Selasa, 29 Januari 2013

keramahan Djogjakarta

Pukul 6 sore kemarin saya tiba di stasiun Gambir. setelah 2 jam perjalanan dari rumah yang nun jauh di kota Tangerang Selatan. di stasiun rupanya saya sudah ditunggu oleh sang kekasih hati, yang kebetulan sedang berada di Jakarta dan hendak pulang ke Bandung menggunakan kereta api. ternyata ini yang membuat langit Jakarta cerah sore ini..

kami punya 2 jam untuk makan malam sambil ngobrol ngobrol dan melepas rindu. beberapa obrolan tentang update aktifitas dan selebihnya bercerita tentang perasaan. dan 2 jam gak pernah cukup buat kami berdua ngobrol. tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. lalu kami bergegas naik ke lantai 2, karena waktu keberangkatan kami sudah dekat.

kami berangkat dari tempat yang sama, Stasiun Gambir. saya di jalur 4 dengan Kereta Taksaka menuju Yogyakarta dan kamu di jalur 3 dengan Kereta Parahyangan menuju Bandung. its Funny, Tuhan sangat adil. sangat kau memohon dengan kerinduan.. Tuhan memberikannya langsung untuk melegakan hatimu.

20.20 wib, kereta-nya melaju meninggalkan Gambir menuju Bandung. dan 25 menit kemudian, 20.45 wib, kereta saya melaju menuju Yogyakarta. well, ini kali kedua saya menggunakan kereta api menuju luar provinsi. kali pertama saya pergi ke Semarang bersama eyang eyang yang sudah almarhumah. saya sudah hampir lupa rasanya. dan malam tadi saya kembali merasakan dan menikmati perjalanan menuju Yogyakarta, menggunakan kereta api.

sejak naik, saya sudah menggunakan earphone dan playlist musik di hp saya sudah diputar. kebanyakan lagu lagu slow melow seperti payung teduh, float, radiohead, michael bubble, dan lagu lagu yang bernuansa romantis. sepanjang perjalanan pun saya masih berkirim pesan melalui bbm dengan febby.. sambil menunggu pukul 10 malam, waktu saya minum obat.

bermodalkan 3 batang cokelat, 1/2 bungkus permen (yang setengah diminta penumpang jurusan bandung), 1 botol air mineral dan 1 buku Karangan Yan martell, Life Of Pi.. saya memulai perjalanan saya. rasanya tidak berbeda jauh dengan pesawat terbang. hanya saja perjalanan ini memakan waktu lebih lama, sekitar 8 jam. 

rencana awal saya akan tidur setelah minum obat. namun karena kondisi pendingin dalam gerbong semakin larut semakin dingin. saya hampir saja tidak tertidur sama sekali. ya saya tidak kuat dengan udara dingin. saya terjaga sampai pukul 2 dan akhirnya tertidur. ditemani dengan selimut biru dan 1 buah bantal kecil, tidur saya yang ala kadarnya itu pun dimulai. dengan pemberhentian di 5 stasiun. saya pun terbangun 2 jam kemudian karena alarm hp saya berbunyi (saya harus memindahkan alarm ini ke jam 6 pagi).. ternyata perjalanan sudah semakin dekat. sekitar 45 menit lagi menuju Yogya. 

saya memutuskan untuk bangun, buang air kecil dan menikmati pemandangan luar jendela yang sebenarnya tidak bisa dilihat (karena sangat gelap). 4.50 WIB saya tiba di stasiun tugu, Yogyakarta. dan saya tidak langsung keluar stasiun. saya hanya duduk dan menghirup udara disana.. sambil memotret beberapa objek barulah saya keluar dari stasiun.

yang menarik, di sepanjang pintu keluar ada banyak sekali supir taksi, tukan ojek serta tukang becak yang menawarkan jasa antar. namun cara menwarkan mereka sangatlah halus, tidak ekstrim dan agresif seperti di Jakarta. "Mba, taksi mba.." "Becak'e mba, mau kemana?""numpak ojek 5 ribu aja mba.." dengan logat Jawa yang Khas saya pun tak sungkan menjawab satu persatu dari mereka semua walaupun menolak, dengan senyum dan sangat ramah. "tidak pak, suwon..""trimakasih pak, jalan kaki saja.." sungguh kota yang ramah.

lalu saya memutuskan untuk berjalan kaki dari Stasiun Tugu ke KFC di dekat Sosrowijayan. sambil menggeret koper saya, saya melewati lorong sepanjang tempat berjualan di Malioboro yang kebetulan masih sepi. tibalah saya di tempat makannya orang Jakarta, karena saya masih menunggu romongan yang lain berkumpul di Balai keluarahn Sosrowijayan jam 9 nanti. memilih restoran cepat saji ini karena saya bisa gratis menggunakan pc dan internet sekaligus sarapan pagi. 

will continue the story, 3 hari ke depan. ada apakah gerangan kaki saya melangkah ke Yogyakarta..

Rabu, 23 Januari 2013

a Birthday present for neng Uti


Namanya Dyah Paramahastuti (Correct me If I'm wrong in spelling your name)
teman kecil saya yang akrab dipanggil uti ini berkawan sama saya sejak duduk di bangku sekolah dasar. secara fisik, dulu waktu sd, dia ga terlihat seperti anak sd pada umumnya. tubuhnya tinggi dan sudah terlihat matang karena sudah pakai bra pada saat itu. parasnya yang cantik membuatnya menjadi idola di sekolah saya pada saat itu. kebetulan karena sekolah ini terdiri dari pendidikan TK sampai SMA, kebanyakan anak anak yang naksir dia ya bisa ditebak dong yaa.. anak smp dan sma.saya masih ingat betul saat uti melintas di tengah kerumunan anak smp atau sma yang sedang nongkrong pasti langsung ramai dan sorak sorai terdengar suara "fiwwwiiittt... "

kami dulu punya geng. terdiri dari 4 orang. dan geng tersebut kami beri nama DUAR. kenapa namanya kayak suara balon meledak. because its made by our name Dyah, Uray, Ayu, Risa. sekarang, setelah lebih dari 12 tahun berlalu. kami masih suka bertemu dan berhubungan via facebook atau twitter. Uray kini menikah dengan guru bahasa inggris kami dan memiliki 3 orang anak dan tinggal di sebuah rumah sederhana dan bahagia menjadi ibu rumah tangga. Risa baru saja menikah dengan pria pilihan dan tentu saja pasti semakin berbahagia. saya sudah pernah menikah, memiliki anak, berencana untuk menikah lagi dan berbahagia. lalu Uti??? well.. jadi kapan ya tante satu ini akan menikah... Hahahaha. i dont wanna know the answer.

Uti pribadi yang sangat baik, ramah, apa adanya, ceplas ceplos. she will say yes if it posible, and if its not. dia sangat straight pada apa yang dia putuskan atau pilih. uti sangat mandiri dan keliatannya ga gitu butuh untuk bermanja manja dan gelendotan sama orang lain jika membutuhkan sesuatu kecuali teramat sangat urgent. uti punya banyak teman dan sahabat yang sayang sama dia. Sempat menjadi party goers, perokok dan tetap sadar untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks, I guess.. or not. hahaha..

she really know me as well. luar dalem. sekarang uti tingal di Jogjakarta, bersama ibu dan adiknya yang super duper cantik sama seperti dirinya. dadah dadah ke tante dan aya! :))

walaupun jauh, kami selalu berhubungan via sosial media, bbm watsap dan lainnya. setiap kali uti ke jakarta, dia pasti menyempatkan untuk bertemu dengan saya di Pamulang, yang juga rumah tempatnya tinggal. atau jika saya sedang ke Jogja, saya pasti menyempatkan diri menghubungi dia untuk bertemu. 

24 Januari 2013 ini adalah hari dimana dia dilahirkan 27 tahun silam. 
Happppyyy Birthdaayyy!! have a Blast Birthdaayy!! 
mengirimkan doa yang terbaik buat perempuan pemilik akun twitter @FrenzyUtee dan pecinta anjing ini. Semoga selalu diberikan kesehatan, pekerjaan dan rejeki yang berlimpah, kebahagiaan dan dipertemukan Tuhan dengan Jodoh yang pada akhirnya akan kau nikahi kelak, menemanimu dalam suka dan duka dan menyumbangkan sel spermanya padamu untuk memiliki bayi bayi yang lucuuu...I Love You Full Sissssttt!!!!

where are you my morning..

sit in my chair 
with a mess table
a glass of water
2 slice of bread 
see the facebook 
and read the twitter timeline

so silly..
nothing to do 
in a shining wednesday morning

something missing
this room feel so empty
the pillow feel so loney
 
well, I didn't find you here..



Selasa, 22 Januari 2013

Kamar Impian Part #2

Hei kamu, saya menemukan gambar ini di Yahoo.Omg! 


Kamar yang cukup luas untuk saya dan kamu beristirahat saat sudah menikah nanti. kamar yang luas dan tidak banyak perabot besar, sehingga kita berdua memiliki pandangan yang cukup luas. dengan beberapa ornamen yang menjadi penghias. kamar ini bisa menjadi tempat istirahat kita sepulang kerja, atau bermain dengan malika saat hari libur tiba. namun ada satu hal yang saya temukan juga.. saya ingin dinding putih di belakan gambar yang atas dibuat seperti gambar yang dibawah. karena kita punya hobi yang sama, sama sama hobi menempel poster, pin up, stiker dan memenuhi gambar gambar seperti gambar dibawah.




memulai sebuah mimpi sederhana, 
untuk kemudian diwujudkan menjadi nyata..

One Billion Rising Indonesia


Memasuki tahun 2013 dengan langkah tegap dan yakin, 
bahwa saya manusia yang bisa memberikan lebih banyak cahaya dan kebaikan. 
setelah sempat jatuh dan tersungkur 
karena mengetahui bahwa hidup dengan virus HIV dalam tubuh 
bukanlah hal mudah.

Melihat kenyataan bahwa layanan kesehatan di Jakarta masih penuh dengan stigma dan diskriminasi. 
Saat mereka tahu anda perempuan dan hidup dengan HIV, "Jangan nikah lagi mba, nyebar nyebarin virus aja" atau saat anda perempuan dan hidup dengan HIV dan sedang mengandung, pilihan pasca persalinannya adalah sterilisasi, beberapa memang ditawarkan, namun tidak sedikit yang dipaksa untuk steril. Jika anda perempuan dan hidup dengan HIV dan anda adalah seorang pecandu atau pekerja seks, wajah wajah sinis dan sikap tidak ramah menjadi makanan sehari hari.

Berada di lingkungan pekerjaan, lalu status HIV anda diketahui. Pilihannya adalah PHK. atau dipecat dengan tidak terhormat. bisa jadi anda akan terus menjadi pembicaraan di lingkungan kerja. bahwa anda HIV, anda memiliki perilaku menyimpang, atau anda adalah wanita nakal, dan anda adalah a, b, c dan d.. Tidak memiliki banyak kesempatan untuk melakukan banyak hal dengan bebas terbuka saat lantang berbicara saya hidup dengan HIV. 

Mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan, 
Mereka yang memiliki rumah beralaskan tanah dan beratapkan langit. 
Mereka yang tidak mengenyam bangku pendidikan. 
Atau bahkan mereka yang kaya raya atau berpendidikan sekaligus. 
Ya, mereka memang pecandu, 
mereka memang mendapatkan uang untuk makan atau hidup dari menjual tubuh mereka, 
Mereka memang memiliki pilihan untuk menyukai sesama jenis atau memilih untuk menjadi waria.
Dan juga mereka yang kalian tidak pernah duga.. 
perempuan yang selama ini memasak dan mencuci pakaian kalian, menemani kalian tidur saat kecil
perempuan yang kalian panggil ibu.. 

Siapapun yang hidup dengan HIV, seperti terbunuh identitas sosialnya.
karena Pendapat yang diciptakan oleh masyarakat tentang mereka.
tentang informasi informasi yang tersebar dan kurang tepat dan menimbulkan opini baru..

Kekuatan untuk menyampaikan kebenaran tentang Jauhi virus HIV nya bukan orang yang hidup dengan HIV nya semakin kencang setiap detik, setiap saat.. bahwa Kita ini tuh manusia. Tuhan cipta saya, kamu, kamu, kamu dan kamu sebagai sesama manusia. gak peduli saya ODHA, saya orang miskin, saya musisi, politikus, anak jalanan, perempuan, laki laki dan waria..

Atas nama apapun, Tidak ada yang berhak menghina dan menyakiti kalian!
Berkata kasar, Melakukan kekerasan Fisik, menghina, Menghakimi.. kalian tidak Berhak!
 
Dan bersama sama gerakan One Billion Rising 
mari kita mengangkat tangan kita tinggi, 
dan mulai bertindak atas setiap kekerasan yang terjadi kepada perempuan dan terhadap siapapun.

Pada Peringatan ke 15 V-Day, 14 Februari 2013, ONE BILLION RISING Internasional mengundang SATU MILIAR perempuan dan siapa saja yang peduli untuk WALK OUT, MENARI, BANGKIT, dan MENUNTUT penghentian kekerasan terhadap perempuan. ONE BILLION RISING akan menggerakan dunia, mengaktifkan perempuan dan laki-laki di setiap negara. V-Day ingin dunia melihat kekuatan kolektif kita, jumlah kita, dan solidaritas lintas batas kita. Jadi jika anda peduli, saya mengajak kalian untuk mari bergabung..  Silah Cek Twitter @OBR_Indonesia dan @Vday  atau buka Web One Billion Rising Indonesia, dan One Billion Rising

For Joining our movement and more information, Please Contact
@shefemelle @purplerebel @syaldisahude

 Latihan ke-3 di basement Apartemen Kalibata City, Jakarta




latihan Ke-4 di Monumen Nasional, Jakarta


Pic 1 dan 3 by Kiky, Pic 2 by Rosa

Our Happy 21 ~

sambil bersandar pada bahu kanannya, saya terisak menangis..
saya menyesal tidak membawa saputangan atau tissue, karena tangisan saya tidak bisa berhenti

sore itu, saya dan febby memutuskan untuk menonton Habibie Ainun di Bioskop terdekat dari kantor saya. Melihat kisah dari pasangan legendaris Republik Indonesia, yang kisah hidup serta percintaannya dibukukan dan dibuat film. Pilihan kami jatuh kepada film ini tepat di tanggal 21 kemarin. tanggal yang memiliki arti penting bagi kami. ada banyak hal yang saya resapi dari film ini..

pertama adalah rasa takut dan cemas menyelimuti perasaan saya seusai menonton film ini
saya sedikit trauma melihat seseorang terbaring di rumah sakit, dalam upaya memperjuangankan kesakitannya. saya menjadi terbayang, bila suatu hari saya mencapai titik bahwa semua obat yang selama ini saya konsumsi tidak lagi bisa bertahan melindungi diri saya. kemudian saya harus terbaring sakit dan meninggalkan keuarga.

kemudian, terbayang juga di pelupuk mata saya tentang kembali membina rumah tangga. mengikuti kemanapun suami pergi bersama anak. atau kemudian kami mulai berjuang untuk mempertahankan kehidupan dengan sama sama bekerja sembari menjaga anak anak kami kelak. membesarkan mereka sampai dewasa, memiliki rumah kami sendiri dan hidup bahagia.



ahh.. Let Say Amin dari hati saya yang paling dalam. semoga Tuhan mendengarkan doa doa saya dan febby.

Saya yakin, bagaimanapun kondisi saya.. apapun yang terjadi.. saya yakin Tuhan akan selalu melindungi kami dan memberikan yang terbaik buat saya, malika dan febby.

dan
kembali bertemu dengan 21 kembali adalah sebuah energi baru.kembali mengingat bahwa kami pernah bertemu beberapa bulan yang lalu untuk mengkat janji untuk saling menjaga dan menemani sampai akhir hayat.

will always wait for the moment that we will live together happily ever after

terima kasih untuk datang ke Jakarta, untuk menemani saya menonton Habibie Ainun, untuk obrolan manis sebelum tidur.. dan kekuatan yang lebih besar yang selalu kau berikan padaku melebihi power balance.

Selamat pagi dan aylafyuu @febbylorentz



Minggu, 20 Januari 2013

aku [masih] cemburu

aku cemburu 
saat dia bisa membuatmu menjadi orang paling menggemaskan saat bicara
sedangkan aku tidak, kelihatannya aku sangat kaku..

aku cemburu,
saat panggilan kesayangannya untukmu lebih unik, 
daripada aku yang harus bertanya, aku harus memanggilmu apa

aku cemburu,
saat melihat matamu yang penuh semangat saat menyebut namanya atau bercerita tentangnya
mungkin aku , 3 huruf yang masih baru..

itu beberapa bulan yang lalu
aku teramat sangat cemburu'
cemburu menguras energi 
dan aku sampaikan padamu..

dan kau katakan
janganlah aku cemburu, 
karena hatiku hanya untukmu

hari hari berlalu
dan ternyata 
aku [masih] cemburu

saat aku lihat dia komen di wall mu.. "aku kepincut.."




 

Cio Hasnandi Masih Membutuhkan Bantuan



Mendengar berita gembira tentang Cio. Saya berinisiatif untuk membesuk Cio hari ini (19/01/2013). Bersama @arabubun yang juga bersama kawan kawan serta saudaranya, mereka berhasil mengumpulkan sedikit rejeki untuk diberikan kepada Cio dan keluarga serta korban banjit kampong melayu lainnya yang sebelumnya mereka sambangi.

Ditemui di Wisma PKBI Hang jebat Jakarta Selatan. Cio Hasnandi terbaring di kasur dengan seprai putih. Bayi mungil yang menjadi buah bibir timeline saya kemarin, menggunakan baju dan celana pendek berwana kuning. Rombongan kami yang datang bersama sama juga menemui Parsandi (22th) ayahnya dan Evi Damayanti (20 th) serta Nurhasanah sang nenek yang ditemui siang tadi sedikit bercerita kepada saya.

Dengan izin sang ibu saya mengajukan banyak sekali pertanyaan. Dan Evi bercerita dengan tenang. “Cio lahir di Bidan mbak, persalinan normal. Waktu itu lehernya belum sebesar ini. Hanya seperti benjolan kecil. Bidannya sih bilang, ini ada masalah dengan kelenjar harus segera dibawa ke dokter dan diperiksa. sekarang tambah besar kelenjar dilehernya. Sudah kita bawa ke RSCM, katanya harus dioperasi. Tapi KK(katu keluarga) kita belum jadi mbak. Cuma nama ayahnya sama si Cio aja yang ada dalem kk itu, nama saya belum ada. Jadi harus dibikin yang baru dulu, baru kita bisa dapet bantuan.”

Sang nenek, Nurhasanah yang masih terkejut dengan kedatangan kami pun juga bercerita tentang biaya berobat yang cukup mahal karena belum memiliki Kartu GAKIN (Keluarga Miskin), “kalo Cuma control 20 ribu sampe 40 ribu mah saya masih bisa mbak. Tapi ini kan udah harus mulai cek darah. Kemaren bayar dokter hampir 250 ribu dan cek darah 580 ribu. Pas disuruh cek darah lagi hampir sejuta, saya ga sanggup.”

Jadi Cio hingga saat ini belum mendapat penanganan lebih lanjut dari pihak medis. Sedangkan saya yang sempat menggendong dan memberikannya susu formula yang sudah dibuatkan sang ibu, mendengar deru nafas yang sangat cepat, seperti kesulitan bernafas atau apalah itu saya juga tidak mengerti. Tapi saya yakin dengan kelenjar getah bening yang membesar seperti itu Cio harus segera mendapat bantuan pengobatan.

Lalu saya juga menanyakan terkait pemberian susu karena usianya yang masih sangat kecil, 2bulan. Evi mengatakan bahwa, “kalau hanya diberikan asi Cio nya ga cukup mbak, harus ditambah dengan susu formula.” Evi juga menjelaskan bahwa dia dan suaminya sehari hari tidak bekerja, hanya menjaga Cio. Dulu sang Ayah, sempat bekerja di restaurant, namun berhenti karena harus bolak balik mengantar Cio ke rumah sakit. Dan penghasilan mereka hanya didapat dari sang nenek yang sehari hari menjahit dan sang kakek yang bekerja serabutan.

Ternyata memindahkan Cio ketempat yang lebih nyaman belum menyelesaikan masalah. Tindakan selanjutnya adalah mencari orang2 yang bersedia menyisihkan tabungannya untuk biaya operasi Cio, jika memang mereka tidak bisa mengakses GAKIN. Atau jika bisa, biaya tersebut dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari seperti makan, pampers dan nutrisi lainya. Selanjutnya saya juga sudah mengontak @aimi_asi dan @sarikailaku untuk atang ke Wisma PKBI, barangkali teman2 dari AIMI Asi bisa hadir dan member dukungan kepada sang ibu. Memotivasi Evi untuk memompa asi-nya agar Cio bisa tetap sehat, karena di usia 2 bulan ASI sangatlah penting.

Mungkin cerita Cio hanya sebagian kecil dari anak anak yang menjadi korban banjir lainnya. Namun saya ingin mengawali dengan Cio. Jika teman2 ingin membesuk Cio, bisa menghubungi Nurhasanah sang Nenek di nomor telfon +6287880628660. Dari berita yang saya dapat mereka masih akan menetap di Wisma PKBI sampai waktu yang belum bisa ditentukan karena musibah banjir Jakarta ini.

Sedikit yang kita lakukan, besar artinya untuk mereka.
Terima kasih banyak @alfonsopenjahat, @arabubun, @niluhwayanayu, @sherenazein dan kawan2 PKBI untuk proses evakuasi Cio dan keluarga. God Bless you all good people!

Ayu Oktariani (19/01/2013)

Pesan Ajaib Berwarna Ungu



Malam itu (17/01/2013) saya mendapat broadcast message dari seorang kawan. Biasanya saya kerap kali mengabaikan pesan yang masuk dengan tulisan berwarna ungu tersebut. Biasanya saya baca lalu saya hapus jika memang menurut saya berita tersebut Hoax, atau hanya candaan tidak penting. Tapi malam itu, pesan berwarna ungu yang dikirim oleh kawan saya Ari Purwanto, wartawan di sebuah media online membuat saya penasaran.

Kira kira begini tulisan pesan tersebut..

Bayi ini mengidap Tumor kelenjar getah bening. Meski kedinginan bayi ini hanya memakai celana pendek dan tidur ditempat yang tidak layak untuk seorang bayi yang sedang sakit itu. Belum ada bantuan susu dan perlengkapan bayi di kebon pala kecamatan Jatinegara Jakarta timur.


hanya seperti itu. Sesingkat itu dan saya harus membuka terlebih dahulu link yang diberikan. Awalnya sangat malas. Tapi saya teringat saya juga memiliki putri kecil. Lalu klik saya buka link yang diberikan oleh Ari, dan tak lama setelah membuka. Tanpa membaca beritanya foto bayi yang berada di halaman artikel tersebut membuat saya menangis.

Cio Hasnandi namanya, usianya baru 2 bulan. Bayi malang ini mengidap Tumor kelenjar getah bening. Dari gambar yang saya lihat di artikel tersebut, leher cio membesar karena cairan kelenjar getah bening yang bertambah banyak. Rumah dimana Cio tinggal terkana musibah banjir yang sedang melanda Jakarta beberapa hari belakangan ini. Kampung Pulo, Jatinegara. Yup.. wilayah sekitar Kampung Melayu tersebut memang terkena dampak yang cukup dahsyat. Dari artikel tersebut digambarkan bahwa cio hanya tidur beralaskan karpet tanpa selimut bahkan celana panjang. Kondisi yang sangat tidak layak untuk dirinya yang memang sedang sakit.

Keesokan paginya (18/01/2013) saya berinisiatif untuk menyebarkan kembali pesan berwarna ungu tersebut kepada seluruh kawan. FYI, saya hanya akan menyebarkan pesan semacam ini jika dalam keadaan genting atau urgent, agar sekiranya tidak mengganggu kontak yang lain. Saya juga segera membuat twit, dan memposting berita tentang Cio. Saya sebarkan secara membabi buta kepada orang orang yang memiliki banyak pengaruh di twitter, begitupun sahabat dan teman2 saya. Tidak kurang dari setangah jam, Naomi esteria salah satu kawan saya mengabarkan bahwa pihak #PoskoBanjirJkt PKBI akan segera mengirimkan bantuan kepada Cio dan keluarga.

Thank’s God, they save. Begitu batin saya dalam hati.

Sore harinya, saat banyak retweet berdatangan dari mention saya kepada kawan2 menanyakan kabar tentang Cio. Saya mendapat mention dari @seherenazein yang menyampaikan kabar bahwa Cio sekarang kini aman sudah dipindahkan dari Posko pengungsian di Kampung melayu menuju Wisma PKBI pusat di Hang Jebat Jakarta Selatan. Detik itu air mata saya mengalir. Alhamdulilah. Allahu Akbar.

Terima kasih kepada seluruh kawan dan sahabat serta kolega yang sering saya ganggu dengan boosting saya, broadcast saya atau info apapun yang sering saya berikan. Namun karena respon kalian. Satu nyawa kini tertolong, dan mendapat kehangatan yang kalian berikan dari one klik movement.
Ayu Oktariani (19/01/2013 – 11:32 PM)

Kamis, 10 Januari 2013

cerita dibalik #BaladaLDR

memiliki hubungan jarak jauh ternyata susah susah gampang. kenapa susah, karena jalur komunikasi hanya bisa dilakukan tanpa bertemu langsung. kita tetap dapat mendengar suaranya bahkan melihat wajahnya dengan menggunakan teknologi yang sekarang ada seperti skype, yahoo messenger, bm dan lain lain. its not easy. bagi seseorang seperti saya dan mungkin beberapa orang lainnya yang sangat uring uringan atau gak bisa jauh dari pasangan. memikiki hubungan jarak jauh itu membutuhkan tekad dan niat yang kuat. harus dilandaskan keseriusan dan komitmen. hubungan jarak jauh melatih kesabaran dan kerendahan hati. bagaimana caranya supaya tetap beraktifitas tanpa terganggu dengan pikiran pikiran seperti pacar dimana ya, lagi apa ya, sama siapa ya.. hwaaa.. hayooo.. pasti yang LDR kepikiran deh.

untuk seorang seperti saya. ternyata memikiki hubungan jarak jauh adalah tepat. (sudah sering kali saya mention soal ini) curhat banget sih kedengerannya.karena memiliki pasangan jarak dekat bisa menstimulasi emosi yang berlebihan. seperti over reaction untuk segala situasi. karena bisa bertemu setiap saat, kita seringkali membatasi ruang gerak pasangan. dan akhirnya saya menjadi lebih fokus kepada kehidupan percintaan saja dan melupakan kehidupan lainnya yang lebih penting.

dan ternyata.. saya tidak sendiri sodara sodara. banyak sekali sahabat, teman dan orang orang yang memutuskan untuk memiliki hubungan jarak jauh. entah karena tiba tiba pasangan mendapat tugas luar kota selama 5 tahun, atau mendapat beasiswa untuk belajar di luar negeri, atau memang kebetulan kenalan sama orang diluar daerah tempat tinggal lalu jatuh cinta (ahhh..saya banget sih). nah, karena kesamaan hal ini. timbulah inisiatif saya untuk membuat sebuah gerakan lebay yang ga ada fungsinya sih. eh ada deh.. fungsinya ya sebagai tempat kumpul kumpul dan berkeluh kesah sesama penggalau rindu.

Twitter sebagai salah satu wadah untuk bercuap cuap biasa digunakan oleh banyak orang untuk mengungkapkan rindunya kepada sang pasangan yang hidup nun jauh disana. dan taraa... ramailah timeline dengan hestek #baladaLDR dan saya juga menggunakan applikasi Line Camera untuk membuat beberapa photostory yang bisa membuat teman teman tersenyum, menangis ataupun bete karenanya. tapi harapan saya bukan membuat galau banyak orang. hanya mengumpulkan aliansi sehingga bisa mengisi kekosongan saat komunikasi dengan pasangan sulit atau kita menghadapi masa masa galau karena belum isi ulang pulsa bbm atau modem sehingga tidak bisa terkoneksi. 

selamat pagi bagi teman teman yang memiliki hubungan jarak jauh.. enjoy your relationship. masih banyak jomblo jomblo diluar sana yang pingin dapat pasangan, atau memiliki hubungan. nah, karena kalian sudah dapat paangan walaupun jauhhhh.. yuk mari disyukuri. mari dijaga hubungannya supaya tetap langgeng dan ga berantem cuma gara2 ga ditelfon.. 











Rabu, 02 Januari 2013

catatan awal tahun, menggambarkan mimpi

saya ingin menikah.sebuah ungkapan yang mungkin tidak mengherankan bagi mereka yang sudah mengenal saya sejak lama. pernyataan diatas adalah sebuah keinginan. bukan pengumuman. saya belum bisa mengumumkan apapun karena memang belum ada pernikahan. well, malam ini.. atau pagi ini tepatnya karena waktu menunjukan pukul 1 pagi. saya yang rindu menulis ingin kembali bermesraan dengan isi hati saya. selamat membaca, mendengarkan, menikmati.

sedikit bercerita saya pernah menikah. tahun 2005. lalu suami saya meninggal pada tahun ke 3 pernikahan kami. sedih dan kehilangan itu sudah pasti. kami pacaran sejak tahun 2001. lalu mengapa dulu saya memilih menikah. pada saat itu, saya yang masih berusia 19 tahun dimabuk oleh asmara. dimabuk oleh api cinta yang membara. pada saat diajak untuk menikah, tanpa tedeng aling aling saya langsung bilang "ya, saya bersedia". beruntung saya adalah tipikal orang yang ga neko neko. saya ga rewel dan ga manja atau selalu menyusahkan orang lain. alhasil, selama berjalan masa pernikahan. tidak ada pertengkaran. semua adem ayem. karena saya memang bukan tipikal orang yang senang mencari masalah. 

namun, pernikahan tidak selalu berjalan mulus. ada kalanya dalam perjalanannya, suami dan istri pasti bertengkar atau berbeda pendapat. saya yang tipikal cengeng dan sensitif, akan sangat mudah menangis dan depresi karena hal hal yang membuat saya tersudut. sehingga seperti yang saya bilang tadi, ada saja yang mewarnai sebuah pernikahan. senyum, tawa, bahagia juga air mata.

4 tahun sudah saya menjanda. tidak bersuami, tidak menikah. putri saya berusia 6 tahun bulan maret tahun 2013 ini. usia yang tidak lagi kecil untuk seorang anak. saya, 26 tahun. muda? yup saya sangat muda. lalu mengapa berfikir untuk menikah kembali dalam waktu dekat? saya sering menanyakan pada diri saya sendiri. menapa kata pernikahan, memiliki keluarga, memiliki pasangan menjadi bayang bayang saya di setahun belakangan ini, apalagi di usia yang cukup muda.

bagi saya kehidupan tak ubahlah sebuah perjalanan. dan akhir yang nyata di depan mata adalah kematian. apakah saya sudah siap? belum. jawabannya yang mungkin sama anda rasakan. perjalanan yang saya sedang jalani dalam proses kehidupan ini sangat menarik. Penulis Skenario dengan MahaKarya-Nya, Allah SWT.. membawa saya kepada kejutan kejutan yang gak pernah saya duga. saya sendiri belum tahu, ada apa besok. Cerita apa lagi yang akan saya jalani de 2 3 hari atau 2 3 tahun mendatang. 

Setiap perjalanan yang saya tempuh, saya berusaha memberi warna didalamnya. biasanya saya warnai dengan tangan saya sendiri. merah, hijau, atau ungu. tapi terkadang lukisan yang sudah saya buat, ga bisa saya nikmati sendiri. saya ingin ada orang lain yang menikmati indahnya, atau bahkan membubuhkan sedikit warna jingga keemasan didalamnya. Yups.. i need friends. what kind of friends? bukannya teman kamu sudah banyak yu? 

Walaupun Tuhan selalu menjadi cinta sejati saya. tempat saya berbagi kebahagiaan dan mengadukan kesedihan. saya sangat bersyukur karena saya dipertemukan Tuhan dengan seseorang yang saat ini bersedia menemani saya. jarak jauh (ehem).. seseorang yang juga sepaham bahwa cinta paling abadi adalah hanya kepada Nya yang mempertemukan kami. seseorang yang menerima saya apa adanya, walaupun sangat banyak kekurangan dan kecerewetan yang ekstra ordinary ga bisa ditahan. Tuhan yang Maha Baik mempertemukan kami.

lalu saat saya melukiskan mimpi mimpi saya, saya titipkan sedikit pesan kepadaNya
Tuhan saya ingin Engkau menjadikannya imam untukku dan Malika. tanpa jarak. agar melalui tangannya Engkau bisa selalu menjaga dan memeluk kami. itu lukisan yang saya torehkan dalam doa saya pada Tuhan. lalu saya bilang amin. dan seluruh alam semesta pun pasti memberikan aminnya.

rasa ini semakin kuat, saat akhirnya Malika bertemu dengan orang tersebut.
anak ini, tanpa saya arahkan menyampaikan cintanya.. saya membutuhkan sosok ayah, mungkin seperti itu bila dia bisa berkata lantang. dan hubungan cinta mereka semakin indah sampai hari ini. 2 orang kekasih hatiku. saling berkirim pesan, saling mencari bahkan mungkin saling mengucap doa dalam sujudnya..

4 tahun mungkin waktu yang cukup bagi saya untuk berfikir, mencari, belajar dan membaca situasi serta kebutuhan saya. waktu yang yang cukup bagi saya melukiskan hidup saya sendiri. bila memang Tuhan berkehendak, ijinkan saya meminta tangannya dan warna warna yang akan dia bawa, untuk mempercantik lukisan ini. 

Saya ingin menikah. saya ingin memeluk kebahagiaan saya setiap hari. saya ingin menjelajahi waktu bersama. saya ingin beradu argumen dengannya, tidak hanya berdiskusi dengan diri sendiri. saya ingin dibujuk dan dirayu untuk melakukan sesuatu yang tidak saya suka. saya ingin menyaksikannya bekerja keras siang malam untuk meraih impiannya. dan menyaksikan Malika memeluk seorang ayah.. Saya ingin bangun di pagi hari dan melihatnya. membuatkan sarapan untuk mereka. serta menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat malam sebelum terlelap oleh malam.

ahhh.. ini doa dalam tulisan malam ini, semoga bergerak bersama waktu..
saya yakin, Tuhan lah yang membuat semua menjadi nyata.

Selamat Malam semua..
selamat malam Febby Arhemsyah, God Bless me with you.