Selasa, 02 Juni 2015

30 Hari Pertama Pengobatan Lini 2 #Day22



www.theblogismine.com
Melindungi anak dari gadget / 29/05/2015
Siapa diantara pembaca blog saya yang tidak menggunakan gadget, smartphone atau teknologi komunikasi lainnya? Saya rasa hampir tidak ada. Ya, gadget kini, telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi setiap manusia untuk menunjang kehidupan mereka. Dalam pertemuan saya dengan kawan kawan di festival TIK kemarin, saya mendengar banyak cerita mengenai hal ini. Banyak inovasi inovasi yang membuat orang selalu haus pada kebutuhan akan teknologi. Kehidupan bertransformasi menjadi sebuah inovasi. Mata menjadi kamera, kaki menjadi mobil, telinga menjadi radio, panca indera berganti menjadi televise. Semua yang dulu dilakukan dengan tubuh, kini dapat dilakukan oleh teknologi yang jauh lebih canggih. Namun ada hal yang tidak dapat kita lupakan. Pengguna teknologi bernama manusia, harus lebih cerdas dalam menggunakan peralatan tersebut. Kenapa? Karena dilemma ini saya rasakan sebagai orang tua yang menggunakan gadget, memiliki anak yang gemar dengan gadget dan teknologi.

Bersosialisasi bagian dari Pemulihan Kesehatan [Catatan dari #Festik2015]



sumber : http://festival-tik.web.id/
Percayakah teman, sudah 21 hari saya duduk manis dirumah. Saya tidak melakukan aktifitas apapun diluar rumah. Saya hanya keluar untuk membeli sarapan, atau sayur mayor untuk memasak. Selebihnya saya memilih untuk mengurus rumah, melakukan pekerjaan dari rumah, mengurus anak, dan focus pada pemulihan kesehatan saya. Namun apakah semua itu cukup? Apakah itu semua mampu membuat diri saya sehat? Jawabannya tidak. Maka kemudian suami saya meminta untuk saya menyibukkan diri dan mencari udara segar. Dimana pas sekali, di Bandung sedang ada festival teknologi informasi dan komunikasi yang diselenggarakan oleh kementrian kominfo. Bergegas saya melakukan pendaftaran, pada malam hari, dan berniat untuk menyibukan diri dengan bersosialisasi di Festival tersebut.

30 Hari Pertama pengobatan Lini 2 #Day20



Rumah yang berisi kebahagiaan
Catatan 27 mei 2015 

sumber : google.com
“Wah, kami sekarang sudah punya rumah sendiri. Rumahnya besar, jendelanya tinggi, halamannya luas. Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi di bagian dalamnya. Banyak pepohonan rindang yang menyejukan halaman rumah kami. Ada juga asisten rumah tangga dengan tanggung jawabnya masing masing, ada yang bertugas di divisi memasak, ada yang khusus mengepel dan menyapu lantai, ada yang menjaga anak anak. Tenang dan bahagia hati ini, jadi kalau sudah punya rumah seperti ini, saya bisa tenang mencari uang dan bekerja. Toh anak anak sudah ada yang urus. Saya juga bisa traveling sana sini. Yang penting di rumah semua senang. Kebutuhan terpenuhi” sebuah curhat yang pernah saya dengar dari seseorang yang kelihatannya dari ceritanya begitu bahagia dengan apa yang mereka miliki. Rumah besar, lengkap dengan segala kebutuhannya. Lantas apakah hal tersebut dapat menjamin sebuah kebahagiaan yang selama ini dicari cari oleh semua orang. Dan kebahagiaan seperti apakah yang benar benar dibilang bahagia?