Jumat, 29 April 2016

Dimana Cinta Setelah 14 Tahun?

Deretan gambar dan episode kehidupan di 14 tahun lalu kembali muncul dan berputar dalam kepalaku. Momen saya mengenakan seragam putih abu-abu, serta momen jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan seorang pria yang mengubah hidupku. Di tahun 2002, Film Ada Apa Dengan Cinta menjadi bumbu manis dalam salah satu gambar yang muncul di kepalaku. 

Tidak ada yang spesial.. kami hanya menonton film yang saat itu menjadi primadona bagi anak muda di Indonesia. Saya ingat, dia menurunkanku dari motornya di ujung gang rumahku di Pamulang, seusai kami menonton film AADC. Lalu dia mengusap rambutku, dan berkata "sampai ketemu besok ya..", lalu aku tersenyum bahagia, senyum anak SMA yang di mabuk asmara. 

3 tahun setelahnya, saya menikah dengan pria itu. Pernikahan kami berlangsung sederhana, tidak mewah dengan pelaminan megah bertahtakan kain-kain berwarna emas, dan mahkota bernama suntiang menghiskan kepala saya. Meski menikahi pria berdarah Minang, kami sepakat hanya menikah di KUA saja, menggunakan pakaian adat Jawa, dan di semarakkan dengan syukuran kecil-kecilan bersama keluarga dan sahabat terdekat, itupun kami lakukan di rumah. Pernikahan sederhana, dan membahagiakan.

Usiaku 19 saat itu dan usianya 23, banyak orang yang mencibir. "Wah, nikah muda.. pasti Hamil duluan" - atau "Wah, pasti anak nakal tuh, nikah muda". Saya yang 'tambeng' dan gak peduli sama omongan orang ini hanya tersenyum. Tidak ada perut membuncit karena tumbuhnya jabang bayi, pernikahan adalah pernikahan.. kami menikah karena kami ingin menikah. karena kami saling mencintai. 7 bulan setelah pernikahan, kami dianugerahi seorang puteri, hasil test pemeriksaan menunjukan 2 garis merah, saya hamil. satu tahun setelah pernikahan, 2007 saya melahirkan anak pertama saya di usia 21 tahun. Bahagia kah saya? Jangan ditanya, tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu semua.

***

Dimana Cinta setelah 14 Tahun?

Abet meninggal di tahun 2009. Kondisi AIDS, menghancurkannya, membuatnya menjadi laki-laki paling tanpa daya, Pneumonia, Meningitis, Hepatitis C,.. kami sudah berusaha membawanya ke dokter, kami sudah mencoba tapi kami terlambat. Dan HIV mengubah kehidupan kami, mengubah kehidupanku. Tapi tidak dengan cinta, cinta tidak pernah berubah meski HIV ada di dalam aliran darah kami.  

Cinta tetap di hati, dia tidak pernah beranjak pergi tidak pula mengkhianati. Hanya Cinta yang kemudian menjadi kekuatan setelah 14 tahun. Kematian sang kekasih hati, di tahun 2009 mengubah kehidupanku. Hidup dengan virus HIV di aliran darahku, mendedikasikan kehidupan bagi lebih banyak orang yang hidup dengan HIV, dan semua itu tidak pernah membuat cinta pergi. Cinta selalu menjadi kekuatan paling besar yang menjagaku tetap kuat dan bertahan. Aku masih hidup, masih hidup karena mengkonsumsi Anti Retroviral Therapy selama 7 tahun terakhir, Aku masih hidup dan masih mencinta. Saya tidak pernah membenci Abet karena HIV, ini semua karena minimnya informasi yang kami miliki semasa remaja. Tapi Cinta tetap membuat kami kuat.

***

Film Ada Apa Dengan Cinta kembali dibuat, dan ditayangkan secara serentak di seluruh bioskop di Indonesia. Bagaimana Rangga dan Cinta selama 14 tahun? Saya tidak tahu, saya belum menonton karena mengerjakan begitu banyak pekerjaan dan sedang berada di tengah-tengah hiruk pikuk rapat, serta perjalanan pulang ke Bandung dari Jakarta.

Saya pulang ke Bandung, untuk bertemu dengan puteri kecil kami yang kini sudah berusia 9 tahun, sehat dan tumbuh bahagia, serta suami.. pria baik hati dan bertanggungjawab, yang mencintai kami tanpa melihat persoalan HIV yang menjadi bagiannya. Setelah 14 tahun, setelah semua sedih, perih dan air mata yang terkuras.. Cinta tetap ada. Cinta semakin banyak, cinta semakin kuat, Cinta tetap hadir dan menyapa.. bahkan memeluk kami erat dan melindungi fondasi kehidupanku.

Aku berkata kepada suamiku..
"Hai Feb, yuk kita nonton Ada Apa Dengan Cinta 2..
Dan bersyukur, setelah 14 tahun, Cinta tidak pernah pergi". 


29 komentar:

  1. AADC 1 saya masih kelas 6 SD dan sampai sekarang belum nonton dr awal sampai ending... uhuksss

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo nonton. belum terlambat kok..

      Hapus
    2. Love is Infinity...cuman itu yang bisa saya sampaikan setelah baca blog ini....sekali lagi...luar Biasa

      Hapus
    3. terima kasih sudah membaca :)

      Hapus
    4. Luar Biasa....terus berjuang dan bersemengat agar menjadi motifasi untuk para pembaca ...respect for you

      Hapus
  2. Hiks, sedih, banyak yg terjadi ya selama 14 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat semangat. yang penting kita tetap menyebarkan suka cita..apapun yang terjadi

      Hapus
  3. Wahhh kalo Aadc 1 pas mba SMA berarti kita seumuran donk.. Hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. iyah mbak. salam kenal yaaa..

      Hapus
  4. Berat sekali sepertinya. Ketika kita harus menjalani hidup dengan penyakit yang tak tau kapan akan berakhir.
    Tetep semangat mbaknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasihhh banyak. terima kasih juga sudah membaca. salam kenal ya :)

      Hapus
  5. Empat belas tahun yang penuh cerita, dan pastinya penuh cinta bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan cinta tidak pernah pergi mbak :')

      Hapus
  6. Empat belas tahun yang penuh cerita, dan pastinya penuh cinta bahagia.

    BalasHapus
  7. Luar biasa mbak.. Tetap semangat, semoga selalu sehat bersama putrinya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin!! terima kasih semangatnya. terima kasih juga sudah membaca. :)

      Hapus
  8. Balasan
    1. yup. Cinta tidak pernah pergi. love you mak Ima, :')

      Hapus
  9. Wow.. semoga cinta selalu ada bersama kita. Salam kenal.

    BalasHapus
  10. Wow.. semoga cinta selalu ada bersama kita. Salam kenal.

    BalasHapus
  11. Wuuu ngembeng nih saya bacanya mba..saya salut dengan ODHA,apalagi yang hidup berdampingan dengan ODHA. Semangat terus mba, cinta akan selalu ada..

    BalasHapus
  12. wah aku tahu ceriatnya tapi gak nonton, karena kuarng suka film drama, makanay sekarang pada heboh aku tenang saja

    BalasHapus
  13. waktu AADC inu aku masih kls 2 SD gak ngerti ihihi

    BalasHapus
  14. saya setuju bgt dgn pernikahan adalah pernikahan.. kami menikah karena kami ingin menikah.
    Semoga kita tidak pernah kekurangan cinta dan kasih ya mba.
    Salam :)

    BalasHapus
  15. baca ini, terharu campur senang :).. selalu bisa bikin moodku naik tiap kali baca2 tulisanmu mbak.. jd malu utk selalu ngeluh..

    tapi ttg film aadc nya, jgnkan yg kedua, yg pertama aja ga nonton :D

    BalasHapus