Minggu, 14 Juni 2015

In Jurrasic World, If Something Chase You, RUN!

sumber gambar : google.com
Saat itu tahun 1993, usia saya baru 7 tahun. Terbayang tubuh mungil saya yang berlarian mengelilingi area bioskop karena semangat akan menyaksikan film tentang hewan yang hanya pernah dilihat oleh manusia purba. Film yang selama ini perwujudan hewannya hanya saya lihat di ensiklopedia bergambar yang dibelikan mama, untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang alam semesta serta isinya. Hewan tersebut nyata ada, dari hasil penemuan penemuan oleh para peneliti dan Paleontolog. Hewan hewan ini diperkirakan ada, 230 juta tahun yang lalu, kemudian punah sekitar 65 juta tahun lalu. Namun terbesit dalam hati saya untuk memahami lebih, mengenai hewan yang memiliki ukuran tidak biasa, serta keragaman jenis yang sangat menarik. Dalam bahasa Inggris hewan ini bernama Dinosaurs, yang kemudian disebut Dinosaurus di Indonesia. Masa kecil, saya ingat dengan minat saya terhadap hewan. Saya selalu menyukai film, ataupun film dokumenter mengenai kehidupan hewan. Maka saat Universal Studios, membuat Jurrasic Park pada tahun 1993, saya tidak dapat mengatakan tidak, saat mama mengajak kami (saya dan kakak) untuk menonton di bioskop bersama.


sumber : Google.com
Dari semua spesies Dinosaurus, saya sangat suka dengan velociraptor. Meski spesies Raptor, termasuk kedalam Karnivora atau pemakan daging. Raptor merupakan jenis yang cerdas, dengan bentuk yang elegan. Tidak terlalu besar, (seperti Tyrannosaurus rex), matanya tajam dan lincah. Velociraptor dikenal menyerang secara berkelompok, spesies yang memiliki ikatan batin dengan kelompok sangat kuat. Yang lainnya yang juga saya suka adalah Brontosaurus, yang sebetulnya punya nama latin Apatosaurus. Berbeda dengan si lincah Raptor, si leher panjang ini adalah spesies Herbivora, yakni pemakan tumbuhan. Tubuhnya yang besar bisa mencapai 30 meter, serta lehernya yang panjang membuatnya mampu menjangkau pepohonan tinggi yang memang ada pada zaman purbakala. Dulu saya mengkoleksi mereka, saya punya satu set hewan berkulit keras ini. Raptor, T-Rex, Stegosaurus, Brontosaurus, Theropoda dan jenis lainnya yang saya tidak begitu hapal. Namun setelah besar, kami memutuskan untuk memberikan mainan mainan tersebut kepada rumah yatim piatu.

Jurrasic Park, The Lost Word dan Jurassic Park III
Universal Studio Amerika, dengan segala kecanggihan animasi dan ide luar biasanya. Mengajak kita semua untuk kembali ke jutaan juta tahun yang lalu, dimana Dinosaurus pernah hidup. Dengan kemasan cerita yang menarik, Sang sutradara film Steven Spielberg membuat cerita dimana Manusia, dengan kecerdasannya dapat kembali menghidupkan hewan purbakala yang sudah punah ini. Masa kecil saya tidak saya lewatkan tanpa menonton Jurrasic Park (1993), The Lost World (1997) dan Jurassic Park III (2001). Ketiga film yang diproduksi oleh Amblin Entertainment ini, selalu membuka mata dan membuat kita tercengang dengan bentuknya yang nyaris sempurna, efek suara serta gerak yang sempurna, membuat urat syaraf kita menegang bersemangat menyaksikan aksi hewan purba ini.

Jurrasic World (doc. Wikipedia)
Setelah 14 tahun sejak film terakhir Jurrasic park III diluncurkan, Amblin Entertainment bekerjasama dengan Legendary Pictures kembali membuat sequel film hewan purbakala ini, dengan judul Jurrasic World. Sebagai pecinta Dinosaurs, saya tidak punya banyak alasan untuk tidak menyaksikannya. Saya harus menontonnya. Mengambil kesempatan saat saya berada di jakarta, saya menyempatkan diri untuk menonton kemarin malam, di XXI Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta Pusat.

Menarik mundur ke tiga film sebelumnya, siapa yang masih ingat dengan kakek Tua berambut putih bernama John Hammond pemilik dan penemu bioengineering company InGen, sebagai otak brilian untuk melahirkan kembali Dinosaurs. Hammond, ingin mengajak anak anak serta generasi sekarang untuk kembali menjadi bagian dari sejarah, seperti dirinya yang mencintai spesies Dinosaurs. Ingatkah juga dengan Allan Grant sang Paleantologis dan Ellie sang palleobotanist, yang mempelajari Dnosaurs serta alam kehidupannya jutaan tahun silam yang kemudian dilibatkan dalam mega proyek Jurrasic Park, yang ternyata malah menelan banyak nyawa. Hammond tidak menyerah, dan terus memutar otak. Dia tidak memikirkan berapa keuntungan yang akan didapatnya dengan membuat taman berisi hewan purba yang memiliki spesies karnivora paling mematikan. Namun ada orang orang jahat yang selalu mengambil keuntungan dan menyebabkan kerugian bahkan bencana dibalik itu semua.

Jurrasic World, adalah pengembangan dari ketiga film tersebut. Setelah kematian John Hammond (yang tidak disebutkan mengapa, mungkin karena sudah tua) dia yang (kelihatannya) semasa hidupnya terus berusaha dan berkesperimen agar Taman ilmu pengetahuan berisi Dinosaurs ini dapat memberi pengalaman baru kepada anak anak dan keluarga, akhirnya terwujud. Adalah sebuah perusahaan baru, Masrani Coorporation, dengan CEO-nya yang keturunan India, Simon Masrani mengembangkan ide awal milik John Hammond. Jurrasic World hadir dengan kemasan yang spektakuler, canggih dengan tingkat keamanan yang tidak mungkin ditembus oleh hewan hewan dengan kekuatan extra ini. Wahana yang ada, mengajak semua pengunjungnya merasakan atmosfir kebersamaan dan kedekatan dengan setiap spesies di pulau Isla Nublar. Masrani yang memikirkan profit, merasa perlu untuk menghadirkan spesies baru, yang bahkan tidak ada dalam daftar Dinosaurs yang telah punah. Melalui tangan Dr.Wu (Yang dulu bekerja bersama John Hammond), mereka menciptakan spesies Dinosaurs baru yang lebih menarik, lebih besar, lebih cerdas, bahkan mengerikan; Indominus Rex. Apa yang terbesit dalam pikiran anda, saat ada sebuah spesies, berukuran lebih besar dari Tyrannosaurus rex, memiliki kecerdasan Velociraptor, dapat menyamarkan diri/mengubah warna kulit seperti bunglon, dan dapat membuat panas tubuhnya tidak terdeteksi oleh alat pemindai. bagi saya itu bukanlah Dinosaurs, its definitely monster. Disitulah bencana dimulai.

Mas Chriss yang ganteng (google.com
Di akhir film, saya merasa bahwa.. ada sesuatu dari rencana Tuhan mengapa Spesies hewan Purba ini telah punah 65 juta tahun silam. Sooo..  Bagi teman teman pecinta Dinosaurs, jangan sampai melewatkan film ini karena tingkat ketegangan yang super edan. Dengan wajah wajah Dinosaurs yang begitu kita rindukan. Serta cerita cerita menarik seperti spesies favorit saya, Velociraptor yang cerdas, dan ternyata (di film ini) dapat dikendalikan dan diajarkan untuk patuh pada manusia. Favorit saya dalam film ini adalah karakter Owen Graddy yang sangat ganteng dan heroik, yang diperankan oleh Chris Pratt. aw aw aw... okelah... nonton filmnya yaaa para pecinta hewan purbakalaa. Oiya, pastikan kalian duduk di bangku bioskop bagian tengah, agar dapat merasakan ketegangannya. kalau dipinggir, rasanya ya gak enak. Selamat menonton yaaaa :)

2 komentar:

  1. Apa apa apa? Ada sequel Jurrasic lagi? nonton aah.
    Jadi keingat pas aku baru nonton jurrasic park, malamnya mimpi dikejar2 T-rex :D

    BalasHapus