![]() |
source : pexels.com |
Judul ini saya dapat setelah melihat kawan saya Abi memposting sebuah screen shoot di intstagram story miliknya yang bertuliskan Never Underestimate the power of REAL conversation. lalu sudah tentu saya kemudian kepikiran untuk menumpahkan segala curahan hati saya yang ternyata sangat related dengan sebersit kalimat tersebut. Yup, Jangan menyepelekan kekuatan dari sebuah percakapan, kenapa? Ini saya ceritakan, mohon dibaca dengan seksama ya gaes.
So, it started at I'm so little to know that I love to talk. Siapapun yang mengenal saya dengan cukup dekat atau pernah bertemu dengan saya pasti tahu betul bahwa saya orangnya senang sekali ngomong, ngoceh sendiri ataupun ngobrol dengan orang lain. Saya menemukan diri saya membacakan buku cerita kepada boneka - boneka semasa kecil, saya juga sempat membuka perpustakaan saking banyaknya buku dan majalah milik saya supaya say abisa bacakan cerita pada orang lain. Hal itu kemudian terakumulasi sampai hari ini, bagi saya ngobrol menjadi salah satu kebutuhan utama yang jika tidak terpenuhi saya bisa senewen setengah mati. Ditambah lagi setelah perjalanan panjang hidup dengan HIV, ngobrol selalu menjadi obat bagi saya. Ngobrol menjadi suplemen yang secara ajaib bisa membuat kondisi saya merasa jauh lebih baik.