Selasa, 14 November 2017

3 Hal Yang Boleh Dilakukan oleh Mereka yang Terinfeksi HIV

Beberapa saat yang lalu saya sering mendapatkan pertanyaan tentang, memangnya boleh dan bisa ya, ODHA (orang yang hidup dengan HIV) kerja keras? Olahraga? Naik pesawat? Pergi ke negara lain? Perawatan wajah? Melakukan diet? Sekolah? dan pertanyaan lain.

Nah, saya yakin semua orang pasti sering bertanya - tanya soal hal-hal itu, apakah boleh dan apakah bisa, setiap kali saya posting apapun di blog, atau instagram dan facebook. Semua pertanyaan - pertanyaan itu bikin saya terinspirasi bikin artikel hari ini yang mudah - mudahan bermanfaat yaa buat ODHA, keluarga dan kerabatnya, dan juga buat siapapun yang baca tulisan saya. Pasti bermanfaat deh! #maksa

Karena saya bukan dokter atau tenaga medis, maka saya akan sharing beberapa hal tentang pertanyaan - pertanyaan di atas berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang perempuan yang terinfeksi HIV ya. Dan semua yang sudah saya lakukan itu, bukan cuma saya yang ngelakuin tapi begitu banyak orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia. Maka sebetulnya, bukan hal yang aneh atau perlu dipertanyakan sih. Tapi tentu buat kebanyakan orang yang tidak terinfeksi HIV ataupun yang gak ngerti sama sekali soal isu HIV pasti suka bingung dan end up with questioning how or why. Yuk Kita bahas 3 hal tentang Bekerja, Akses pendidikan dan Travelling!

Selasa, 07 November 2017

Happy Birthday Soulmate!

Akan selalu ada seseorang di dalam hidupmu yang tak bisa kau lupakan. Apakah paras wajahnya, tatapan matanya yang tajam, aroma tubuhnya, kecupan mesranya, bahkan tekstur kulitnya yang memelukmu setiap malam - malam menjelang. Seseorang itu mungkin tidak ada lagi dalam hidupmu. Rasa - rasa cinta tentang kalian bahkan telah sirna, namun dia selalu ada di dalam setiap tarikan nafasmu, dalam setiap langkahmu, dan dalam setiap lelap tidurmu.

Pada tahun 2001, saya bertemu dengan seorang pria yang tak pernah saya sangka akan merubah seluruh hidup. 16 tahun lalu, ada takdir yang Tuhan gariskan untuk bertemu dengannya. Apakah saya tahu, kemana maksud Tuhan mempertemukan kami? Atau apakah saya memahami kenapa kami ditakdirkan untuk bersama? Jawabnya tidak. Saya tidak pernah mengetahui hal - hal tersebut.

Saya bahkan tidak diberi peringatan, bahwa delapan tahun setelah pertama kali bertemu, pria itu akan meninggalkan selama-lamanya. Saya tidak menyiapkan apapun untuk melepas kepergiannya. Saya tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Saya tidak mendapat pesan - pesan terakhir darinya. Dia pergi begitu cepat, seperti asap yang tertiup angin. Hilang.

Saat Ibu Mu Nangis di Tengah - Tengah Konser

Sumber Foto : Instagram Naura
Lanjutan dari tulisan sebelumnya.. Akhirnya, Konser Dongeng Naura 2 di Bandung!

Saya melirik ke anak perempuan di samping saya, senyum sumringah yang melekat di wajah Malika itu pun luntur. Dumelan dan omelan saya sepanjang masuk sampai kami duduk di area konser mempengaruhi moodnya. aduduhhh.. saya harus atur strategi supaya kita gak memulai konser dengan perasaan seperti ini. Memang sih meninggalkan tumbler dan gak minum selama 2 jam konser bakalan bikin dia kehausan (maklum Malika anaknya gampang haus). Ditambah lagi, posisi duduk yang sangat mengecewakan.. disamping panggung. 

Saya harus melakukan sesuatu. I have to fix this! Lalu saya merangkul Malika dan mengajaknya bicara. "Yeay, akhirnyaaa kita bisa nonton ya nak, gak apa ya meskipun kurang beruntung harus duduk di bangku ini. Tapi kita beruntung lho, bisa beli tiket Naura.. datang.. nonton langsung.. beli merchandise nya. Lets enjoy this oke!"

Minggu, 05 November 2017

Akhirnya, Konser Dongeng Naura 2 di Bandung!

Sumber foto : Instagram Naura
Saya berusaha mengingat momen pertama saat mengetahui bahwa saya dinyatakan hamil 10 tahun silam, saat saya tahu itu adalah anak perempuan, saat saya tahu bahwa saya akan menjadi seorang ibu dan saya akan memiliki bayi mungil yang akan menghiasi hari hari saya. God, its been a super blessfull thing ever in my life. And that girl, now already 10 Years old! Yes, I'm talking about my daughter Malika again today. Inget gak saya pernah menulis tentang Idola Malika bernama Naura. Yup, kemarin ini akhirnya hari yang dinanti - nantikannya tiba, Konser Dongeng Naura yang kedua dan itu diadakan di Bandung. Eh tapi akhirnya saya juga menanti - nantikan hari itu datang lho, sama kayak kalian udah beli tiket coldplay dan ga sabar pisan nontonnya.

Awalnya saya berfikir, ini akan seperti konser - konser pada umumnya. Tapi ekspektasi saya salah besar! Hari itu menjadi hari yang gak akan saya lupakan seumur hidup saya, dan tentunya Malika ya. Karena sampai sekarang setelah 12 jam konser berakhir, dia masih menceritakan semua 'aww' dan 'waww' moment yang terjadi sepanjang konser berlangsung. Including, when her mother crying in the middle of concert! Jadi gimana sih ceritanya?

Selasa, 31 Oktober 2017

Seriously... 64,5Kg, I Need A Diet Plan Immediately!

Kemarin siang saya menunaikan kewajiban saya untuk melakukan perawatan wajah di DF Klinik. Yup, saya sempat bolong - bolong nih treatment nya, bahkan kelewatan di bulan kemarin. Sibuk sama apa coba? aduh banyak deh. Setelah mendapatkan jadwal fix dengan dokter Tessa melalui pesan di aplikasi whatsapp, saya meluncur menggunakan ojek online ke arah Jl Lemah Neundeut di dekat daerah Pasteur dan kampus Maranatha. Setelah sampai, saya melapor kepada bagian receptionist dan mereka meminta saya untuk menunggu di lantai 2. Biasanya saya naik lift, tapi hari ini saya naik tangga. Apalah artinya beberapa anak tangga sampai ke lantai 2, begitu batin saya.

Hari itu saya mengenakan celana pendek, kaos, dan jaket jeans. Kok nyantei banget? Trust me, saya udah gak nyaman pakai baju - baju saya yang lain. Lho memangnya kenapa? Hikssss.. Udah sempit tauuu. Dan rasa kegemukan itu bukan hanya dirasakan oleh saya seorang, tapi suami dan anak saya, plus dokter Tessa yang saya temui hari ini. "Lo kok tambah gemuk ya yu?" Tanya dokter Tessa yang memang tipikal orangnya ceplas ceplos. "Iya dok" saya menjawab dengan nada sedikit minder. Damn, dia ngeh lagi gue tambah gembrot, saya membantin dalam hati.

Senin, 16 Oktober 2017

Hidup dengan HIV dan Yang Terjadi Saat Desember Menjelang

Warning, this article its such a long story and contain with things that u may not agree with, so please feel free to disagree if u still want to continue. But I don't wanna argue about some issue.

Hola October, Happy Birthday to my self! (apalah narsis sekali kalimat pembuka-nya). It's been almost a month (I leave again) this blog, alasan apa lagi yu? Hahahaha. Seriously, sebulan ini cukup hectic dengan renovasi warung siomay Mang 4L4y, kemudian kakak adik serta mama papa yang datang liburan ke Bandung, Liga Futsal yang diikuti oleh Akademi Futsal kami, kemudian Malika Jambore Pramuka tingkat kecamatan yang berujung dengan jatuh sakit. Those things makes me cannot even touch my laptop or thinking about writing story, meskipun bahan buat nulisnya buanyaaak sekali. Maka setelah sekiranya sudah agak santai, inilah tulisan pertama saya di bulan Oktober. 

Hidup dengan HIV dan Yang Terjadi Saat Desember Menjelang, judul apa itu? Hahahaha. Mungkin ada beberapa yang bingung ya.. gpp jangan bingung. Baca aja sampe habis dijamin jadi tercerahkan. Semenjak saya hidup terinfeksi HIV di tahun 2009, meninggalnya suami pertama saya, dan perjalanan panjang menuju tulisan hari ini dibuat. Ada banyak sekali hikmah kehidupan yang dapat saya ambil setiap saat. Kalau tau cerpen Oh Mama oh papa yang ada di koran dan diadaptasi di televisi, nah kehidupan saya sebagai orang yang hidup dengan HIV (ODHA) kurang lebih se-drama itu. Mulai dari rutinitas pemeriksaan kesehatan di rumah sakit/puskesmas yang secara rutin setiap bulan harus dilakukan, konsumsi terapi ARV seumur hidup yang berfungsi untuk menekan jumlah pertumbuhan virus, belum lagi stigma dan diskriminasi dalam hidup yang membayang- bayangi setiap saat.

Jumat, 22 September 2017

Mau Hati Damai? Harus Liburan ke Bali nih!

sumber : google.com
Sejak kecil, Bali adalah salah satu destinasi impian, selain menara eifel di Prancis, Patung Liberty di New York serta Big Ben di London. Yah paling enggak dari semua destinasi impian, saya sudah pernah menginjakkan kaki di Bali. Yup, sudah 2x saya ke Bali, yang pertama waktu duduk di bangku SMA bersama ayah dan keluarga tante saya yang datang dari Amsterdam. 

Mereka hendak berlibur, dan saya adalah additional passenger, yup penumpang tambahan yang diajak last minute. Kali kedua ke Bali adalah saat harus mengikuti training sexual reproductive health and rights bersama teman - teman Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI).

Saya sungguh menikmati setiap sudut Bali kala itu, indahnya pantai dreamland, Kuta dan Sanur. Lalu dinginnya area pegungungan Batur plus danau Batur yang juga indah sekaligus mistis. Saya juga mengunjungi Tanah Lot yang sangat epic dengan Pura di atas karang. Saya ingat sekali, didoakan oleh penjaga Karang disana.. dan dipercikan air suci dengan beberapa butir beras yang kemudian menempel di Kening. Yang gak boleh ketinggalan, karena pergi dengan rombongan yang hobi belanja, maka kami menyempatkan untuk mampir ke Pasar Seni Sukawati untuk ngeborong.

The Hundred-Foot Journey [September Movie]

Sumber : Imdb
Pilihan film kali ini masih berbau masakan, I (just realized) also love this kind of movie. Buku ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama dengan filmnya, ditulis oleh Richard Morais. Saya sedikit terkejut saat membaca resensi film ini, Karena film ini di produseri oleh Steven Spielberg dan Oprah Winfrey. Wow! Karena dua hal ini saja sudah membuat saya cukup penasaran.. maka saya memutuskan untuk menonton film ini.

Mengambil latar belakang pembuka di Mumbai, India saya sempet kaget. Saya pikir ini bukan film India? Eits.. banyak lho orang yang meng-underestimate beberapa film Bollywood. Termasuk saya pada awalnya. Karena bagi saya, kesan yang ditimbulkan dari film2 India adalah mengandung kekerasan kepada perempuan, budaya patriarki yang begitu kental sehingga saya sangat picky untuk nonton film India. Tapi saya ga bilang film India jelek, Karena film ini dan banyak film lain baik yang dari India maupun yang diperankan oleh Aktor/Aktris India, melahirkan film – film yang sangat luar biasa keren.

Hassan, adalah seorang anak muda kelahiran Mumbai yang sejak kecil memiliki indera dan insting yang luar biasa terhadap memasak, serta mengolah bahan makanan. Guru yang pertama kali memperkenalkannya kepada Teknik memasak tradisional ala India adalah sang Mama. Hingga suatu hari keluarga mereka ditimpa bencana. Restoran keluarga yang mereka bangun di Mumbai dibakar pada saat situasi politik India tengah memanas di tengah pemilihan umum. Naasnya, sang Mama meninggal dalam tragedy kebakaran tersebut. Hal ini menghancurkan kehidupan mereka. Sang ayah yang tetap berusaha kuat dan tegar, memutuskan untuk mengajak seluruh keluarganya pindah ke London. Hassan bersama keempat adiknya yaitu Mansur, Mahira, Mukhtar, dan Aisha. Tinggal beberapa saat di London, dan memutuskan untuk kembali pindah ke daerah yang lebih baik di Eropa.

Kamis, 21 September 2017

The Zookeper Wife [September Movie]

sumber : wikipedia
Selesai menonton film ini, saya langung ber ooo panjang. Saya ingat pernah mendengar Pakta Warsawa semasa kecil dan mencoba mengingat - ingat kembali apa sih Pakta Warsawa itu (langsung browsing dan gak akan saya bahas disini hahaha). Jadi apakah hubungannya film ini dengan Pakta Warsawa? Apakah ini film tentang hewan - hewan dan kebun binatang semata? Tidak, its more than that. Film ini diadaptasi dari sebuah buku yang ditulis oleh Diane Ackerman dengan judul yang sama. Jadi ini adalah cerita nyata yang dibukukan kemudian di film kan. Saya suka sekali film - film seperti ini. Masih mengambil latar belakang perang dunia kedua, film ini menceritakan hal lain dibalik peperangan itu sendiri.

Sebuah kebun binatang yang tidak begitu besar terletak di Kota Warsawa. Sebelum perang dunia kedua berlangsung, kota ini merupakan pusat utama dari kebudayaan Yahudi. Warsawa memiliki kelompok masyarakat Yahudi terbesar di Eropa. Namun, tidak hanya Yahudi yang tinggal disana, banyak masyarakat dari etnis lain yang juga tinggal dan tumbuh bersama disana. Dr Jan Zabinski dan istrinya Antonina, adalah pemilik kebun binatang tersebut. Mereka berdua bersama banyak sekali pegawainya para pengurus kebun binatang sangat menyayangi hewan - hewan di dalamnya. Bukan hanya memiliki kedua pasangan suami istri bersama anaknya tersebut juga turun langsung untuk membantu merawat hewan - hewan yang ada di dalam kebun binatangnya. Dr Jan Zabinski, dalam pengelolaan kebun binatang dibantu oleh Lutz Heck pemilik Berlin Zoo, dan belakangan diketahui adalah kepala Zoologist dari Adolf Hitler sang pemimpin Nazi.

Kamis, 14 September 2017

Julie & Julia [September Movie]

Sumber : Wikipedia
September Movie saya kali ini adalah rekomendasi dari salah satu emak blogger yang sepertinya memiliki hobi memasak. Dalam akun Facebook, saat saya meminta rekomendasi film, hanya teh Dyah Prameswari yang memiliki rujukan unik. Dia merekomendasikan film tentang memasak. Dan seingat saya, baru 2x saya menonton film tentang memasak yang pertama adalah ‘Burnt’ dan yang kedua adalah ‘Chef’. Tentu banyak orang akan berfikir bahwa film tentang memasak akan kebanyakan bercerita tentang bagaimana cara memasak, atau bagaimana pengalaman seorang Chef. I was thinking the same, at the beginning. Lalu saya merubah cara pandang saya, Karena film ini bukan Cuma soal memasak.

Julia Child (Meryl Streep) adalah seorang perempuan yang menikahi pria yang bekerja untuk pemerintah. Pasangan ini sering kali berpindah tempat tinggal Karena suami Julia, Paul seringkali berpindah tugas. Suatu hari, kehidupan mereka sampai di sebuah negara yang terkenal dengan romantismenya, Paris. Julia dan Paul adalah dua orang yang senang sekali menikmati makanan. Sampai di suatu titik, Julia merasa jenuh dan ingin mendalami kemampuannya memasak. Lalu dia berkeliling toko buku di Paris dan mencari buku masak berbahasa inggris. Sayangnya dia tidak menemukan yang ia cari. Kecintaannya pada memasak, membuatnya berfikir bahwa mungkin dia adalah satu – satunya orang Amerika di Paris yang berfikir bahwa membeli bahan masakan jauh lebih menarik daripada membeli pakaian.

Selasa, 12 September 2017

Nikmatnya Balinese Boreh Massage di Everyday Spa & Reflexology

Jadi ibu rumah tangga maupun ibu bekerja itu sama - sama punya porsi yang berat. Itu kenapa jangan pernah menyepelekan peran ibu, karena semua ibu mampu melakukan hal - hal yang tidak pernah diduga. Kita - kita ini punya energi yang luar biasa, sayangnya kita suka lupa untuk merawat diri. Hal ini pasti juga sering dirasakan oleh teman - teman 'ibu' yang membaca tulisan saya. 

Pasti sekarang sama capeknya kayak saya ya kannn?. Yang multitasking ngurusin rumah, ngurusin anak dan keluarga, ngurusin diri sendiri. Kadang tidur paling malam setelah semua beres dan rapih, lalu pagi - pagi buta sudah harus bangun duluan. Ada juga yang di kantornya udah capek mikirin pekerjaan, pas pulang kerja mau sampai rumah malah kejebak macet. Kalau kalian semua ngerasain hal yang sama seperti saya, berarti kalian butuh memanjakan diri, dan merelaksasi diri agar tidak kebablasan lupa sama diri sendiri.

Nah, kalau udah urusan manjain diri sendiri, pilihan saya adalah pijat. Kenapa pijat? Karena pijat dapat memberikan kita kenyamanan, perasaan santai, sambil mengendurkan otot serta persendian yang selama ini dipaksa bekerja terlalu keras, selain itu pijat juga bisa mengurangi stres lho. Saya suka pijat sejak kecil, kebetulan ayah saya punya tangan yang jitu untuk memberikan pijatan yang ciamik buat kami sekeluarga. Karena sekarang saya sudah jauh dari ayah saya, dan suami saya juga gak pandai pijat, solusinya cuma satu.. Everyday Balinese Spa & reflexology.

The Imitation Game [September Movie]

sumber : wikipedia
Alan Turing (Benedict Cumberbatch) adalah seorang pria sederhana dengan kecerdasan yang sangat luar biasa. Dia adalah seorang ahli Matematika yang lahir di London tahun 1912. Sejak kecil kecerdasan tersebut sudah ditunjukannya, dan hal itu kerap kali membuat sekolah tempatnya belajar kewalahan dan merasa bahwa sekolah bukan tempat yang tepat untuk Turing. Selain itu, di sekolah, Turing kerap mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari teman – teman di sekolahnya. Tindakan Bullying tersebut didapatnya Karena mereka menganggap Turing adalah anak yang aneh dan berbeda.

Di usianya yang ke 23 tahun, saat awal perang dunia kedua hampir dimulai Turing bekerja untuk Bletchley Park yakni sebuah pusat pemecahan kode morse Jerman di mesin Enigma. Pemerintah Inggris menduga bahwa setiap rencana penyerangan disampaikan melalui teka – teki rahasia di mesin Enigma tersebut.

Mesin Enigma yang dimiliki pemerintah Inggris, diselundupkan oleh salah seorang mereka untuk dipelajari dengan tujuan memenangkan perang melawan Jerman. Bersama dengan tim nya, Hugh Alexander, John Cairncross, Peter Hilton, Keith Furman and Charles Richards mereka berlima memiliki tugas untuk memecahkan kode  rahasia enigma untuk mengetahui langkah perang negara Jerman. Saat semua kelima orang di tim nya sibuk memevahkan kode secara manual, Alan Turing memiliki rencana lain. Dia malah membuat sebuah mesin, yang nantinya akan dapat memecahkan kode dalam mesin enigma secara otomatis setiap harinya.

Jumat, 08 September 2017

Film Serial Yang Sukses Bikin Kecanduan [September Movie]

Jaman semakin maju dan berkembang, manusia dipermudah dengan segala akses dan fasilitas. Begitupula tekhnologi yang diciptakan memudahkan kehidupan manusia dan membuat saya menjadi pemalas. Kalau semasa kecil saya sangat terhibur dengan tayangan televisi, sekarang tv adalah benda yang paling tidak pernah saya sentuh kecuali saat hendak membersihkan debu yang menempel di sekitarnya. Saat era tv digital dimulai, kita seperti diberi pintu kemana saja untuk menyaksikan tayangan – tayangan dari negara diluar Indonesia. Yang biasanya bisa kita tonton kalau pas kebetulan lagi nginep di hotel. Beragam promosi dan daya Tarik marketing menarik perhatian semua orang berbondong – bondong untuk memasang channel luar negeri yang memang lebih mendidik ketimbang tayangan tv di tanah sendiri.

Terpujilah mereka yang memiliki ide untuk membuat Netflix, Iflix dan channel- channel yang menawarkan beragam tayangan berseri. Biasanya di awal kita akan mendapatkan gratis nonton selama 1 bulan. Lalu selanjutnya kita akan membayar dengan pilihan paket sesuai kebutuhan kita. Tadaaaa! Seperti ada ibu peri yang memberi mainan baru, saya Ayu si pecinta nonton film menemukan kebahagiaannya lagi. Selama berbulan – bulan pasca kepergian Miguel, tayangan digital ini menyuguhkan sajian tanpa batas yang membuat saya tidak sungkan – sungkan untuk mengeluarkan kocek bulanan double. Yup double, untuk membayar wi fi dan membayar si channel digital tersebut.

Kamis, 07 September 2017

Membantu Anak Mengoptimalkan Fungsi Tubuh dan Otak

sumber gambar : pexels.com
Kepribadian adalah dasar dari pembentukan karakter seseorang, dan pada bagian inilah kita dapat mengetahui seseorang memiliki kecenderungan untuk merespon terhadap segala sesuatu, cara berkomunikasi atau bahkan kemana arah minat dan bakatnya. Malika, putri saya yang kini sudah berusia 10 tahun merupakan anak yang sangat aktif. 

Seperti yang saya pernah ceritakan di tulisan – tulisan saya sebelumnya, bahwa dia punya segudang aktifitas yang harus sama – sama kita seimbangkan dengan kehidupannya agar dia tetap happy menjalani aktifitasnya, tapi juga tetap mengindahkan kesehatan dan keseimbangan antara belajar dan bermain.

Kadang saya sebagai orangtua berfikir paling tahu urusan anak. “Pokoknya saya yang melahirkan dan membesarkan anak ini, jadi harusnya saya yang paling tahu soal anak saya, orang lain ga ada yang ngerti”. Nah, kira – kira ada gak yang ngerasa sama kayak saya. Padahal, kalau kita mau memahami lebih dalam setiap anak memiliki keunikannya masing – masing yang gak bisa diperlakukan sama antara satu anak dengan anak lainnya. Dan saat kita merasa tahu segalanya tentang anak kita, disana sebenarnya kita gat ahu apa – apa. Biasanya akan muncul banyak konflik, seperti bagaimana menghadapi anak yang tiba – tiba suka crancky, atau anak tersebut sulit mengungkapkan perasaannya, atau bahkan terlalu ekspresif dan sangat leluasa untuk mengungkapan tentang caranya berfikir. Dan kita sebagai orangtua, menyikapi sikap – sikap tersebut dengan kurang tepat.

Senin, 04 September 2017

Captain Fantastic [September Movie]

sumber : wikipedia
Dulu, pertama kali menonton Film ini, direkomendasikan oleh kakak saya Hendy yang saat ini bekerja di Qatar. Awalnya saya gak tertarik sama sekali, judulnya aja ‘Captain Fantastic’ saya berfikir ah.. ini palingan film superhero ala ala superman atau batman. So I refused to watch at the beginning. Tapi kakak saya berkali – kali bertanya, gimana udah nonton belum? Yah mau gak mau deh akhirnya saya mencari film ini. Pas lihat covernya, eh kayaknya bukan film superhero kayak superman deh, mungkin ini film keluarga superhero. Karena cover filmnya menggambarkan ada satu keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan 6 orang anak. So, I decide to watch it! And taraaaaa.. saya sangat terkejut dengan ceritanya. You should watch this too, trust me!

Film ini dibuka dengan pemandangan hutan pinus yang sangaaaaat indah, sangat hijau dan asri. Kita juga akan mendengar suara burung – burung berkicauan, angin yang berdesir, dan aliran air sungai yang menyejukan hati saat mendengarnya. What a great start for a superhero movie isn’t it? Saya masih yakin 100% ini film jagoan – jagoanan. Dan ternyata saya tidak salah.

Sabtu, 02 September 2017

The Boy in the Striped Pajamas [September Movie]

Sumber Gambar : Miramax
Film ini direkomendasikan oleh kawan saya, Ardi Azwandi atau akrab saya panggil Koy. Thank ya Koy, sebenernya sudah lama sekali melihat poster film ini di Iflix, tapi saya malah hanyut sama film tentang drama percintaan. Hahahaha. Anyway.. film ini berlatar belakang Jaman Nazi di era tahun 1930-an, Diadaptasi dari buku dengan judul yang sama kayra John Boyne. Kayaknya saya harus beli bukunya deh. Dan film ini Released pertama kali pada tahun 2008 di Inggris, saya baru nonton 9 tahun setelah film ini pertama kali muncul. Tapi percayalah gak pernah ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu. Lets starts yuk!

Bruno adalah anak seorang prajurit Nazi bernama Ralf, dia tinggal di Berlin Bersama sang ibu dan kakak perempuannya di Berlin, jerman. Pada suatu hari, Bruno mendapati sang ayah mendapatkan promosi jabatan dan mengharuskan mereka sekeluarga pindah dan meninggalkan rumahnya serta teman – teman yang sudah membuatnya nyaman. Kepindahan tersebut akan berlangsung selama peranng, dan mereka baru akan kembali setelah perang berakhir. Bruno Nampak sangat tidak senang, ada kekecewaan terpancar di matanya saat dia mengetahui mereka akan pindah mengikuti sang ayah pergi berperang.

Emak Ingin Naik Haji [September Movie]

sumber gambar : Wikipedia
Saya pertama kali menonton film ini sekitar tahun 2010, bukan di bioskop tapi pas sudah ditayangkan di televisi. Nah, kemarin, film 'Emak Ingin Naik Haji' kembali ditayangkan di salah satu stasiun tv. Sepertinya karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1438 Hijriah yang jatuh kemarin. Buat saya, ini merupakan salah satu film terbaik yang diperankan oleh Reza Rahardian, dari begitu banyak film yang pernah diperankannya. Begitupula dengan Ati Cancer yang berperan sebagai Emak nya Zein (Reza Rahardian), aktingnya begitu jujur dan tidak dibuat - buat. Peran emak sungguh mengingatkan saya pada almarhumah nenek saya.

Film ini berhasil menggugah hati saya, karena jarak antara si kaya dan si miskin begitu tipis, namun tidak ada jembatan yang benar - benar kuat yang mampu mengimbangi nya. H Saun (Didi Petet), adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki 3 orang anak beserta Istrinya, Hj Markonah berencana untuk menunaikan ibadah Haji. Sedangkan emak sehari - hari menghidupi keluarga dengan berjualan kue, dan Zein yang memiliki bakat melukis, berjualan hasil lukisannya. Sejak lama emak mengidam-idamkan menunaikan rukun islam yang terakhir, yakni beribadah Haji. Namun sayang seribu sayang, biaya perjalanan Haji tidak murah. Butuh waktu bertahun - tahun, agar tabungan emak bisa cukup untuk membiayai dirinya berhaji ke tanah suci.

Kamis, 31 Agustus 2017

Saat Malika Jumpa Dengan Sang Idola

Meet & Greet Naura
Coba siapa diantara kalian yang baca tulisan ini, yang gak punya idola? Pasti semua punya. Dari mulai penyanyi, band, model, artis, dan banyak lagi. Bahkan sekarang profesi baru pun mulai banyak diidolakan, yes Selebgram dan Youtubers. Kalau saya sendiri tentu dong punya idola, saya nih ngefans banget sama U2, grup musik asal Irlandia yang selalu punya nilai - nilai filosofis dalam setiap lagu yang mereka buat dan nyanyikan. Selain U2, saya ngefans juga sama grup musik lokal 'Float' yang lagu - lagunya selalu membawa kita dalam nuansa yang santai dan tenang. Nah, ternyata seiring dengan perkembangan jaman, kita garusnya kasihan sama anak - anak kita dirumah. Mereka sangat kehilangan sosok idola lho. Coba aja perhatiin tayangan televisi sekarang ini, kalau gak sinetrom.. reality show artis - artis, acara infotainment, kalau buat saya sih ga ada yang worth it buat ditonton.

Tapi, ternyata kalau bicara idola, anak saya Malika punya idola nya sendiri. Dia memang jarang sekali muncul di layar kaca seperti sinetron. Kalaupun ada hanya sesekali di acara - acara musik yang gak pernah juga kita tonton. Idolanya adalah Naura, yup sebelumnya sudah pernah saya tulis tentang betapa Malika meng idolakan Naura, si penyanyi cilik. Kecintaan Malika pada Naura bisa terlihat melalui lagu - lagu Naura yang dia hapal. Dan saat ternyata Naura mengadakan acara jumpa idola, kebayang dong seperti apa jadinya anak ini.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Belajar Menjadi Orangtua dari Film My Sister's Keeper

My Sister's Keeper, siapa yang belum nonton film ini? Kamu.. belum? Sok nonton dulu deh. Siapin tissu yang banyak jangan lupa. Hehehe. Kalau saya sudah nonton film ini berkali - kali tidak terhitung, hampir setiap tahun sepertinya ada aja saya satu kali mengulang film yang tayang pertama kali di tahun 2009. Film ini dperankan oleh Cameron Diaz (Sara Fitzgerald), Sofia Vassiliefa (Kate Fitzgerald), Abigail Breslin (Anna Fitzgerald), Jason Patric (Brian Fitzgerald), dan Evan Ellingston (Jesse Fitzgerald).

Film ini memiliki banyak sekali pesan, bukan cuma buat kita yang nonton tapi juga bisa buat nonton bareng sekeluarga. Ayah, ibu, kakak, adik dan anggota keluarga lainnya. Memangnya kenapa wajib nonton film ini? Karena film ini mengajarkan kita makna keikhlasan dan Cinta tanpa syarat. Kebetulan kemarin malam, saya lagi pengen bersihin mata.. alias nangis buat ngelepas kelelelahan, maka saya putusin nonton lagi film ini dan menuliskan di blog untuk berbagi sama kalian semua.

Rabu, 23 Agustus 2017

Suka Duka Pengiriman Barang

Dua bulan belakangan saya mengukuhkan niat untuk menjadi wirausahawati mengikuti jejak suami. Yup, si wirausahawan yang resmi menjadi suami saya 3 tahun silam tersebut memang seorang wirausahawan yang sangat ulet dan jujur. Kegigihannya membuat saya kagum, dan ingin belajar supaya bisa punya uang dari hasil keringat sendiri, buka keringet kita dipake buat perusahaan orang lain. Sejak di bangku kuliah, suami memiliki usaha Baso Tahu di Bandung atau yang akrab di lidah orang Jakarta disebut Siomay. Usaha tersebut kemudian saya lanjutkan bermodalkan tekad yang kuat supaya bisa konsisten jadi ibu dirumah.

Siomay yang diproduksi dirumah ini kami beri nama @Siomay_Mang4L4Y, iya alay (norak) banget ya namanya. Memang tujuannya ya itu, menarik perhatian banyak orang. Tapi bukan hanya nama yang menjadi sensasi, tapi rasa juga akan memberi sensasi tersendiri saat kalian merasakannya langsung. Tsahhelahh! Eitss, tapi saya gak akan promosi disini, tenang aja. Kalian bisa langsung cuss lihat2 di Instagram nya Mang 4L4Y, terus kalau penasaran dan tertarik boleh lho di order. Di tulisan saya kali, mau membahas tentang suka duka pengiriman barang yang setiap minggunya bikin dilema, dan kadang - kadang suka membakar emosi. Tapi karena saya nih tipikal yang jago kandang, kalo sudah dihadapan langsung biasanya lebih sering tarik nafas dan elus dada, istigfar sambil bilang ke diri sendiri sabar..sabar. Oiya, saya gak akan menyebutkan nama perusahaan ya, nanti saya takut kena UU ITE yang bisa memenjarakan orang karena menuliskan pengalaman dan keluh kesahnya. Aku masih ingin bobok di kasur sendiri gaes, btw kita mulai ya ceritanya :)

Selasa, 22 Agustus 2017

Cantik dan Sehat bersama DF Klinik

sumber : pexels.com
Buat saya menjadi cantik itu sangat penting, tapi cantik versi nya saya tidak seperti yang ada di iklan produk kecantikan "Kulit putih..bla..bla.." atau "ingin tubuh langsing..bla..bla..". Come on, Tuhan menciptakan manusia gak hanya kulit berwarna putih aja lho, ada yang berkulit hitam, cokelat, kuning, putih gading, dan putih. Begitu juga dengan bentuk tubuh, cantik itu gak berarti langsing singset. Karena buat saya perempuan dengan bentuk tubuh apapun itu cantik. Jadi makna cantik buat saya bukan kulit putih kinclong dan badang langsing kurus tirus ya, tapi Cantik itu Sehat.

Hal ini yang kemudian saya alami dan rasakan di 3 bulan terakhir dimana berat badan saya bertambah sampai 62 Kilogram, dan kulit di tubuh saya mulai mengalami masalah seperti kering, beberapa kali seperti alergi / biduran, dan seringkali gatal - gatal di bagian wajah saat kering itu datang. Saya akui, gaya hidup saya di 3 bulan ini terlalu nyantei, gak pake aturan dan cenderung berantakan. Makan seenaknya, kapan aja dengan menu apapun yang penting kenyang dan bahagia, kemudian tidur ga teratur, sering begadang, dan tidak pernah berolahraga. Kacauuu kacauu pokoknya kacau.

Selasa, 15 Agustus 2017

Perfect 10 Cooking Solusi Memasak Mudah untuk Semua

Saya nih bukan tipe cewek yang suka masak, tapi kalau urusan makan udah paling juarak (suara Milly di film AADC 2) deh! itu kenapa pas tau suami saya seneng masak dan sama sama hobi makan, saya langsung jatuh cinta sama dia. Tapi sejago2nya suami, sesempet2nya, kalau menurut saya, jarang ada yang benar2 setelaten kita (Perempuan). Bukan underestimate (padahal iya), tapi suami saya kok gitu ya. Hahahaha jadi curhat. Selama masa kehamilan kemarin dan 3 bulan pasca kehamilan saya dirundung rasa malas yang luar biasa hebat. Dan itu menyebalkan toh. Karena bukan hanya rumah yang jadi berantakan, tapi orang serumah jadi kelaparan dan kantong jadi tipis karena akhirnya kita kebanyakan jajan dan beli makanan diluar.

Nah, beberapa bulan yang lalu saya iseng2 browsing di Instagram dan menemukan solusi memasak buat semua. Bukan cuma buat ibu - ibu, karena semua orang butuh makan, tapi kebanyakan ga mau ribet. Solusinya bukan catering, atau jasa pemesanan makanan matang, karena bagi saya makanan  di catering itu bisa jadi ga selalu cocok di lidah kita. Karena sudah kadung matang, ya akhirnya mau gak mau dinikmati juga sama kita yang pesan. Solusi itu datang dari sebuah jasa penyediaan bahan makanan, yang praktis dan nantinya akan kita olah sendiri dirumah. Gimana sih maksudnya?

Senin, 14 Agustus 2017

Menjaga Baik Hubungan Pertemanan

Source : Pexels.com
Apakah arti pertemanan untuk kalian? Dalam hidup saya, pertemanan sangat berarti. Sehingga, saya berusaha untuk tidak mengecewakan orang yang menjadi teman saya, dan sebisa mungkin menghindari timbulnya konflik dalam hubungan pertemanan. 

Selama hampir 31 tahun diberi kesempatan oleh Tuhan hidup di dunia ini, saya mengalami begitu banyak lika liku ragam pertemanan. Dan dari kesemuanya, tentu saya mendapatkan banyak hal baru dam dapat belajar banyak dari sana. Tidak jarang pertemanan tersebut diwarnai kekecewaan, serta kemarahan. Tapi gak sedikit juga, pertemanan yang membuat hidup lebih berwarna.

Kalimat 'Jangan Takut Kehilangan Teman' sejujurnya merupakan sebuah ungkapan hati, bahwa sebenarnya saya takut kehilangan teman. Karena kita manusia, gak akan pernah bisa hidup sendiri, pasti ada kalanya kita membutuhkan orang lain di sisi kita, dan teman dapat mengisi peran tersebut. Dalam perjalanan pertemanan saya dengan banyak orang, saya punya beberapa cerita menarik yang pingin ditumpahkan di blog. Mungkin beberapa teman juga mengalami hal serupa, atau bahkan ada cerita lain yang juga bisa dibagi sama saya.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Please, Jangan Berhenti Minum ARV

pic from pexels.com
Dalam 3 tahun terakhir, saya sangat sedih mendengar kabar kepergian bagitu banyak sahabat yang hidup dengan HIV. Padahal, kebanyakan dari mereka saya kenal pertama kali adalah sosok orang - orang yang sangat sehat dan kemudian menjadi inspirasi bagi saya. Entah bagaimana semua bermula, satu persatu saya mendengar mereka jatuh sakit lalu lantas meninggal dunia karena tidak bisa bertahan.

Usut punya usut saya mendengar, bahwa awal mula dari jatuh sakitnya teman - teman saya adalah karena tidak minum obat dengan teratur. Bahkan ada diantara mereka yang berhenti minum obat. Padahal seperti yang pernah saya ceritakan, bahwa ARV atau Anti Retroviral Terapi, bersifat mutlak untuk dikonsumsi mereka yang hidup dengan HIV. Karena fungsi ARV sendiri adalah menekan laju pertumbuhan virus HIV dalam darah. Memang tidak mudah untuk berkomitmen dan konsisten mengkonsumsi ARV, saya pun merasakan jatuh bangunnya mengkonsumsi ARV. Tapi, saya takut jika pada akhirnya saya harus jatuh sakit karena HIV melemahkan kondisi tubuh saya. Saya tidak ingin meninggal dalam keadaan yang tidak baik, atau bahkan menyusahkan keluarga saya.

Jumat, 04 Agustus 2017

Malika dan Naura Sang Idola

Kalau kamu diajak balik ke usia 5 sampai 10 tahun, dan ditanya siapa Idolamu semasa kecil, kamu mau jawab apa?  Kalau saya, ada banyak sekali idola semasa saya kecil. Kalau penyanyi, saya mengidolakan Trio kwek kwek (Dea Ananda, Leoni dan .... sebentar saya lupa, hahaha.. Alfandy), lalu selain trio kwek kwek saya juga mengidolakan Meisy, Chiquita Meidy, Joshua, Enno Lerian, dan banyak lagi. Kebanyakan dari mereka tentunya usianya tidak terpaut jauh dari saya, sehingga jika di telusuri di situs pencarian saat ini, mereka yang saya sebutkan tadi pasti belum terlalu tua, masih seumur saya lah.

Saya ga bakalan ngomongin idola idola jaman saya kecil dulu. Hehehe ga ada bahan untuk membahas mereka sih. Saya cuma kepikiran pas sekarang punya anak, dan dia tumbuh semakin besar di tahun 2000-an ini, hampir ga ada sama sekali penyanyi, atau artis cilik yang bisa diidolakan oleh anak - anak kita. Bener gak sih? (Nanya sama pembaca yang sudah pada punya anak). Selain ga ada idola, tayangan televisi sekarang ini itu seperti mimpi buruk buat orangtua. Kenapa? karena dari melek mata sampai mata mau merem lagi, isinya kebanyakan SINETRON, mulai dari drama yang gak jelas dan gak habis - habis jalan ceritanya, sampai ke film misteri bernuansa setan hantu dan keluarganya. Duhh, saya sebagai ibu sempat stress berat.

Kamis, 03 Agustus 2017

Rise, Dawn & War For The Planet Of The Apes

Rise of The Planet Of The Apes
Tahun ini, sekuel film yang saya nantikan akhirnya muncul juga. Film ini berjudul War For the planet of the Apes, yang mana adalah kelanjutan dari 2 film sebelumnya Rise of the planet of the Apes dan Dawn of the planet of the apes. Ketiga film ini sangat menyihir saya, sejak pertama kali sekuel yang pertama muncul di tahun 2011. Film pertama dari ketiga sekuel ini berkisah tentang sebuah perusahan bernama Gen Sys yang melakukan penelitian untuk menemukan pengobatan penyakit Alzheimer.

Upaya yang sangat baik tersebut, tidak berbanding lurus dengan keamanan penelitian yang di ujicobakan pada kera. Alih - alih berhasil, pengobatan Alzheimer ini malah menemukan kegagalan dimana pasien yang secara ilegal mendapat obat uji coba ini penyakitnya malah menjadi semakin parah. Dan kera - kera yang menjadi bahan percobaan malah berbalik menjadi sangat cerdas.

Will Rodman adalah salah satu peneliti dalam perusahan Gen Sys yang matian - matian berusaha menemukan obat ini, dia menyelundupkan oabt tersebut untuk kemudian diberikan pada sang Ayah yang mengidap Alzheimer. Dalam perjalanan penelitiannya, salah satu kera yang menjadi sumber percobaan mati ditembak karena mengamuk, saat Will akan mempresentasikan progress penelitian obat Alzheimer ini. Karena amukan kera tersebut, Steve Jacobs CEO dari Gen Sys menutup proyek penelitian ini. Kera pertama yang menjadi alat percobaan dan ditembak mati tersebut, ternyata memiliki anak. Anak kera tersebut, akhirnya dibawa oleh Will  kerumahnya karena proyek penelitian ditutup oleh Gen Sys.

Senin, 31 Juli 2017

Radio Favorit dari Jaman ke Jaman

Helooooohhh, Pagi ini saya super semangat, karena punya bahan tulisan saat mood booster saya balik! apa sih mood boosternyaa? Itu lho penyiar Favorit jaman SMA, yuppp.. Vena Annisa siaran lagi di Radio. Kali ini Vena tandem sama Arie Dagienkz di Motion 97.5 FM Radio. Dikarenakan saya tinggal di Bandung, jadinya harus streaming online via website dan tadaaaa.. jadilah pagi2 begini setelah si anak berangkat sekolah saya malah nongkrong di meja kerja buat nulis ini sambil dengerin doi siaran!

No its not random, but its exciting! Saya kemudian bertekad untuk streaming terus setiap pagi supaya ada yang bisa maksa untuk gak tidur lagi setelah anak berangkat sekolah. Hahahaha iya iya.. saya pemalas lho. LOL Jadilah saya kemudian teringat sama beberapa radio station, dan acara2nya yang rutin saya dengarkan setiap hari. Nah saya ini tipikal orang yang setia, seumur - umur cuma dengerin beberapa acara siaran saja, gak pernah gonta ganti channel lho. Nanti misalkan pas kalian baca tulisan saya ini dan ada kesamaan, tulis di kolom komen yah barangkali pernah dengar atau punya momen yang sama persis dengan penyiar idolanya.

Jumat, 28 Juli 2017

Bucket List : Bertemu 2 Perempuan Hebat, Didi & Mathilda

Waktu kuliah dulu, saya dan teman - teman dengan modal nekat dan persiapan yang setengah matang memutuskan untuk naik ke Gunung Gede, yang letaknya tidak jauh dari Taman Safari. Dari 8 orang yang berangkat, hanya beberapa saja yang pernah benar - benar naik gunung dengan rencana yang matang. Sisanya, iseng pengen ikut, dan mencoba hal baru, dan salah satu dari mereka adalah saya. Perkenalan saya dengan gunung dimulai dari cinta pada almarhum suami, yang kebetulan adalah anak gunung juga. Saya ingat betul, dia pernah bilang.. cuma dengan naik gunung dia bisa melepaskan adiksinya dengan putaw. Dia mulai mengenalkan saya dengan pengalaman - pengalaman menarik dan seru serta makna yang selalu didapatnya seusai summit di setiap gunung yang dia daki. Dari sana saya kemudian jatuh cinta dengan alam.

Sayangnya, dia berhenti menceritakan dan mengajak saya mengenal lebih dekat dengan gunung - gunung dan alam Indonesia saat akhirnya wafat di tahun 2009 karena virus HIV. As u read in so many stories in my blog, Yes I'm feel so down at that time, but than I stand up. Selama 8 tahun setelah kepergian Abet, saya membangun kembali fondasi hidup saya yang sempat hancur. Namun Tuhan selalu punya rencana lain. Fondasi yang saya bangun dengan perjuangan yg luar biasa tersebut kembali retak, saat bayi saya (dari pernikahan kedua) meninggal setelah 40 jam dilahirkan 3 bulan lalu. I feel like, God this is so unfair to me.

Selasa, 25 Juli 2017

Mencintai Diri Sendiri Bagaimanapun Bentuknya

Waktu di jam dinding saya menunjukan pukul 8 pagi, dan saya sudah sarapan dengan 2 buah pie brownie cokelat ditambah sepiring pempek dari Lampung yang berisi 1 buah pempek kapal selam mini, 3 buah pempek lenjer dan 2 buah pempek adaan. Banyak yaaa boo sarapannya? bangett, jawab saya dalam hati. Selesai sarapan saya tidak merasa bersalah sama sekali, saya hanya merasa happy karena beruntung masih bisa makan, dan makanannya enak pula. Kebayang kan, banyak banget orang diluar rumah kita yang gak beruntung. Tapi kemudian saya tersadar dengan cara makan saya yang mulai gak karuan, gak terkontrol selama 3 bulan terakhir ini. Semua yang ada di depan mata pasti saya lahap, semua yang saya mau pasti saya usahakan saya beli demi memenuhi hasrat kepingin yang gak kekontrol itu. Sampai akhirnya saya sadar ada yang salah dengan saya.

Sebelumnya saya gak pernah sebahagia ini kalau makan, karena saya makan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh saya, bukan untuk pemenuhan hasrat makan yang kemudian jadi tidak terkontrol tadi itu. Kemudian saya juga menyadari, kebiasaan makan ini menyebabkan bobot tubuh saya meningkat drastis, semua baju dan celana saya tidak ada yang muat. Terpaksa, saya meminjam kaos kaos milik suami, dan lebih sering pakai legging atau celana karet karena sudah tidak ada lagi yang muat untuk saya gunakan. Disitu kemudian saya merasa sedih. Ada apa dengan saya? Pernahkah kalian mengalami hal serupa?

Membantu menentukan cita – cita anak sejak dini

Bulan Juli ini, tepat 2 tahun Malika menekuni olahraga renang. Dimulai dari rasa senangnya bermain air, Malika meminta untuk di les kan renang 2 tahun lalu saat dia masih duduk di bangku kelas 3. Saat itu kami langsung menyetujui tanpa ada pikiran yang terlalu jauh, kemana arahnya setelah les renang ini. Setelah bertanya ke beberapa saudara dan kerabat, kami akhirnya dikenalkan pada seorang guru olahraga yang juga bisa mengajar renang yang juga kebetulan adalah om dari suami saya. Hahahaha, eitss meskipun masih terhitung saudara, kami tetap membayar secara profesional dan beliau pun juga mengajarkan Malika secara profesional.

Seiring berjalannya waktu, Malika yang tadinya tidak bisa renang sama sekali.. perlahan dapat menguasai teknik renang dalam beberapa gaya. Saya cukup bangga dan senang tentunya, karena saya tidak bisa renang dan selalu berakhir di pinggir kolam renang saat teman - teman sekelas saya sedang praktek olahraga renang setiap akhir pekan. Tapi tidak dengan Malika, saat memasuki bangku kelas 3, Malika menjadi salah satu diantara dua orang yang bisa renang di kelasnya. Saat teman - teman yang lain kecipak kecipuk di pinggir kolam, Malika dan salah satu kawannya diminta menjadi contoh oleh sang guru. Alhamdulilah ya, bangga rasanya.

Rabu, 19 Juli 2017

Malika dan Akun Instagram Pertamanya

Kapan terakhir kali kita berkunjung kerumah teman, tanpa harus mengecek melalui akun sosial media nya, dimana keberadaannya? Kapan terakhir kali, kita bisa mengobrol lepas dan bebas dengan teman, pasangan, dan orangtua tanpa harus ter-distract dengan notifikasi akun sosial media? Kapan terakhir kali, kita melakukan aktifitas luar ruang bersama dengan keluarga, ketimbang sibuk mengeksplorasi apa yang dilakukan orang lain di dunia maya? Saya lontarkan pertanyaan ini kepada diri saya hari ini. Dan jawabnya saya hampir tidak ingat, rasanya sudah sangat lama sekali saya tidak melakukan itu semua.

Awalnya saya sungguh sangat menikmati itu. Dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya berusaha memenuhi kebutuhan duniawi saya dengan alat super canggih tersebut. Bahkan saya melihat begitu banyak kawan yang menjadi kecanduan, dan terus mengikuti perkembangan beberapa produk andalannya, sampai setiap kali produk tersebut mengeluarkan seri terbaru, dia tidak akan sungkan mengeluarkan kocek belasan sampai puluhan juta rupiah untuk bisa membelinya. Saya? tidak, saya bukan tidak mau melakukan hal yang sama, tapi jujur saya tidak mampu. Saya masih berfikir puluhan kali untuk membeli sebuah produk seharga belasan juta rupiah. Wong harga hp saya saja hanya 2,6 juta rupiah; itupun saya kumpulkan sekuat tenaga karena ada kebutuhan lain yang lebih penting.

Selasa, 20 Juni 2017

Ada yang Tahu Dimana Guruku?

Hari ini aku naik ke kelas 5, rasanya senang sekali. Selain itu Hari libur juga telah tiba, satu bulan lamanya, semoga tidak bosan karena aku pasti akan merindukan sekolah dan teman - teman disana. Tapi aku tidak akan merindukan guru ku, karena aku tidak tahu dia dimana? Aku tidak tahu apakah dia benar - benar berniat menjadi guru bagiku dan teman - teman atau tidak? Aku tidak tahu, Dimana Guruku?


***

Saat itu di hari pembagian raport kelas 3, satu tahun lalu para orang tua murid kasak kusuk membicarakan wali kelas kami di kelas 4. Tapi ibu ku tidak ikut - ikutan berkasak kusuk, karena dia bukan tipikal orang yang suka ngerumpi di sekolah. Dari yang aku coba curi dengar, kelas 4 nanti kami akan mendapat wali kelas bernama Pak Edi. Dari cerita teman - teman dan orangtua murid di kelas 4 sebelumnya, beliau memiliki perangai yang sangat tidak baik, mudah marah, tidak sabaran, tidak bisa ngemong murid - muridnya, sering tidak masuk sekolah, sering terlambat, begitupun cara mengajar. Aku sempat deg - deg'an mendengar kasak kusuk itu, bagaimana nanti nasibku di kelas 4 nanti, bisa bisa jelek nilaiku semua.

Kamis, 08 Juni 2017

Happy 7 Years 'ARV'ersary Ayuuu!

Setelah sekian lama tidak membuka facebook, kemarin saya iseng log in hanya untuk berkeliling timeline melihat isu apa yang sedang hangat dibicarakan dan diposting. Setelah berbulan begitu panas dengan perdebatan benar salah, halal haram, kafir dan tidak kafir, which is i dont care at all.. halaman facebook saya lumayan sepi tidak banyak kerusuhan yang meresahkan hati saat melihat post teman - teman sepertemanan. Bersyukur karena halaman yang damai, saya malah kemudian diingatkan oleh Mark Zuckerberg tentang postingan lama yang saya tulis di halaman facebook saya 7 tahun silam. Yakni, hari dimana saya pertama kali memulai terapi ARV. Mau tau gak ceritanya? But maybe you should know me first, dan apa itu terapi ARV di link ini ya. Oke, Sudah baca? Sudah mengerti kurang lebih situasinya kan? great! lets start the story.

Ini semua dimulai di tahun 2009, dimana saya mengetahui bahwa saya terinfeksi HIV. Nah, saat seseorang terinfeksi HIV, hingga hari ini belum ada obat yang dapat mematikan virusnya. Paling tidak itu yang saya update, banyak peneliti  di seluruh dunia berupaya untuk itu. Sehingga kalau teman - teman menemukan iklan-iklan herbal yang mempromosikan obat - obatan apapun dengan jaminan mutu "dapat menyembuhkan HIV", sorry guys.. thats a lie, informasi palsu.. hoax. I can guarantee that, meskipun kebanyakan obat2an herbal bisa membuat kondisi tubuh lebih baik, but they're not cure and kill the virus. Nah, Anti Retroviral Therapy (ARV), sampai hari ini adalah obat yang dipercaya dan digunakan di seluruh dunia untuk menekan jumlah pertumbuhan virus HIV.

Senin, 05 Juni 2017

Dear My self, Lets move forward

No matter how much suffering you went through, 
you never wanted to let go of those memories 
- Haruki Murakami

Hei nak.. hari ini adalah hari ke 40 kami disini tanpamu. Rasanya masih seperti mimpi melihat perut ini sudah mengempis, guratan - guratan bernama stretch mark berkumpul di sekujur badan, dan semua baju - baju mu yang kita beli saat kau masih di dalam perut bahkan belum ku pindahkan dari tempatnya. Dan semua itu kemudian terasa sangat aneh saat melihat tidak ada seorang bayi yang menangis dan merengek minta diganti popoknya karena basah. Maafkan ibukmu ini nak. Mungkin kau tidak ingin lagi melihat ibu mu yang cengeng ini terus menerus menangisi kepergianmu. Tapi apa daya nak, semua usaha sudah kulakukan untuk menahannya,. tapi air mata itu tetap mengalir tanpa kuminta.

40 hari ini kami akhirnya bertemu dengan guru baru di universitas bernama kehidupan. Kami belajar bahwa sesungguhnya semua yang kami miliki hanyalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Kami juga belajar bahwa ada hal - hal yang tidak bisa di ubah, sekeras apapun usaha kami untuk mengubahnya. Guru itu adalah kamu nak, Sir Miguel Arkananta.

Rabu, 31 Mei 2017

Mensyukuri Hal-hal Menyenangkan Yang Terlewat

sumber : pexels.com
Alhamdulilah, hari ini merupakan hari ke 5 puasa. Saya yang kebetulan sudah bersih dari nifas, menguatkan diri untuk menjalankan ibadah puasa. Meskipun dengan begitu banyak beban emosional, insyaallah dengan berpuasa dan mendekatkan diri kepada Allah swt, hati ini bisa menjadi lebih tenang. 

Anyway, Hari ini saya ingin bercerita tentang hal hal menyenangkan yang saya alami selama masa kehamilan. karena saya baru menyadari bahwa, selama hamil saya hanya memikirkan masalah - masalah serta beban beban yang saya hadapi saat itu. Rasanya kok seperti yang tidak bahagia dan kurang bersyukur. Huh sedihnya. Dan pada akhirnya, penyesalan selalu datang belakangan. hari ini, saya berfikir bahwa saya tidak ingin menimbun begitu banyak rasa sesal, saya memutuskan untuk mengingat hal hal baik selama hamil, dan menuliskannya. Agar saya juga sadar, bahwa dibalik perjuangan dan kesulitan yang saya hadapi selama hamil, ada begitu banyak berkah yang kami terima.

Minggu, 28 Mei 2017

Kerinduan Kerinduan Yang Menyedihkan

sumber : Pexels.com
Jika kamu pernah kehilangan, pasti tahu seperti apa rasanya rindu. Misalkan ternyata harus berhubungan jarak jauh dengan pacar, atau bekennya LDR. Pasti setiap hari rasanya rindu, ingin skype call, menelfon, mengirim pesan teks, atau aktifitas apapun yang bisa mendekatkan kita dengan sang kekasih hati. Bagaimana bila ternyata kita harus berpisah dengan sang kekasih hati alias putus cinta, bagi pihak yang masih memendam cinta, kasih tersebut tidak akan hilang dan akan menimbun kerinduan. Karena kita sadar, kita bisa melakukan apapun untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengannya, namun apa daya, sudah tidak ada cinta disana yang membuat segalanya begitu hampa. Dan obat bagi mereka yang putus cinta adalah kenangan - kenangan. Karena dengan mengingat kenangan tersebut, rasanya akan jauh lebih baik. 

Dalam kasus LDR dan putus cinta, semua mempercayakan kekuatan cinta. Apapun yang terjadi, bagaimanapun jarak dan waktu memisahkan, semua akan tetap terasa begitu hangat karena cinta itu ada. Saya pernah mengalami semuanya, tentu kalian juga. Beberapa kali menjalin kasih dengan pria, LDR, putus nyambung, putus beneran. Semua rasanya lucu.. rasa rindu yang menggelitik perut dan membuat otak seperti berhenti untuk berfikir dan memiliki nalar. Semua yang dilakukan berdasarkan insting dan rasa, kadang bisa terlihat begitu gila.

Jumat, 26 Mei 2017

Apakah Harus Hidup Dalam Batasan?

Disclaimer : Tulisan ini merupakan curahan hati penulis dan tidak mewakili orang banyak, tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun dan pihak manapun. Jangan baca jika anda sedang butuh motivasi hidup, karena tulisan ini.. mungkin malah membuat anda semakin terpuruk.

Ini adalah hari ke 29 pasca kepergian putera kami Sir Miguel Arkananta. 40 Jam saja umurnya di dunia ini. Dan sampai hari ini, saya masih belum dapat melakukan banyak aktifitas yang akan melibatkan saya dengan banyak orang. Saya hanya baru mampu mengerjakan aktifitas sehari - hari yang ruang lingkupnya dalam keluarga saja. Berkumpul dengan Malika serta ayahnya adalah obat bagi saya, meskipun tidak banyak yang dapat saya lakukan.. hanya mengamati mereka berdua yang sibuk sendiri saat main bola atau melakukan hal lain, bagi saya itu sudah cukup. Dan ini adalah tulisan ketiga yang saya sangat upayakan, Bayangkan betapa sulitnya mencoba merangkai kata - kata yang biasanya lancar mengalir di kepala. Padahal begitu banyak cerita yang bisa dituliskan.

Dalam 2 minggu terakhir, saya berusaha keras untuk tidak menghabiskan waktu di kamar dengan pintu tertutup dan tidur-tiduran saja. Sebisa mungkin saya mengikuti saat suami beraktifitas, atau mengunjungi kerabat dan mencari hiburan dengan makan di tempat tempat baru. Dan kemarin untuk pertama kalinya saya kemudian menjadi benci pada diri saya sendiri. Mengapa? 

Rabu, 10 Mei 2017

Hari ke 14 (Proses) Menyembuhkan Hati

Sumber : Pexels.com
Dalam kehidupan, saya telah bertemu dengan begitu banyak kematian. Rasanya mereka begitu dekat, begitu hangat, dan siap hadir kapan saja, Karena seiring dengan bertambahnya usia, saya semakin menyadari bahwa salah satu hal yang nyata dari sebuah kehidupan selain cinta adalah kematian. Kemanapun kita melangkah, sebahagia apapun hidup kita, kematian nyata adanya. Pada saat saya duduk di bangku kelas 5 SD, Eyang Uti (ibu dari mama) meninggal dunia; menginjak usia SMA, Bapak (ayah dari papa) meninggal dunia; Saat saya tengah hamil Malika tiga kematian dalam jarang yang berdekatan hadir.. Ibu (ibu dari Papa), Akung (Ayah dari Mama) dan Mas Adi kakak saya. Semuanya  pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada saya. Semua orang menangis histeris melepas kepergian mereka. Saya pun menangis, namun saat itu saya masih bertanya - tanya mengenai makna kematian.

Sampai di tahun 2009, Abet (ayah Malika, suami pertama saya) meninggal. Dunia saya serasa runtuh, saat orang yang menyangga hati dan kehidupan saya saat itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Membutuhkan waktu 2 tahun untuk memulihkan hati serta pikiran. Setiap sudut, benda, moment, apapun yang saya lihat dan rasakan membuat saya menangis dan merasa bahwa kehidupan tidaklah adil. Lantas bagaimana dengan Malika putri kami. Saat ayahnya meninggal, dia baru saja berulangtahun yang ke 2. Dia tidak mengerti apapun mengenai kematian. Bahkan dalam 2 tahun masa grief recovery saya, dia tidak pernah bertanya apapun mengenai kematian. Yang diingatnya hanyalah semua kenangan - kenangan manis yang membahagiakan bersama sang ayah.

Rabu, 03 Mei 2017

40 Jam Bersama Sir Miguel Arkananta

Dia yang lahir saat matahari sedang hangatnya
"Lost love is still love. It takes a different form, that's all. You can't see their smile or bring them food or tousle their hair or move them around a dance floor. But when those senses weaken another heightens. Memory. Memory becomes your partner. You nurture it. You hold it. You dance with it.” ― Mitch Albom

Pada hari selasa, 25 April 2017 tepat pukul 6.30 pagi, seorang bocah gembul dengan berat 3,07 Kg dan panjang 46 Cm telah lahir dari rahim saya yang mungil melalui operasi cesar yang direncanakan dengan baik dan matang. Sir Miguel Arkananta nama yang kami sematkan padanya, memiliki makna Pengikut Tuhan yang selalu diterangi. Nama yang kami dapat dari serangkaian perdebatan panjang khas orangtua yang akan memiliki bayi, penuh semangat dan penuh cinta.

Miguel lahir tanpa tangisan keras yang biasanya bisa membangunkan tetangga sebelah rumah saat seorang bayi lahir, dia hanya menangis pelan sembari merintih dengan nafas yang terengah - engah. Saya terbaring lemah pasca operasi, tidak ada upaya inisiasi menyusi dini ataupun skin to skin contact dengannya. Semua disesuaikan dengan kondisi sang ibu dan bayi, begitu kata dokter. Nyatanya kami tidak bisa bertemu di awal kelahirannya. Tangisnya yang pelan menjadi tanda tanya bagi tim dokter, yang kemudian memutuskan untuk melakukan observasi lebih dalam untuk mencari tahu apa yang terjadi pada anak ini.

Jumat, 07 April 2017

Anak, Mewarnai Kertas Polos atau Membiarkannya Berwarna

sumber : pexels.com
Alhamdulilah, usia kandungan saya hari ini memasuki 36 Minggu. God its so fast, beberapa kali saya dan suami mengucap kalimat tersebut. Yes, time will never wait, mereka akan terus berjalan sesuai dengan mandat di muka bumi, takan menunggu. Selain usia kandungan yang memasuki 36 minggu, tidak terasa juga sudah masuk bulan April.. dimana bulan ini akan menjadi bulan dimana anak laki - laki ku akan dilahirkan, bersamaan dengan bulan kelahiran Mama dan kakak laki - lakiku. Sampai hari ini, alhamdulilah kondisi kesehatan sangat baik. Tidak ada persoalan yang berarti dan membahayakan. Kondisi bayi dalam kandungan (2 minggu lalu) sangat baik, besok rencananya kami akan kontrol kembali ke rumah sakit untuk melihat perkembangan terakhir. Kondisi saya, si Ibu juga alhamdulilah baik. Meskipun sudah mulai engap, sesak napas, gak bisa jalan jauh, repot kalau mau buang air besar, dan hal - hal umum yang juga pasti dilalui oleh ibu hamil lainnya. So dont need to worry Ayu, everythings gonna be alllrighhttt. *optimis mode on.

Nah, hari ini saya ingin berbagi mengenai salah satu persiapan akhir menjelang persalinan nanti. Sebetulnya ada banyak sekali hal penting menjelang persalinan yang harus dipersiapkan, seperti biaya (jika memutuskan untuk membayar secara pribadi) atau berkas - berkas asuransi kesehatan jika menggunakan jasa asuransi kesehatan baik milik swasta ataupun pemerintah. Hal lain yang juga penting tentunya menyiapkan nama si bayi, karena nama adalah doa kita sang orangtua.. alangkah baiknya nama nya jangan ribet - ribet, atau memiliki makna yang berat. Sederhana, mudah diingat dan memiliki arti yang bermakna saya rasa itu yang paling penting. eits.. tapi sayangnya bukan 2 hal itu yang hendak saya bahas. Ada lagi lho, Hal yang cukup penting dan krusial bagi saya dan tentunya si bayi setelah lahir nanti yang tentunya membutuhkan support penuh dari pasangan dan keluarga kita.

Jumat, 24 Maret 2017

Beragam Kejutan di Trimester Ketiga Kehamilan

Saat usia kandungan 30 Minggu
Kalau teman - teman sudah membaca beberapa tulisan saya sebelumnya, pasti sudah banyak yang tahu progress kehamilan saya. Meskipun gak secara gamblang dituliskan (baru mau nihhh), tapi ada bocoran - bocoran usia kandungan, dimana akan melahirkan dan lain sebagainya di tengah - tengah tulisan lain yang gak ada hubungannya dengan pregnancy issue. Sebenarnya mood saya lagi kurang begitu baik hari ini, ada aja yang bikin bete, cemberut dan uring - uringan. Padahal selama kehamilan ini berusaha keras sekali untuk membahagiakan diri supaya produksi hormon oksitosinnya melimpah, dan itu bagus.. But I always failed. Nah karena mood yang gak bagus itulah saya memutuskan untuk menulis dan menceritakan apa yang saya rasakan dan pikirkan, dan itu selalu berhasil untuk saya. it heals me a lot!  

Kita kembali ke judul tulisan ini yuk! Beragam Kejutan di trimester Ketiga Kehamilan. Wah, emangnya udah trimester ketiga?? Waaaahhh sebentar lagi dong.. terus kejutan apa aja sih yang amat sangat membuat saya (dan kelihatannya suami pun) terkejut. Saya ceritakan satu - satu ya. Enjoy My blog today!

Rabu, 22 Maret 2017

8 tahun, it's time For Happiness

sumber : pexels.com
Setiap tanggal 21 Maret, saya dan Malika mengingatnya sebagai hari penuh kerinduan. Dimana salah satu sahabat terbaik yang mana adalah suami saya dan ayah dari Malika, pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Kami tidak punya cukup waktu untuk mengucapkan selamat tinggal, karena 3 bulan sebelum kepergiannya pun kemampuan berbicara dan berfikirnya sudah sangat menurun. Sehingga apapun yang disampaikannya, sangat tidak jelas. Kami juga tidak punya kesempatan untuk mendengarkan pesan - pesan terakhir layaknya seseorang yang akan ditinggalkan pergi untuk selamanya. Kami hanya memiliki kenangan, dan segala kebaikan hati serta keberanian untuk menghadapi hidup yang ia tularkan kepada kami berdua.

Delapan tahun ini saya berguru kepada Kehidupan. Dimana, pahit dan manisnya.. bisa menjadi rasa - rasa yang menakjubkan serta tidak terduga jika kita menikmati rasa tersebut. Jatuh dan bangunnya saya selama kepergian Abet, saya anggap sebagai perjalanan panjang menempuh pendidikan di universitas kehidupan. Hingga tiba hari ini, lalu saya menengok ke belakang. Ada begitu banyak kebaikan dari semua pengalaman dan pembelajaran yang telah dilalui. Meski pada akhirnya tidak pernah menyangka apa yang akan terjadi di tanggal 21 Maret, 8 tahun kemudian.

Selasa, 14 Maret 2017

Menjadi Ibu Yang Tidak Sempurna

sumber : pexels.com
Pagi ini saya super galau, karena nilai pelajaran Matematika Malika yang jelek, sehingga harus mengulang ujian pagi ini. Padahal sebelumnya saya tidak pernah terlalu ambil pusing dengan berapa angka pada lembaran - lembaran kertas yang dibawa pulang oleh Malika dari sekolah. Jika nilainya bagus, artinya dia mampu mengerjakan soal dengan baik, hanya saja saya harus memastikan bahwa mampu saja tidak cukup, tapi dia harus paham apa yang dipelajari. Sebaliknya jika nilainya jelek, saya tidak pernah marah atau memberikan hukuman. Kami biasa meng-evaluasi dan melihat kembali, kenapa nilainya bisa jelek. Apakah ada kesulitan yang dihadapi Malika di sekolahnya. Tapi pagi ini berbeda, rasanya kesedihan saya bertambah - tambah karena saya merasa tidak mampu membantu Malika untuk dapat memahami pelajaran Matematika, which I hate so much since I was a kid.

Saya tidak ingin Malika seperti saya saat kecil, yang cenderung cuek terhadap apapun yang disuguhkan oleh guru di sekolah saya. Padahal jika saya ingat - ingat, sekolah tempat saya belajar masih jauh lebih baik daripada sekolah negeri tempat Malika menempuh pendidikan saat ini, yang kecenderungan guru - gurunya tidak begitu memperdulikan masing - masing individu. Harusnya saya bersyukur saat itu, tapi nyatanya saya termasuk ke kategori anak yang malas dan tidak suka dengan pelajaran di sekolah. Saya hanya ingin Malika jauh lebih baik dari saya, tidak harus berprestasi dengan menempati 10 nilai terbaik di kelas, atau memenangkan olimpiade Matematika. Saya hanya ingin Malika lebih baik dari saya.

1 Dekade Bertumbuh Bersama Malika Sang Pemberani

Dear Malika, my very brave girl..
Saya mengenalmu sudah cukup lama, dan mengenalmu dengan cukup baik. Yup, kamu adalah seorang gadis cilik, bernama Malika. Ya, gadis cilik yang umi kandung selama 9 bulan dan umi lahirkan melalui operasi cesar. kamu tumbuh pesat, secepat angin bertiup di kala musim hujan mulai datang. kamu telah menjadi sumber kekuatan terbesar sepanjang saya hidup sepuluh tahun terakhir ini. kamu bahkan mengajarkan banyak hal yang tidak diajarkan oleh kedua orangtua dan guru-guru bahkan masyarakat di sekitar.

Awalnya Umi menginginkan lahirnya anak laki - laki, entah kenapa.. bukan karena Umi tidak menginginkan anak perempuan. Namun setelah kamu lahir, mata ini akhirnya kemudian dibuka oleh kehadiranmu. Dimana anak laki - laki dan perempuan tidak ada beda, mereka sama sama mahluk yang layak untuk bertumbuh, berbahagia, menjadi dirinya sendiri, serta mendapatkan cinta dan kehidupan yang layak.

Sejak kamu dilahirkan, kamu hidup dalam kesederhanaan. Saat itu kita tidak memiliki rumah sendiri, kita menumpang di rumah orangtua Abi, almarhum ayah-mu. Dan kami bersyukur untuk itu, meskipun hidup bersama - sama begitu banyak orang tidaklah mudah untuk dijalani. Disitulah kehidupan-mu pada akhirnya dimulai.