmenya kini akrab di telinga.

Bip.. bip... bip...

----

Tulisan ini dibuat pada kelas CS Writers Club yang dilaksanakan setiap hari kami. More Info about the club check their IG @CSWritersClub

Kamis, 16 April 2020

Kabella

Dia

Tidak pernah lupa saat sang sahabat berhenti menghubungi.
Tidak ada lagi pesan elektronik.. telepon..
atau pertemuan2 langsung..
semua sdh tidak lagi pernah terjadi

Seingatnya..
perjumpaan terakhir mereka berakhir dengan tidak baik.

Rabu, 15 April 2020

Sompral!

Kalian pikir sompral berbentuk kata kata?

Apakah tai anjing babi asu djancuk adalah kata kata sompral?

Hei, hei hei...

Anjing babi dan asu adalah hewan hewan yang layak diberi kasih sayang..

tai itu kotoran yang keluar dari anusmu..
yang keluar dari anus anjing dan babi juga masih tai sih namanya

Kuberi tahu apa itu sompral

Selasa, 14 April 2020

Toko Peralatan Bayi

Jarum jam dinding toko menunjukan tepat pukul delapan. Para pegawai berbaju merah muda bergerak secara teratur tanpa diperintah. Ada yang membuka rolling door, ada yg bersiap di kasir, ada yg menjaga rak diapers dan tugas tugas lainnya

Setumpuk gurita bayi dan kain bedong warna warni bersorak kegirangan karena mereka adalah barang paling dicari dikala musim bayi lahir tiba.

Berbagai pilihan diapers pun berdesak maju ke depan rak ingin dipilih oleh para pembeli. Tapi tentu pemenangnya tergantung pada seberapa besar bokong bayi yang akan menggunakannya.

Senin, 13 April 2020

Kotak Mimpiku

Satu jam lagi kami semua harus boarding. Tiket yang sudah di tangan ini sulit sekali didapatkan. Butuh wawancara panjang dari tim verifikasi sampai kami akhirnya mendapatkan kesempatan berharga selamanya. Petugas boarding kembali mengkroscek barang bawaan kami. Jangan sampai menyesal setelah sampai di atas begitu rupanya.


  • Koper Ayu, cek
  • Koper Febby, cek
  • Koper Malika, cek



  • Kotak mimpi ayu : nikah sama laki2 yg diidamkan - cek, punya anak - cek, naik pesawat ke 5 benua - cek, nonton U2 - cek
  • Kotak mimpi Febby : menyelesaikan pendidikan - cek, punya clothing line skateboard sendiri - cek, menikahi ayu - cek

Minggu, 12 April 2020

Vaginaku

Aku dilahirkan melalui vagina seorang ibu
Mendapatkan vagina dari seorang ibu
Melalui vaginaku ku mempelajari ketakutan dan keberanian

Dengan vaginaku ku hadapi kehidupan yang menyakitkan dan membahagiakan
Vaginaku menjadi daya tariku
Laki laki tidak lagi melihatku sebagai aku

Vaginaku menjadi begitu nampak dan semakin jelas setiap dinding endometriumku meluruh 
Vaginaku menjelma menjadi sesuatu yang baru
Sesuatu yang sangat kuat seperti bernyawa
Aku memiliki dua nyawa.. 
pada diriku dan pada sang vagina

Sabtu, 11 April 2020

Aroma Aroma yang Memberi Energi

Pagi ini aroma pinus dari pembersih lantai memaksaku bangun dan mulai menyikat ubin kamar mandi. Ada energi besar & menyenangkan di sana saat aku ingat tidak ada lagi tunjangan hari raya yang kuterima lima tahun terakhir ini

Siangnya... aroma jeruk nipis pada pembersih piring membuatku menoleh pada tumpukan gelas, sendok, garpu dan penggorengan yang menumpuk. Ada bisikan kuat yang mengatakan "come on, u can do this". Karena dalam setiap bilasan.. semua perabotan kemudian menyerupai cermin dan ada wajah lelah yang berkaca di sana penuh senyum

Saat adzan magrib berbunyi, aku menghirup kuat aroma pembasmi serangga yang berseliweran di seisi rumah. Sebuah tamparan kuat mengingatkanku, untuk selalu memberi perlindungan pada si anak perempuan semata wayang. Karena menutup pintu dan menjaga kebersihan rumah ternyata tidak cukup mampu menjaganya

Jumat, 10 April 2020

Sebelum Kerusuhan Terjadi

Waktu sudah menunjukan pukul sembilan tiga puluh menit. Laki laki yang mengendarai mobil di bangku depan tidak kunjung menambah kecepatan kendaraannya.

Aku yg kesal setengah mati akhirnya menepuk bahu laki laki itu.
"Pak boleh lebih cepat? Kereta saya setengah jam lagi nih!"

Pak Budi, pria yg kuketahui namanya karena tertulis di aplikasi nampak cemas karena berkali kali melihat keluar jendela mobil. Jalan ibukota sdh mulai ditutup, dia harus memutar otak jalan mana yg sekiranya aman utk dilalui agar dapat tiba stasiun dengan tepat waktu.

Nampak barisan polisi yg berjumlah lebih dari ratusan orang berbaris rapih menghadang jalan lengkap dengan pelindung tubuh, helm dan senjata tg disampirkan di lengan kanannya. Aku tidak bisa melihat wajah mereka yg tertutup buff dan kacamata hitam.

Kamis, 09 April 2020

Puan!

Katakan padaku hai Puan,
Apa hal yang lebih nikmat dari sebuah kecupan?
Itu adalah rasa aman.
Saat kau hendak berjalan pulang
Sepulang kerja di gelap malam
Tak ada cuitan godaan yang keluar dari mulut Jalang

Katakan padaku hai Puan,
Apa hal yang lebih nikmat dari sebuah pelukan?
Itu adalah perlindungan
Perlindungan dari rasa takut akan perkosaan
Yang mungkin akan menimpaku jikalau berjalan sendirian

Katakan padaku hai Puan,
Apa hal yang lebih nikmat dari sebuah kecupan?
Itu adalah rasa hormat & penghargaan
Atas ekspresi yang kami tampilkan
Dari cara kami berpakaian
Menjadikan kami ttp indah tanpa ada paksaan

Rabu, 08 April 2020

Story about My Big Brother in Heaven (Part 2)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya tentang almarhum kakak saya. Baca yang sebelumnya dulu ya. ini link - nya klik di sini!

Dalam proses pemulihannya pada narkoba, saya mengetahui bahwa kekasih kakak saya yang juga dibantu proses pemulangannya oleh papa sedang hamil. Tentunya anak kakak saya, dalam kondisi ala kadarnya kedua keluarga memutuskan untuk menikahkan keduanya sambil kemudian kembali pemulihan di rumah masing – masing hingga mereka layak untuk hidup bersama setelah pulih. Perempuan yang kemudian menjadi kakak iparku orangnya sangat baik tapi agak nyentrik. Saya gak perlu menyebutkan namanya demi kenyamanan. Dari keduanya saya kemudian punya seorang keponakan laki – laki yang sekarang sudah duduk di bangku kuliah. Wajahnya mirip betul dengan sang ayah, sama persis.

Setelah pulih, menikah dan punya anak. Mas Adi ikut dengan papa ke Probolinggo untuk bekerja di PLTU. Di sana hidupnya jauh lebih baik dan lebih sehat karena bekerja, makan dan istirahat teratur bersama papa. Tapi sayangnya Tuhan punya rencana lain pada mas Adi. Sebuah rencana yang saya tidak pernah menyangka terjadi pada dirinya dan pada keluarga kami.

Selasa, 07 April 2020

Story about My Big Brother in Heaven (Part 1)

Blog hari ini saya akan bercerita tentang almarhum kakak pertama saya. Tidak banyak teman yang mengetahui tentang saudara – saudara saya karena saya memang tidak terlalu banyak membicarakan kehidupan pribadi mereka. Tapi, karena tanggal 5 April kemarin adalah hari kelahiran almarhum kakak saya yang akan saya tuliskan hari ini so.. its gonna be special. Makes sure you read till the end ya. Because why not?

Kakak pertama saya bernama Adi Prianto, dia adalah pria kelahiran tahun 1975. Yang mana jika dia masih hidup, usianya saat ini berarti menginjak umur 45 tahun. Usia kami berdua terpaut sebelas tahun bedanya. Saya tidak begitu memahami banyak hal saat saya kecil, hanya yang saya pahami dia adalah kakak saya dan dia adalah orang yang sangat baik. Beberapa cerita di bawah ini saya ceritakan kembali berdasarkan penglihatan, pendengaran serta daya ingat saya semasa kecil dan remaja. Jika ternyata ada kesalahan cerita, saya akan memperbaiki artikel ini nanti. I have to ask my father about the current detail.

Senin, 06 April 2020

10 Youtube Channel Favorit Selama di Rumah Aja!

Selama tiga minggu terakhir, saya punya banyak tontonan baru yang super menarik untuk saya sendiri. I don’t know about you if you watch that also. Tapi percayalah, sebagai seorang yang cukup tidak terlalu tertarik untuk menonton televisi, saya sekarang memilih youtube untuk menjadi salah satu pusat tata surya hiburan saya. Since I stop open my social media for almost a week now, this is my channe that may be you can watch also!

The Mr Kate | Saya menemukan akun ini setelah banyak akun youtube yang secara random saya tonton tentang make over rumah, kamar dan interior. Salah satu genre tontonan yang rutin saya tonton karena ke depannya saya berencana untuk merenovasi kamar Malika dan dapur jika punya rejeki. Mr kate adalah pasangan Kate & Joey yang melakukan renovasi untuk orang – orang yang mengirimkan email kepada mereka. Biasanya mereka akan melakukan renovasi dengan super sederhana dan budget yang terbatas tapi dengan hasil yang luar biasa. Mereka bukan tipikal akun yang ke Ikea dan berbelanja barang – barang fancy untuk melakukan renovasi, tapi lebih memilih untuk  pergi ke toko barang bekas. This one is my numer one list karena kita bisa melakukan renovasi dan make over with very less budget dan hasil yang menakjubkan.

Minggu, 05 April 2020

Farewel to a Kind Women! Rest in Love Ibu Armaini


Rabu siang, 1 April 2020 saya mendapatkan sebuah pesan singkat dari kawan saya di Jakarta yang mengabarkan Ibu Armaini meninggal dunia karena COVID-19. Yup, it’s a shocking sad news! Dan saya berusaha mencari tahu kebeneran kabar tersebut dengan menghubungi dokter Endang untuk mencari tahu penyebabnya.

Ibu Armaini adalah salah satu petugas di Klinik Wijaya Kusuma, RSUP Fatmawati saat saya dulu masih berobat di sana saat tinggal di rumah orangtua di Pamulang. Ibu Ar (panggilan akrab saya padanya) adalah orang yang sangat baik dan selalu membantu kami bukan hanya hal hal teknis dalam urusan administrative akses ke rumah sakit tapi dia juga sering menjadi pendengar yang baik bagi banyak teman teman ODHA yang berobat di klini Wijaya Kusuma RSUP Fatmawati.

Kabar kepergian beliau tentunya sangat mengagetkan, karena penyebabnya adalah COVID-19. Karena sampai tulisan ini saya buat, saya tidak mendapatkan informasi yang valid tentang bagaimana ibu Ar bisa sampai tertular COVID-19. Hal yang paling menyebabkan selanjutnya adalah membayangkan bagaimana keluarga tidak lagi bisa membesuknya sesaat setelah dia mendapat tes positif COVID-19 dan dirawat. Dia juga dimakamkan tanpa keluarga lima jam pasca wafat karena itulah aturan yang diterapkan Negara dan kementrian kesehatan pada semua pasien yang meninggal karena Corona.

Sabtu, 04 April 2020

Sudah 20 Hari di Rumah Aja! Ada Apa?

Ini adalah pagi ke dua puluh saya tidak bepergian kemanapun. Kenapa? Itulah kenapa harus saya tuliskan ke dalam blog yang sudah using dan gak ada tulisannya sama sekali ini. Supaya suatu hari nanti saya akan ingat bahwa saya tidak pergi kemanapun dalam waktu yang cukup lama. So, the world is getting chaos with some virus come.  Semuanya bermula di Wuhan, China pada Desember 2019. Dimana saat itu terdapat kematian besar – besaran di kota tersebut dan kemudian diketahui bahwa ada sebuah virus bernama COVID-19, virus ini disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus. Sejak kemudian wabah di China semakin meluas, pemerintahnya memutuskan untuk melakukan lock down Negara China karena penyebarannya semakin luas jika tidak dilakukan.

Are we do something back then? No. Indonesia cenderung masih sangat nyantei sampai pada bulan Maret ada dua orang Indonesia yang diketahui terinfeksi Corona. That’s make a big scene after that. Indonesia tiidak melakukan lockdown seperti yang dilakukan oleh banyak Negara besar lainnya. Don’t know why. Tapi pemerintah menerapkan beberapa cara seperti work from home untuk beberapa pekerja dan seluruh warga termasuk meliburkan aktifitas pendidikan sampai meniadakan ujian nasional serta menerapkan test massal di seluruh wilayah.

Jumat, 03 April 2020

Setiabudi

Segitiga emas Jakarta,
padat tak bergerak
terlebih saat memasuki pukul empat.

Barisan kendaraan bermotor menderu 
mengeluarkan kepulan asap pekat

Memberi kontribusi pada berkurangnya umur,
sebuah investasi pada kematian yg lebih cepat

Di sudut lain pada sebuah kota bersuhu udara lebih sejuk...
tidak kalah membuat penat

Berubahnya arah kendaraan di sana
membuat orang kini bingung mencari alamat

Tetapi rumah mode tetap ramai didatangi para konglongmerat
Entah tulisan apa ini yang sedang kubuat

Oh setiabudi..

---

Tulisan ini dibuat pada kelas CS Writers Club yang dilaksanakan setiap hari kami. More Info about the club check their IG @CSWritersClub

Kamis, 02 April 2020

Pulang Selamanya

Tak ada lagi pagi untukku

Tak ada pula hangatnya pelukanmu

Tak lagi ku menghirup harum secangkir kopi

Dan tak ada lagi ruang persinggahan hati

Kamu tidak akan bisa lagi bersamaku

Aku tidak akan ada lagi untukmu

Sesosok Malaikat menjemputku pulang

Karena waktuku pergi telah datang

Dalam semburat senja

Aku memejamkan mata

selamanya..

-----

Tulisan ini dibuat pada kelas CS Writers Club yang dilaksanakan setiap hari kami. More Info about the club check their IG @CSWritersClub

Rabu, 01 April 2020

Tutup Botol Plastik Cap Gajah

Terbuat dari bahan plastik kualitas terbaik

Tutup botol cap gajah berdiri ini tidak akan rusak

bahkan jika diinjak oleh buldozer

Daya tahan menutupnya sangat kuat

sehingga air mineral anda tidak akan tumpah

meskipun anda meletakannya dalam keadaan sembarangan

Tutup botol cap gajah berdiri ini tidak akan rusak ditelan waktu ataupun diterjang badai,

maka dia selalu menjadi pilihan para konsumen pembuat minuman kemasan

Jika anda membuang Tutup botol plastik ini ke laut dan akan ditelan oleh ikan paus,
maka para paus akan mati.

Maka itu, jangan beli produk kami! Ingat, jangan beli!

-----

Tulisan ini dibuat pada kelas CS Writers Club yang dilaksanakan setiap hari kami. More Info about the club check their IG @CSWritersClub

Selasa, 31 Maret 2020

PuisiNG

Dasar sinting, Motor di pinggir jalan
bolak balik bikin bising.
Tinggal di komplek, tetangga kerjaannya bergunjing

Lagi mau gawe.. Wifi di rumah lemot,
Internet jadi terus weh loading

Mendingan browsing browsing
Heuu tapi di dunia maya,
Ibu ibu terus aja saling banding

Terdengar suara telfon berdering
Pinjaman online kasih iming iming
Padahal kerja udah pontang panting
Badan dan hati tetep weh kurus kering

Lama sudah pacaran.. menanti nanti si doi mempersunting.

Ah jangan ngareplah.. yang ada patah hati berkeping keping.
Gimana enggak, mantannya pacar kerjaannya mancing mancing, stalking..
bikin gw jadi bertaring

2019 emang bikin pusing tujuh keliling
Tapi 2020 matahari akan menyingsing and life gonna be amazing

Rabu, 26 Februari 2020

The Memories That I Want to Keep Forever

The memories that I want to keep forever. Satu kalimat itu tiba tiba terbesit di kepalaku pagi ini. Yup, the moment when you’re all alone and have no one, you gonna miss so many thing. Tahun ini merupakan tahun dengan angka yang sangat bagus, 2020. Sometimes, when I write it down or just even think about it.. saya ga kepikiran bisa hidup sampai hari ini di tahun yang cantik itu dalam kondisi sebaik hari ini.

34 tahun lalu saya tentunya tidak ingat sama sekali moment saya dilahirkan ke dunia, tapi setiap saya ingat bahwa saya masih hidup sampai saat ini tentunya itu membuat saya bersyukur. Bahwa ada kedua orangtua serta kakak adik dan orang orang terkasih saya yang masih menyayangi diri ini dengan sepenuh hati.

19 tahun lalu, saya tidak pernah membayangkan akan bertemu seorang pria yang akan mengubah hidup saya selamanya. Pria yang meskipun kini raganya telah mati, jiwanya tetap hidup di dalam hati dan pikiran. Orang yang mengenalkan saya akan keberanian menjalani kehidupan serta tidak melupakan kerendahan hati di dalamnya juga. Abet pria yang mungkin jauh dari kata sempurna, selalu sempurna di dalam hidup saya. Dia menyempurnakan hidup saya dengan akhirnya menjadi sahabat sehidup semati saya. Menikahi saya dan bersama sama kami akhirnya memiliki anak paling luar biasa di dunia yang saya lahirkan 12 tahun lalu. Malika, anak yang kini menjadi sumber kekuatan saya untuk tetap bertahan menjalani kehidupan yang meski saya sadar semakin membaik, tapi tentunya tetap memiliki kerikil dan aral rintang yang seru setiap harinya.

Selasa, 28 Januari 2020

Farewel Mikey


Is it death that I have to face to feel alive?
Suatu hari Abet pernah bertanya padaku dan langsung ku respon dengan marah. “Ngaco ah” begitu kataku padanya. Tak lama kemudian dia meninggalkan kami selamanya. Dan semenjak hari itu kehidupan kami berubah, kehidupanku berubah. Langit menjadi bumi.

Ada sesuatu tentang kematian yang kemudian membuatku selalu berhenti.
Untuk menangis, mengenang, melihat kembali ke belakang, memandangi foto – foto, video serta surat yang pernah kami tulis dan bagi bersama. Kematian dalam sedetik membuatku berhenti dan mengevaluasi semuanya. Apa yang terlewat? Rasanya luar biasa, seluruh rasa tumpah saat kematian datang.

Sabtu, 18 Januari 2020

Pesan yang Sempurna dalam Film Imperfect


Disclaimer : Tulisan ini mengandung misuh – misuh dan kesedihan dengan curhatan yang mungkin menyebalkan bagi beberapa orang. But you know, this is my blog. So, enjoy ya! Happy reading!

Selama hidup ada banyak banget hal yang sering menganggu pikiran dan keteguhan hati kita. Hal hal yang membuat mulut berlekuk terbalik, mata enggan memandang cermin, air mata mengalir deras tanpa aba – aba, sampai hembusan nafas kencang saat sadar bahwa selalu ada yang salah. Kita jadi gak percaya sama diri sendiri. Semua benteng keyakinan yang susah payah kita bangun runtuh seketika.

Dari keluarga, masyarakat sampai diri sendiri sering lupa bahwa kita nih terlahir sempurna dengan segala ketidaksempurnaan yang kita miliki. Hal itu saya rasakan betul setelah menonton film Imperfect yang berhasil membuat air mata saya mengalir deras di kursi pojok atas bioskop. Bahkan saya harus menyembunyikan tangisan di sudut ruang tergelap yang sudah jelas ga keliatan saat film sedang diputar.

Jumat, 03 Januari 2020

The Golden Bracelet | My Spiritual Journey (Part 5)

Pada hari di mana Olva mengabari saya bahwa pesawat kami ke Singapore 30 November mendatang akan delay, saya sangat frustasi. I know I shouldn’t think that way, but I am. Saya yang kala itu sedang lumayan sibuk membereskan pekerjaan organisasi lantas duduk sejenak dan berdoa, “God I really want to meet them. It’s like once in a lifetime moment that I cannot.. that I don’t want to skip. So if You can give me a chance to watch the second show. I will be bless”.

Affirmasi positive kemudian mempertemukan saya dengan rejeki – rejeki yang luar biasa. Sampai suatu hari saya memutuskan untuk membeli tiket kedua. Meski uang sudah berada di tangan, saya merasa meminta izin suami perlu saya lakukan. Even I know, asking for permission isn’t so me at all. The rebel Ayu know how to seek happiness for herself without anyone permission. Tapi kan ya gimana? Heu. Dan dugaan saya bahwa pak Suami tidak memberikan izin membuat kami sempat bertengkar hebat dan saya menangis semalaman. I hate the fact that I don’t listen to myself, no need for ask permission. Lol. Just say it after you buy the ticket! Dan pada akhirnya saya membeli tiket keesokan paginya tanpa memberitahukan suami.

Mungkin banyak yang berfikir, kenapa saya mengabaikan nasihat suami saya. Well, Saya malah berfikir tentang kesenangan – kesenangan yang selalu saya upayakan untuk orang lain selama sepuluh tahun terakhir sejak saya terinfeksi HIV. I always thinking about my daughter happiness, bagaimana menolong orang lain di sekitar saya agar pulih baik secara fisik maupun mental.