Minggu, 19 Juni 2016

Good News, Saya Sembuh Dari Hepatitis C!

sumber : tumblr.com
Buat teman sekalian yang baru membaca blog ini, jangan kebingungan yah. Mangga bisa click foto saya dan lihat bio untuk tahu saya lebih banyak. But let me give you some short brief about my self kalau malas click. Saya adalah seorang yang hidup dengan virus HIV, tahun 2016 ini merupakan tahun ke tujuh saya. People often call us ODHA atau Orang yang hidup dengan HIV. Saya cukup nyaman dengan sebutan ODHA, ketimbang Penderita HIV.. sounds so pathetic, memang gak menyenangkan ya hidup dengan HIV, tapi bukan berarti juga memberi label penderita akan membuat kami menjadi lebih baik. So ODHA adalah terminlogi yang cukup baik.

12 bulan kebelakang, kondisi kesehatan saya sedikit naik turun karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena saya juga mengidap Hepatitis C. But the good thing is, Hepatitis C bisa disembuhkan, beda sama HIV yang virusnya belum bisa dimatikan dengan obat. Tahun 2009, bertepatan dengan diagnosa HIV yang saya terima dari dokter, saya juga dinyatakan mengidap Hepatitis C. Selama enam tahun lamanya, saya memutuskan gak melakukan pengobatan karena gak memiliki biaya sama sekali. Beda dengan HIV yang pengobatannya di subsidi oleh pemerintah. Tapi bulan Juli 2015 lalu, saya mendapat dukungan dari sebuah lembaga untuk menjalankan treatment Hepatitis C yang harganya gak murah itu. Then, why I should say no?


Bukti pembayaran test yang muahal itu -_-"
Nah, Treatment Hepatitis C yang saya jalankan di bulan Juli tersebut, alhamdulilah telah selesai dijalankan. Selama 24 Minggu, atau 6 bulan.. saya mengkonsumi obat bernama Sofosbuvir dan Ribavirin. Saat saya memulai treatment ini, obatnya belum ada di Indonesia. Sehingga kami harus mendapatkannya di negara terdekat yang sudah mem-provide obat tersebut dengan harga murah, yakni India. Salah satu ketentuan baku yang wajib dilakukan setelah selesai treatment adalah melakukan pemeriksaan HCV-RNA, atau penghitungan jumlah virus Hepatitis C dalam darah. Idealnya dilakukan di minggu ke 12 atau bulan ketiga setelah pil terakhir yang saya minum di Bulan Desember 2015 lalu. Tapi sayangnya saya belum punya uang saat itu.

Yup, pemeriksaan HCV RNA tersebut gak murah, biaya pemeriksaan di laboratorium RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat adalah sebesar Rp 1.200.000 (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Bisa juga dilakukan di laboratorium milik Kimia Farma, kisarannya tidak berbeda jauh. Di Laboratorium prodia, pemeriksaan HCV RNA juga bisa dilakukan, namun harganya jauh lebi mahal yakni Rp 2.200.000 (Dua juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Nah, alhamdulilah di Minggu ke-24 setelah treatment berakhir, saya dapat rejeki bantuan dana dari kakak saya untuk melakukan pemeriksaan ini.


Hasil Pemeriksaan HCV RNA - SVR 24
So, whats the result? Alhamdulilah, walau harus menunggu sekitar 7 hari, penantiannya berujung dengan menyenangkan dan membahagiakan. Hasilnya Undetectable, atau tidak terdeteksi. Pemeriksaan HCV RNA di minggu ke-24 ini, disebut juga SVR24. Sustained Viral Response atau tidak terdeteksinya virus Hepatitis C dalam serum darah 24 minggu setelah menghentikan pengobatan. Jadi, setelah bertemu dokter spesialis Hati, mereka menyatakan saya sembuh. Sudah boleh yell yell dan teriak kan?.... 

YEAYYYYYY!!!!!!! Alhamdulilahh!!! 

Gak usah ditanya lah ya, kenapa saya happy gini. Tentunya karena beban penyakit yang saya idap berkurang. Dulu, saya menyandang gelar pasien ko-infeksi HIV dan Hepatitis C. Tapi dengan dinyatakan sembuh ini, saya lega.. karena hanya tinggal melanjutkan pengobatan HIV saya yang tentunya akan berlangsung seumur hidup. Lalu bagaimana dengan kondisi HIV saya saat ini. Mungkin bagi sebagian orang yang belum memahaminya, pasti sering bertanya-tanya, HIV bisa sembuh gak? The answer is no. Belum ada obat yang bisa membunuh virus HIV dalam darah seseorang yang terinfeksi, TAPIII... ada terapi Anti Retroviral (ARV) yang tersedia di berbagai belahan bumi, termasuk negara Indonesia. 

Hasil pemeriksaan CD4
Obat ini dikonsumsi oleh mereka yang terinfeksi, including me dan berfungsi untuk menekan laju pertumbuhan virus HIV dalam darah.  Tahun 2016 ini merupakan tahun ke-7 saya hidup dengan HIV dan alhamdulilah kondisi saya berangsur - angsur membaik. Bulan Januari tahun ini, saya melakukan pemeriksaan HIV RNA (Jumlah Virus HIV), dan hasilnya undetectable atau Tidak terdeteksi. berbeda dengan Hepatitis C, kondisi Tidak terdeteksi pada HIV bukan berarti virus HIV tidak ada lagi dalam darah. Namun, Jumlah virus yang ada tidak cukup untuk ditemukan dan dihitung dalam tes. Selain itu, Saya juga melakukan pemeriksaan CD4, atau jenis sel darah putih/limfosit. Nah, sel ini merupakan bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh.

Jumlah sel CD4 normal adalah diatas 500 /ml darah, dan alhamdulilah.. hasil pemeriksaan saya sangat membahagiakan. Yakni 1.131 - 32 %, yang artinya sangat normal. Kondisi seperti ini, sangat memungkinkan bagi ODHA jika ingin melakukan perencanaan memiliki anak. Lho emangnya bisa? Yes, bisa banget. Nanti kita bahas khusus ya soal ODHA dan punya anak. Alhamdulilah, 14 Ramadan.. berkah sehat. Semoga saya tetap bisa menjaga kondisi kesehatan yah, so do you guys.. please jaga kesehatan selama masih bisa. Read my blog carefully dan cari tahu lebih banyak soal HIV supaya kalian gak terinfeksi HIV. Mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati itu bener banget, jadi pribadi yang bertanggung jawab dan gak mengambil resiko itu jauh lebih baik. terima kasih atas segala support dan doanya selama ini, thanks also for keep reading my blog ya! Love yaaa all!

1 komentar:

  1. Kak ayu mau tanya? Kalau hcv rna tidak terdeteksi apa anti hcv juga negatif kak? Dan apa hepatitis c sama dg hiv. Terapi yg diberikan untuk menekan virusnya tapi virus masih ada di tubuh?

    BalasHapus