Senin, 14 Agustus 2017

Menjaga Baik Hubungan Pertemanan

Source : Pexels.com
Apakah arti pertemanan untuk kalian? Dalam hidup saya, pertemanan sangat berarti. Sehingga, saya berusaha untuk tidak mengecewakan orang yang menjadi teman saya, dan sebisa mungkin menghindari timbulnya konflik dalam hubungan pertemanan. 

Selama hampir 31 tahun diberi kesempatan oleh Tuhan hidup di dunia ini, saya mengalami begitu banyak lika liku ragam pertemanan. Dan dari kesemuanya, tentu saya mendapatkan banyak hal baru dam dapat belajar banyak dari sana. Tidak jarang pertemanan tersebut diwarnai kekecewaan, serta kemarahan. Tapi gak sedikit juga, pertemanan yang membuat hidup lebih berwarna.

Kalimat 'Jangan Takut Kehilangan Teman' sejujurnya merupakan sebuah ungkapan hati, bahwa sebenarnya saya takut kehilangan teman. Karena kita manusia, gak akan pernah bisa hidup sendiri, pasti ada kalanya kita membutuhkan orang lain di sisi kita, dan teman dapat mengisi peran tersebut. Dalam perjalanan pertemanan saya dengan banyak orang, saya punya beberapa cerita menarik yang pingin ditumpahkan di blog. Mungkin beberapa teman juga mengalami hal serupa, atau bahkan ada cerita lain yang juga bisa dibagi sama saya.

TEMAN DAN HUTANG

Saya pernah satu kali berhutang pada teman saya, tidak banyak hanya Rp 100.000 saja. Tapi mungkin bagi teman saya, jumlah itu banyak sekali. Selama beberapa tahun saya lupa, benar - benar lupa tidak membayar hutang tersebut. Saya tidak ingat saya pernah pinjam uang. Keterlaluan ya saya ini. Sampai akhirnya, setelah 3 tahun kami tidak saling mengubungi, teman saya tersebut menghubungi saya melalui bbm dan menyampaikan bahwa dia membutuhkan uang tersebut. Malunya setengah mati, hanya karena uang seratus ribu rupiah, saya bisa merusak pertemanan saya. Akhirnya saya langsung membayar. Hubungan kami tidak retak ataupun renggang karena hutang tersebut, kami tetap berteman seperti sediakala, namun karena jarak antara Bandung dan Tangerang Selatan lumayan jauh, maka komunikasi pun hanya terjalin melalui sosial media saja.

Karma benar adanya. Hal yang sama kemudian terjadi pada saya. Salah satu kawan saya yang lain 2 tahun lalu menghubungi saya, dia bilang membutuhkan uang untuk keadaan darurat yang berhubungan dengan kesehatan, dan hendak meminjam uang sebesar Rp 300.000. Tanpa berfikir panjang, saya pinjamkan uang tersebut kepadanya dengan janji dia akan mengembalikan 1 bulan kemudian. Saat dia menghubungi, saya tidak langsung mengirimkan uang tersebut karena ada satu dan lain hal. Mungkin karena benar - benar butuh, maka dia menghubungi saya berkali kali melalui whatsapp, sms, telfon, facebook messanger. Saya seperti dikejar - kejar karena janji saya ingin meminjamkan uang. 1 bulan setelah saya akhirnya meminjamkannya, teman saya hilang tidak ada kabar. Tidak ada obrolan kapan hendak dia mengembalikan uang. Sampai 4 bulan kemudian saya sangat membutuhkan uang, dan ingat bahwa ada uang sebesar tiga ratus ribu rupiah yang pernah dipinjam teman saya, dan mungkin bisa saya ambil saat itu. Tapi sayangnya teman saya sekali gak bisa dihubungi, meskipun saya yakin dia membaca semua pesan saya. Hingga 2 tahun berlalu, saya akhirnya mengikhlaskan uang yang mungkin tidak seberapa besar menurutnya, tapi besar artinya bagi saya.

Setelah 2 kejadian ini, saya jadi mencoba mengingat - ingat terus, apakah saya masih punya hutang dengan orang lain yang belum saya lunasi. Saya khawatir bahwa hutang tersebut nantinya harus saya pertanggungjawabkan sampai saya mati nanti.

TEMAN DAN PHP

Saya dapat singkatan PHP ini dari televisi, kepanjangannya adalah Pemberi Harapan Palsu. Hahaha lucu yah, dan istilah PHP ini kemudian lekat pada orang - orang yang senang memberikan harapan kepada orang lain, namun harapan hanyalah angan- angan belaka. Pernah gak punya teman yang PHP, saya yakin 100% banyak sekali diantara kita yang punya teman PHP. Kalau kita pernah gak menjadi pemberi harapan palsu, pasti pernah, sayapun sepertinya pernah. Tapi dengan sadar, saya meminta maaf karena tidak bisa memenuhi janji saya tersebut. Nah, dari kesemua bentuk php yang pernah dilakukan oleh kawan kawan saya baik sengaja maupun tidak, ada satu php yang membuat saya sangat kecewa.

Pada saat kami sekeluarga dirundung duka karena kehilangan bayi kami Miguel seratus hari yang lalu, saya benar - benar terpukul saat itu. Dan kehadiran teman, bisa menjadi salah satu kekuatan bagi saya untuk membangun kembali puing puing dan pondasi tembok kepercayaan yang runtuh. Salah satu teman yang sangat dekat dengan saya, kami berteman lebih dari 20 tahun berjanji akan datang menemui saya. Rasanya senang tidak terbayangkan akan ada kawan yang datang dalam keadaan saya yang seperti itu. Saya sudah berharap harap dan menunggu setiap hari, sambil menelan kepiluan yang masih menghantui hari hari saya. Tapi sayang, sampai hari ini lebih dari 100 hari, teman saya tersebut tidak kunjung datang.

Kelihatannya sangat sepele. Beberapa orang termasuk suami saya bilang, udahlah gak usah dipikirin. Tapi jujur, dengan kondisi mental dan hati yang sedang tidak stabil, saya kemudian kecewa dan kehilangan kepercayaan terhadap teman saya, Dalam hati saya berfikir, kok bisa - bisanya ngasih harapan saat saya sedang begini. Namun kemudian untuk kebaikan hati dan kesehatan jiwa, saya memutuskan untuk berhenti memikirkan kekecawaan terhadap teman saya ini. Saya coba lupakan, meski pada akhirnya saya jadi enggan untuk peduli terhadap apapun yang terjadi dalam hidupnya.

In the end, we will remember not the word of our enemy,But the silence of our friend


Dari kedua cerita diatas, saya kemudian jadi teringat bahwa setiap orang memiliki problematika kehidupan yang berbeda, namun yang kita harus sadari adalah tidak semestinya kita merugikan orang lain dalam perteman yang telah dibangun. Bagaimanapun bentuknya, atau seberapapun sederhananya persoalan yang terjadi usahakan kita minimalisir, jangan sampai hanya karena sedikit persoalan, rusak pertemanan kita. Jangan hanya karena kita menggampangkan sebuah persoalan, teman kita lah yang menjadi korbannya. 

Beberapa teman - teman baru yang saya kenal, kini malah menjadi lebih dekat ketimbang mereka yang sudah puluhan tahun bersama - sama menjalani kehidupan sekolah dengan saya. Saya gak bilang kemudian teman lama lupakan saja, namun begitu mudah mencari musuh dalam sekejap, tapi untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari teman kita saat kita melakukan kesalahan, bisa jadi tidak mudah. Kalau kita merasa bahwa teman kita menghilang, dan mendadak diam tidak pernah membalas pesan kita atau tidak mau menghubungi kita lagi, kita bisa memulai menghubunginya tanpa sungkan. Kita bisa bertanya bagaimana kabarnya, dan melakukan upaya menjalin hubungan baik dalam pertemanan kembali.

Saya tidak bilang bahwa saya adalah manusia sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan, sayapun juga nampaknya bukan teman yang baik. Namun percayalah, menjadi baik itu tidak perlu diungkapkan, karena saat kita melakukan hal baik, orang lain sudah pasti merasakan itu. Maafkan saya ya teman - teman kalau misalnya saya punya salah, atau bahkan punya hutang, silahkan komen dibawah ini kalau ada kesel sama saya, atau bahkan merasa bahwa selama ini ada ganjalan dalam pertemanan kita. Semoga kita semua senantiasa menjadi pribadi pribadi yang baik yang memberi manfaat bagi orang - orang di sekeliling kita.


11 komentar:

  1. Nice post teh, jadi mikir ratusan kali kalo mau berjanji, kalo saya udah engga mau lagi pinjemin hutang, lbih baik sedekah seeikhlasnya ya itu tadi, paling ga enak di PHP in dohhh semoga teman-teman kita bertambah ya bukan hanya kuantitas tapi kualitas aamiin, tfs

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminnnn. iya lebih baik jangan janjii2 deh.. ga enak di php in soalnya

      Hapus
  2. Nggak tau kenapa aku pun sekarang malah lebih deket sama temen-temen baru yang lebih menghormati privacy, karena temen-temen lamanya malah jadi lebih annoying lah teh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama emak2 blogger ya makkk hehehe

      Hapus
  3. Aih quotenya bagus :)
    Moga silaturahim kita selalu baik yaa..

    BalasHapus
  4. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

    Jadi aku rasa masalah hutang, bukan karma, teh...hanya saja rejeki teh Ayu sedang menjadi berkah untuk orang lain.
    Semoga ada rejeki yang tak terduga-duga lainnya untuk teteh dan keluarga.
    Aamiin.

    BalasHapus
  5. selalu seneng baca postingan teteh, kayanya 2 permasalahan itu pasti kita semua pernah ngalamin. Dan rasanya di PHPin itu euuh pisan hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nuhun tehh Firdaa <3 semoga silaturahmi kita dengan orang lain selalu terjaga yaa

      Hapus
  6. Kadang aku masih suka PHP, Teh. Terutama masalah janjian buat ketemuan. Janjian ketemuan jam berapa, aku dateng jam berapa.

    Maafin aku ya mentemen yang di PHP-in :(

    BalasHapus