Senin, 04 September 2017

Captain Fantastic [September Movie]

sumber : wikipedia
Dulu, pertama kali menonton Film ini, direkomendasikan oleh kakak saya Hendy yang saat ini bekerja di Qatar. Awalnya saya gak tertarik sama sekali, judulnya aja ‘Captain Fantastic’ saya berfikir ah.. ini palingan film superhero ala ala superman atau batman. So I refused to watch at the beginning. Tapi kakak saya berkali – kali bertanya, gimana udah nonton belum? Yah mau gak mau deh akhirnya saya mencari film ini. Pas lihat covernya, eh kayaknya bukan film superhero kayak superman deh, mungkin ini film keluarga superhero. Karena cover filmnya menggambarkan ada satu keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan 6 orang anak. So, I decide to watch it! And taraaaaa.. saya sangat terkejut dengan ceritanya. You should watch this too, trust me!

Film ini dibuka dengan pemandangan hutan pinus yang sangaaaaat indah, sangat hijau dan asri. Kita juga akan mendengar suara burung – burung berkicauan, angin yang berdesir, dan aliran air sungai yang menyejukan hati saat mendengarnya. What a great start for a superhero movie isn’t it? Saya masih yakin 100% ini film jagoan – jagoanan. Dan ternyata saya tidak salah.

Bo, Kielyr, Vespyr, Rellian, Zaja, dan Nai adalah 6 orang anak yang tinggal di hutan belantara Bersama kedua orangtua mereka Leslie dan Ben. Disana mereka membangun sebuah rumah, yang tidak berbeda dengan rumah pada umunya, hanya saja semua diberikan dan tersedia di alam. Sumber makanan, air, dan apapun yang mereka butuhkan untuk hidup. Ke enam anak ini tidak bersekolah seperti anak – anak kebanyakan yang pergi ke sekolah atau berkuliah, tapi mereka bukan anak – anak yang bodoh. Kedua orangtua mereka mengajarkan mereka banyak hal tentang kehidupan dan kebaikan yang tidak akan didapatkan oleh kebanyakan anak di sekolah.

Setiap hari keenam bersaudara itu memiliki jadwal untuk berlatih fisik dan bela diri, berburu rusa dan mencari makanan di hutan, memasak tanpa kompor, menyiram tanaman dan tumbuh2an yang mereka tanam sendiri, mengurus rumah, meditasi dan tentunya belajar serta berkumpul dan bersenang – senang Bersama keluarga mereka. Mereka tidak takut kotor, mereka menyukai tantangan, mereka tidak manja dan mereka anak – anak yang pemberani. Di rumah mereka tidak ada listrik, televise, video game, bahkan gadget. Penerangan mereka adalah bulan, bintang – bintang dan nyala api di lampu tempel. AC mereka adalah kesejukan angin di pegunungan. Setiap beberapa lama, sang ayah dan Bo anak tertuanya akan pergi kekota untuk menjual hasil tanam mereka dan barang – barang yang mereka buat disana. Dengan menggunakan bus sekolah mereka akan menempuh perjalanan panjang pergi dan pulang.

Anak – anak ini memiliki waktu regular untuk belajar dari buku – buku bacaan yang dimiliki kedua orangtuanya. Bukan pelajaran biasa, melainkan sejarah dan ilmu pengetahuan yang sangat luas. Sang ayah akan menguji mereka, tentang seberapa paham dan seberapa mampu si anak mengaplikasikan apa yang mereka pelajari di buku bacaan tersebut. Bukan main – main buku yang mereka baca diantaranya adalah Guns, Arms & Steel oleh Jared Diamond, Brother Karamazov oleh Fyodor Dostoyevsky, Middlemarch oleh George Eliot. Bukan buku – buku mudah yang dipahami oleh anak – anak pada umumnya bukan.

Sayangnya kehidupan mereka berubah. Sang ibu Leslie, diketahui memiliki Bipolar dan harus mendapatkan penanganan yang serius di rumah sakit di kota. Selama kurang lebih 3 bulan, Leslie akhirnya menyerah dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Saat itu tiba, mereka semua memaksa sang ayah untuk bisa berangkat ke kota untuk pemakaman sang ibu. 

Walaupun sang kakek (ayah leslie) melarang mereka untuk hadir dalam pemakaman dan mengancam akan memenjarakan Ben sang ayah. Mereka akhirnya tetap berangkat. Alih alih ingin bertemu dengan ibu mereka untuk terakhir kali, keluarga mereka malahan menghadapi persoalan yang lebih besar lagi, yang selama ini ditakutkan oleh Ben. Mereka semua mengalami petualangan yang luar biasa di kota, saat harus bertahan hidup, tanpa harus mengurangi nilai - nilai kehidupan yang selama ini mereka anut.

But anywayI will not share all the story till end, but you have to watch this movie! Karena nantinya gak seru kalau diceritakan semua seperti film kemarin yang saya ulas. Saya hanya akan menutup tulisan ini dengan berbagi tentang bagian – bagian menarik yang saya temukan di film ini.

Diantaranya adalah :
1. Cara mendidik yang tidak biasa, yang membuat anak lebih siap untuk menghadapi kerasnya kehidupan, menjadi tidak manja dan bisa menjaga diri mereka masing – masing
2. Masing – masing diantara mereka selalu berkata jujur, jika suka atau tidak suka, tidak pernah ada rahasia diantara mereka
3. Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi diajarkan secara gamblang dan apa adanya, Karena fakta – fakta tersebut anak – anak malah bisa jadi melindungi diri mereka dari bahaya yang mengintai disekitar dan tentunya mampu menjaga diri mereka sendiri.
4. Tidak ada Batasan ilmu pengetahuan dan bahan bacaan, sepanjang mereka menyukai dan memiliki minat untuk mendapatkan lebih banyak ilmu. Orangtua memiliki peran untuk melakukan pengawasan dan bimbingan.
5. Ben memberikan kesempatan kepada anak untuk memberikan pendapat, sanggahan bahkan idealism cara berfikir untuk kemudian didiskusikan Bersama – sama.

Sebetulnya hampir keseluruhan bagian di film ini membuat saya belajar bagaimana menjadi orangtua untuk Malika. Film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton bersama pasangan, jika anak - anak ingin menonton harus didampingi oleh kedua orangtua mereka. Mungkin ada beberapa bagian di film ini yang jauh berbeda dengan apa yang biasa teman - teman sekalian lakukan, ada juga prinsip - prinsip hidup yang dianggap aneh atau bahkan tidak sesuai dengan kalian. But trust me, you dont have to agree with my opinion. Tontonlah setiap tayangan dengan bijak, pilahlah hal - hal yang baik dan tidak baik jangan kita ambil.      





8 komentar:

  1. Nonton thriller nya dulu aaaah

    BalasHapus
  2. aahhh jadi penasaran sama endingnya kaya gimana.. btw pas liat judulnya aku juga ketipu nih, kirain sejenis film captain Amerika hahaha

    BalasHapus
  3. waaah,kalo baca dari reviewnya menarik banget, setuju sama pola asuh Ben terhadap anakanaknya, mesti tau isinya nih *bbbrrr (langsung nyari) makasih infonya ka :)

    BalasHapus
  4. Nontoooon aaaah. TFS, teh.

    BalasHapus
  5. belum nonton, makasih reviewnya

    BalasHapus
  6. Homeschooling nya di hutan. Membiarkan alam turun tangan. Kereen.. ai bipolar teh apa yu?

    BalasHapus
  7. Film yang bagus banget ya. Mba. Terkadang parents lupa kalau life skill itu sama pentingnya dengan akademik. Anak2 pun dihadapkan kalau hidup ga selamanya lempeng2 aja.

    BalasHapus
  8. Catet ah filmnya buat ditonton bareng :D

    BalasHapus